17.37 · 2 Juni 2026

Saham Oracle Turun Setelah Alphabet Umumkan Pendanaan AI

Saham Oracle (ORCL.US) turun lebih dari 4% pada perdagangan premarket hari Selasa, mengembalikan sebagian dari kenaikan hampir 10% yang tercatat pada sesi sebelumnya. Penurunan tersebut bukan dipicu oleh melemahnya fundamental perusahaan, melainkan oleh meningkatnya kekhawatiran investor terhadap biaya ekspansi infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Saham Alphabet (GOOGL.US) juga turun hampir 3% setelah perusahaan mengumumkan rencana untuk menghimpun dana sekitar USD 80 miliar melalui penjualan saham guna membiayai investasi pada teknologi generasi berikutnya.

Poin-Poin Penting

  • Oracle turun lebih dari 4% pada perdagangan premarket setelah sahamnya mencapai level tertinggi sejak November pada sesi sebelumnya.
  • Alphabet berencana menghimpun USD 80 miliar melalui penjualan saham yang hasilnya akan digunakan untuk investasi infrastruktur AI.
  • Investor semakin fokus bukan hanya pada potensi pertumbuhan AI, tetapi juga pada kebutuhan modal yang sangat besar untuk mendukung perkembangannya.

Alphabet Menunjukkan Besarnya Biaya Investasi AI

Pemicu utama pelemahan saham Oracle adalah pengumuman Alphabet terkait rencana penawaran saham senilai USD 80 miliar. Berkshire Hathaway diperkirakan akan berpartisipasi dalam transaksi tersebut dengan investasi sekitar USD 10 miliar.

Dana yang diperoleh akan digunakan untuk memperluas kapasitas pusat data (data center) dan infrastruktur komputasi yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan layanan AI yang terus meningkat.

Langkah tersebut menunjukkan betapa mahalnya persaingan untuk menjadi pemimpin di industri AI. Pada bulan April lalu, Alphabet telah meningkatkan proyeksi belanja modal (capital expenditure/capex) tahunannya hingga mencapai USD 190 miliar.

Bagi investor, perkembangan ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan dalam industri AI tidak hanya bergantung pada teknologi dan permintaan pelanggan, tetapi juga pada akses terhadap modal dalam jumlah yang sangat besar.

Mengapa Investor Bereaksi Melalui Oracle?

Bagi Oracle, ledakan pertumbuhan AI dapat menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, perusahaan diuntungkan oleh meningkatnya permintaan terhadap infrastruktur cloud dan solusi perangkat lunak perusahaan (enterprise software). Di sisi lain, investor mulai mempertanyakan berapa lama perusahaan-perusahaan teknologi dapat terus membiayai investasi AI dalam jumlah besar tanpa memberikan tekanan terhadap margin keuntungan, neraca keuangan, maupun kebutuhan pendanaan tambahan di masa depan. Akibatnya, perhatian pasar kini tidak hanya tertuju pada perusahaan mana yang akan memperoleh manfaat terbesar dari kecerdasan buatan, tetapi juga pada perusahaan mana yang pada akhirnya harus menanggung biaya terbesar dalam membangun infrastruktur yang menopang revolusi AI tersebut.

Sumber: xStation5

2 Juni 2026, 14.41

Kalender Ekonomi: Fokus Pasar Beralih ke Data Inflasi dan JOLTS

2 Juni 2026, 13.03

Market Wrap: Pasar Waspada Usai Pembicaraan AS-Iran Terhenti

2 Juni 2026, 00.44

Saham Robinhood Turun di Tengah Gugatan Terkait IPO 2021

2 Juni 2026, 00.31

Saham Hewlett Packard Enterprise Melonjak Jelang Laporan Q2 FY2026

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.