Qualcomm (QCOM) merilis laporan keuangan kuartal III 2026, dan investor menunjukkan kekecewaan dengan mendorong harga saham perusahaan turun lebih dari 10% saat pembukaan perdagangan.
Perusahaan membukukan hasil keuangan yang dinilai lemah oleh pasar, meskipun laba sedikit melampaui ekspektasi. Diversifikasi bisnis menuju sektor otomotif dan data center semakin penting, tetapi untuk saat ini pertumbuhan kedua segmen tersebut belum mampu mengimbangi pelemahan bisnis smartphone dan tekanan terhadap margin keuntungan.
Hasil Keuangan Qualcomm Q3 2026
-
Pendapatan turun 7% secara tahunan (YoY) menjadi US$10,44 miliar, tetapi masih melampaui ekspektasi pasar sekitar US$10,15 miliar.
-
Laba bersih disesuaikan (adjusted net profit) mencapai US$2,33 miliar, turun 28% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
-
Laba per saham (EPS) mencapai US$2,17, sangat dekat dengan target analis.
-
Margin laba sebelum pajak (earnings before tax/EBT) berada di 24%, turun 5 poin persentase secara tahunan.
Masalah terbesar Qualcomm terlihat jelas dalam rincian kinerja masing-masing segmen bisnis.
-
Pendapatan chip smartphone turun 26% YoY menjadi US$5,14 miliar, mencerminkan tekanan signifikan terhadap bisnis inti perusahaan.
-
Segmen otomotif mencatat kinerja jauh lebih kuat, dengan penjualan chip otomotif melonjak 89% menjadi US$1,99 miliar.
-
Penurunan pendapatan smartphone mencapai sekitar US$1,82 miliar, sementara bisnis otomotif dan Internet of Things (IoT) secara gabungan hanya menambah pendapatan sekitar US$1,02 miliar.
Proyeksi Qualcomm: Prospek Q4 2026 dan Bisnis Data Center
Prospek yang disampaikan manajemen untuk beberapa kuartal mendatang masih beragam. Guidance Qualcomm belum menunjukkan potensi pemulihan laba secara cepat, tetapi tetap terdapat sejumlah alasan untuk optimistis terhadap pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.
Untuk Q4 2026, Qualcomm memperkirakan pendapatan berada dalam kisaran US$10,4–11,2 miliar dan adjusted EPS sebesar US$2,15–2,35. Titik tengah proyeksi pendapatan, yakni US$10,8 miliar, berada di atas konsensus sekitar US$10,5 miliar. Namun, titik tengah proyeksi EPS sebesar US$2,25 sedikit lebih rendah dibandingkan ekspektasi analis sebesar US$2,26.
Segmen Qualcomm CDMA Technologies (QCT) diperkirakan menghasilkan margin EBT sebesar 20–22%. Namun, sekitar 3 poin persentase tekanan margin berasal dari penggabungan bisnis Data Center ke dalam segmen tersebut, serta investasi yang dilakukan sebelum pertumbuhan penjualan terealisasi. Manajemen memperkirakan dampak penuh kenaikan harga produk untuk mengimbangi biaya komponen yang semakin mahal baru akan terlihat pada paruh kedua tahun fiskal 2027.
Faktor positif terkuat berasal dari sumber pendapatan baru. Manajemen memperkirakan penjualan data center lebih dari US$650 juta pada kuartal berikutnya dan kembali menegaskan target pendapatan US$5 miliar untuk FY2027. Namun, Qualcomm juga memperkirakan pendapatan smartphone kembali turun secara kuartalan (quarter-over-quarter/QoQ), seiring penghentian bertahap pengiriman produk kepada Apple. Di sisi lain, perpanjangan perjanjian lisensi dengan Apple, Huawei, dan Transsion memastikan keberlanjutan aliran pendapatan biaya lisensi dari segmen Qualcomm Technology Licensing (QTL).
Market Wrap: Dow Melonjak 1.570 Poin, Saham AI Berguguran!
Data Center AI Terancam Dibatasi, Big Tech Kok Rebound?
MercadoLibre Tumbuh 45%, Strategi Gratis Ongkir Jadi Bumerang?
US Open: Dow Jones Meroket 2,6%, Saham AI Justru Tertekan
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.