- Pendapatan smartphone Qualcomm turun 20 persen menjadi 5,09 miliar USD pada kuartal III fiskal 2026.
- Segmen otomotif Qualcomm melonjak 61 persen menjadi 1,59 miliar USD pada periode yang sama.
- Qualcomm menargetkan pendapatan non-handset mencapai 40 miliar USD pada tahun fiskal 2029 termasuk AI data center.
- Laporan laba kuartal IV fiskal 2026 dijadwalkan rilis pada 4 November setelah penutupan Wall Street.
- Pendapatan smartphone Qualcomm turun 20 persen menjadi 5,09 miliar USD pada kuartal III fiskal 2026.
- Segmen otomotif Qualcomm melonjak 61 persen menjadi 1,59 miliar USD pada periode yang sama.
- Qualcomm menargetkan pendapatan non-handset mencapai 40 miliar USD pada tahun fiskal 2029 termasuk AI data center.
- Laporan laba kuartal IV fiskal 2026 dijadwalkan rilis pada 4 November setelah penutupan Wall Street.
Qualcomm (QCOM) sedang mempercepat ekspansi ke AI data center dan otomotif ketika bisnis chip smartphone menghadapi tekanan biaya produksi serta berkurangnya kontribusi Apple. Menjelang laporan earnings kuartal IV fiskal 2026 pada 4 November setelah penutupan Wall Street, investor akan menilai apakah pertumbuhan bisnis baru mulai cukup kuat untuk mengimbangi pelemahan sumber pendapatan utamanya.
Pendapatan Smartphone Turun, Otomotif Justru Melonjak
Bisnis handset Qualcomm mengalami tekanan pada kuartal III fiskal 2026, dengan pendapatan turun 20% secara tahunan (YoY) menjadi US$5,09 miliar. Kenaikan biaya memori dan komponen semikonduktor lainnya menekan permintaan serta margin keuntungan, sementara langkah Apple mengembangkan modem sendiri menambah risiko berkurangnya pendapatan Qualcomm dalam beberapa tahun mendatang.
Namun, kondisi berbeda terlihat pada bisnis otomotif Qualcomm yang tumbuh 61% menjadi US$1,59 miliar, sementara segmen Internet of Things (IoT) meningkat 9% menjadi US$1,83 miliar.
|
Bisnis Chip QCT |
Pendapatan Q3 FY26 |
Pertumbuhan YoY |
|---|---|---|
|
Handset |
US$5,09 miliar |
-20% |
|
Otomotif |
US$1,59 miliar |
+61% |
|
IoT |
US$1,83 miliar |
+9% |
Perbedaan pertumbuhan ini menunjukkan bahwa strategi diversifikasi Qualcomm mulai menghasilkan pendapatan nyata, terutama dari sektor otomotif. Meski demikian, smartphone masih menyumbang porsi terbesar bisnis chip perusahaan, sehingga pertumbuhan segmen baru belum sepenuhnya menghilangkan dampak pelemahan handset.
Qualcomm Membidik US$40 Miliar Pendapatan Non-Smartphone pada 2029
Dalam Investor Day Juni 2026, Qualcomm menaikkan target pendapatan tahunan bisnis non-handset menjadi US$40 miliar pada tahun fiskal 2029, termasuk lebih dari US$15 miliar dari AI data center. Target ini mencerminkan ambisi perusahaan memperluas bisnis dari chip perangkat konsumen menuju infrastruktur komputasi AI. Namun, angka tersebut masih merupakan proyeksi manajemen, bukan pendapatan yang telah terealisasi.
Langkah konkret mulai terlihat melalui kolaborasi Qualcomm dengan Amazon pada September untuk mengembangkan custom silicon dan teknologi konektivitas pusat data AI milik Amazon Web Services (AWS). Qualcomm juga mencapai kesepakatan dengan Meta untuk memasok CPU data center Dragonfly C1000, meskipun produksi baru direncanakan dimulai pada paruh kedua 2028.
Jeda waktu tersebut menjadi tantangan utama bagi investor karena kerja sama strategis tidak langsung menghasilkan pendapatan besar. Qualcomm masih harus membuktikan kemampuan memperluas produksi, bersaing di pasar chip AI data center, dan menghasilkan margin keuntungan yang cukup kuat untuk mendukung target pertumbuhan jangka panjang.
Earnings 4 November Jadi Ujian Kredibilitas Transformasi Qualcomm
Analis memperkirakan Qualcomm mencatat pendapatan sekitar US$10,14 miliar pada kuartal IV fiskal 2026, turun sekitar 10% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan adjusted earnings per share (EPS) sekitar US$2,16. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun bisnis otomotif berkembang pesat, tekanan dari segmen smartphone masih berpotensi membebani kinerja keuangan Qualcomm secara keseluruhan.
Namun, perhatian investor kemungkinan tidak berhenti pada hasil kuartalan, melainkan juga proyeksi pertumbuhan bisnis non-handset untuk tahun fiskal 2027. Qualcomm sebelumnya menargetkan pertumbuhan pendapatan non-handset lebih dari 60% pada FY2027, sehingga pembaruan mengenai kontribusi AI data center, permintaan otomotif, dan margin bisnis chip akan menjadi indikator penting.
Bagi saham Qualcomm (QCOM), laporan earnings yang melampaui ekspektasi belum tentu cukup untuk mengubah sentimen investor jika prospek bisnis smartphone terus memburuk atau pendapatan AI berkembang lebih lambat dari target. Sebaliknya, bukti bahwa pelanggan data center mulai berkontribusi terhadap penjualan dapat memperkuat keyakinan pasar terhadap strategi diversifikasi Qualcomm.
Qualcomm belum meninggalkan smartphone, tetapi sedang berusaha mengurangi ketergantungannya sebelum tekanan pada bisnis lama semakin besar. Bagi investor, pertanyaan utamanya bukan seberapa ambisius target AI Qualcomm, melainkan seberapa cepat perusahaan dapat mengubah kontrak dan teknologi barunya menjadi pertumbuhan pendapatan serta laba yang berkelanjutan.
Pendapatan AMD Tembus US$13,4 Miliar!
Arista Lampaui Ekspektasi Wall Street!
Daily Summary: Nasdaq Rebound 1,1% Jelang Pemilu AS!
US Open: Wall Street Rebound Jelang Pemilu Midterm!
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.