Quantum Computing Inc. (QUBT.US) adalah perusahaan di bidang komputer kuantum yang belakangan menarik perhatian besar dari investor. Hari ini, sahamnya melonjak hingga 25% ke harga $23, didorong pengumuman kontrak penting dengan NASA dan NIST, serta meningkatnya ketertarikan terhadap teknologi kuantum. Selama 12 bulan terakhir, saham QUBT naik total 3000%, menyoroti pertumbuhan dinamis perusahaan dan meningkatnya harapan pasar terhadap terobosan komputasi kuantum.
Perusahaan berfokus mengembangkan perangkat lunak kuantum dan sistem kuantum fotonik. QUBT memiliki fasilitas manufaktur di Tempe, Arizona, tempat memproduksi sirkuit kuantum inovatif. Teknologi ini berpotensi diaplikasikan pada kecerdasan buatan, optimasi proses, dan pemodelan data, menciptakan peluang pertumbuhan dan komersialisasi yang signifikan ke depan.
Sumber: xStation5
Namun, terlepas dari kemajuan teknologi, kinerja keuangan Quantum Computing Inc. masih jauh dari memuaskan. Pada kuartal II 2025, perusahaan hanya menghasilkan sekitar $61.000 pendapatan, dengan rugi bersih $36,5 juta. Selain itu, perusahaan melakukan penerbitan saham bernilai beberapa ratus juta dolar, yang dapat mendilusi nilai pemegang saham eksisting dan menjadi salah satu faktor risiko bagi investor.
Pasar komputasi kuantum sangat kompetitif, dengan pemain seperti IonQ, Rigetti, D-Wave, IBM, dan Alphabet juga menggelontorkan sumber daya besar untuk pengembangan teknologi. Karena itu, meskipun Quantum Computing Inc. memiliki potensi teknologi dan tengah membangun kemitraan strategis, berinvestasi di perusahaan ini membawa risiko tinggi karena pendapatan belum stabil, valuasi tinggi, dan ketidakpastian terkait laju komersialisasi.
Tak diragukan, Quantum Computing adalah perusahaan dengan ambisi besar dan solusi menarik di bidang terobosan komputasi kuantum. Kenaikan 25% hari ini menunjukkan tingginya ekspektasi investor terhadap perkembangan teknologi ini. Meski demikian, sebelum mengambil keputusan investasi, sebaiknya menimbang cermat potensi dan risikonya.
Morning Wrap: Wall Street Tunggu NFP
Daily summary: Data Lemah AS Tekan Wall Street, Logam Turun Lagi
Datadog Cetak Rekor Q4, Prospek 2026 Solid
US Open: Wall Street Naik Meski Data Lemah