- Bank Sentral Rusia menjual 6,2 ton emas pada September untuk membiayai defisit anggaran negara.
- Penjualan emas Rusia berlangsung selama 10 bulan berturut-turut tanpa jeda sejak Desember 2025.
- Rusia masih menjadi negara pemegang cadangan emas terbesar keenam di dunia.
- Pembelian bersih oleh bank sentral global memberikan dukungan struktural bagi harga emas jangka panjang.
- Bank Sentral Rusia menjual 6,2 ton emas pada September untuk membiayai defisit anggaran negara.
- Penjualan emas Rusia berlangsung selama 10 bulan berturut-turut tanpa jeda sejak Desember 2025.
- Rusia masih menjadi negara pemegang cadangan emas terbesar keenam di dunia.
- Pembelian bersih oleh bank sentral global memberikan dukungan struktural bagi harga emas jangka panjang.
Skala dan Kecepatan Penjualan Cadangan Emas Rusia
Pada September, Bank Sentral Rusia (Bank of Russia) menjual 6,2 ton emas atau setara 200.000 troy ounce, sehingga cadangan emas resmi negara tersebut turun menjadi sekitar 2.264–2.282 ton, level terendah sejak akhir 2019.
Penjualan ini menandai 10 bulan berturut-turut aksi jual tanpa jeda, dengan total sekitar 62 ton emas batangan dilepas sejak Desember 2025.
Ini merupakan periode penjualan cadangan emas Rusia secara berkelanjutan terbesar sejak krisis keuangan 1998, ketika bank sentral menjual 118 ton emas hanya dalam tiga bulan di tengah anjloknya nilai rubel dan gagal bayar utang pemerintah.
Padahal, emas merupakan salah satu aset cadangan utama yang digunakan bank sentral di seluruh dunia untuk melindungi diri dari risiko semacam itu. Namun, situasi Rusia saat ini cukup berbeda dibandingkan kondisi pada akhir 1990-an.
Mengapa Rusia Menjual Cadangan Emas?
Jawabannya cukup sederhana dan telah dikonfirmasi langsung oleh Gubernur Bank Sentral Rusia, Elvira Nabiullina: penjualan emas dilakukan untuk membiayai anggaran negara, bukan karena kepanikan pasar atau krisis mata uang.
Secara lebih rinci:
-
Defisit anggaran Rusia diperkirakan mencapai 7,3 triliun rubel pada 2026, dua kali lipat dari proyeksi awal.
-
Belanja pertahanan dan keamanan diperkirakan menyerap 38% dari seluruh anggaran federal pada 2026, setelah meningkat empat kali lipat sejak 2021.
-
Penjualan emas terutama dilakukan melalui Kementerian Keuangan dan National Wealth Fund (NWF), bukan secara langsung oleh bank sentral sebagai bentuk intervensi mata uang. Nabiullina menegaskan bahwa langkah ini merupakan operasi likuiditas normal dari dana cadangan, bukan indikasi krisis. Perlu dicatat bahwa emas milik NWF termasuk dalam perhitungan cadangan bank sentral secara luas.
-
Setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 2022 dan pembekuan aset Rusia dalam dolar AS serta euro oleh negara-negara Barat, emas menjadi salah satu dari sedikit aset cadangan yang tersedia dan likuid bagi NWF. Cadangan emas dana tersebut menyusut dari 555 ton pada Mei 2022 menjadi sekitar 160 ton pada akhir 2025.
Bisakah Bank Sentral Membiayai Anggaran Pemerintah?
Mekanisme ini perlu dijelaskan karena terkadang disalahartikan sebagai transfer laba bank sentral kepada pemerintah.
Transfer laba bank sentral merupakan praktik rutin yang dilakukan pada akhir tahun oleh lembaga seperti Federal Reserve (The Fed) maupun bank sentral lainnya. Dalam mekanisme tersebut, surplus operasional disalurkan kepada negara sebagai semacam dividen.
Namun, mekanisme yang dilakukan Rusia sangat berbeda.
Emas tersebut secara formal merupakan milik National Wealth Fund (NWF), yaitu dana kekayaan negara Rusia (sovereign wealth fund) yang secara historis memperoleh pendanaan dari pendapatan minyak dan gas. Kementerian Keuangan memperlakukan dana tersebut sebagai cadangan untuk menghadapi kondisi darurat ekonomi.
Bank sentral hanya mengelola aset dan melaksanakan transaksi penjualan secara operasional, bukan bertindak sebagai pemilik ataupun penerima manfaat dari hasil penjualan tersebut.
Bagaimana mekanismenya dalam praktik?
NWF atau Kementerian Keuangan menjual emas, kemudian hasil penjualannya langsung dialokasikan ke anggaran negara untuk menutup defisit. Bank sentral tidak memperoleh keuntungan sebagai institusi, melainkan hanya bertindak sebagai perantara transaksi.
Karena itulah Nabiullina menekankan bahwa penurunan cadangan mencerminkan operasi Kementerian Keuangan dan NWF. Pernyataan tersebut bertujuan mempertahankan independensi bank sentral sekaligus menghindari persepsi bahwa lembaga tersebut secara langsung membiayai pengeluaran pemerintah.
Secara formal, mekanisme ini bukan termasuk pembiayaan defisit melalui penciptaan uang (monetary deficit financing).
Pembiayaan moneter terjadi ketika bank sentral secara langsung membeli utang pemerintah atau mencetak uang untuk membiayai pengeluaran negara. Praktik tersebut dilarang dalam banyak sistem hukum karena berisiko memicu hiperinflasi dan merusak kepercayaan terhadap mata uang.
Secara teori, tindakan pemerintah Rusia tetap berlangsung dalam kerangka hukum yang telah ditetapkan.
Pada dasarnya, penjualan emas merupakan pemindahan kekayaan yang sudah ada dan telah dikumpulkan sebelumnya. Mekanisme ini lebih menyerupai penjualan saham perusahaan milik negara dibandingkan pencetakan uang baru.
Namun, batas antara kedua mekanisme tersebut dapat menjadi kurang jelas.
Jika emas dijual di pasar domestik untuk memperoleh rubel yang kemudian digunakan membiayai anggaran, dampak fungsionalnya dapat mendekati peningkatan jumlah uang beredar.
Sebaliknya, apabila emas diekspor untuk memperoleh mata uang asing yang kuat, sebagaimana tercermin dari meningkatnya penjualan ke China, transaksi tersebut lebih menyerupai pertukaran aset tanpa penciptaan uang baru.
Ambiguitas ini menimbulkan pertanyaan di kalangan analis mengenai sejauh mana Bank Sentral Rusia masih memiliki independensi operasional, dibandingkan perannya sebagai instrumen fiskal untuk mendukung pembiayaan anggaran perang.
Kepada Siapa Rusia Menjual Emas?
Bank Sentral Rusia tidak mengungkapkan seluruh detail transaksi penjualan emas. Namun, diketahui bahwa sebagian besar penjualan dilakukan di pasar domestik, baik untuk memperoleh likuiditas anggaran maupun memenuhi peningkatan permintaan emas ritel dari masyarakat Rusia yang ingin melindungi nilai tabungan mereka.
Pada 2024, konsumen Rusia membeli 75,6 ton emas, setara sekitar 25% dari produksi emas domestik tahunan.
Meskipun inflasi masih tergolong relatif rendah menurut standar Rusia, yakni sedikit di atas 6%, nilai tukar rubel yang dipengaruhi kebijakan pemerintah serta pembatasan transfer modal menjadikan emas sebagai aset yang populer di kalangan masyarakat.
Jalur ekspor juga memiliki peran penting. Ekspor logam mulia Rusia ke China terus meningkat, sebagian didorong oleh pertumbuhan kuat permintaan emas ritel di negara tersebut.
Apa Arti Penjualan Emas bagi Ekonomi Rusia?
Para analis yang mempelajari perekonomian Rusia secara umum sepakat bahwa kondisi ini bukan sinyal akan terjadinya krisis keuangan dalam waktu dekat, melainkan tren struktural jangka panjang yang patut diwaspadai.
- Ekonom Elina Ribakova dari Peterson Institute menilai bahwa penjualan emas menunjukkan Rusia kekurangan aset likuid lainnya untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran yang terus meningkat. Bahkan harga minyak yang tinggi belum mampu sepenuhnya menutup kesenjangan anggaran, di tengah berkurangnya kapasitas ekspor bahan bakar dalam beberapa bulan terakhir.
- Dengan laju penjualan saat ini, Rusia membutuhkan waktu sekitar dua dekade untuk menghabiskan seluruh cadangan emasnya. Penggunaan cadangan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan merupakan praktik yang disengaja oleh sejumlah negara dengan kondisi ekonomi kurang stabil, sebagaimana terlihat di Turki, khususnya pada Maret.
- Pendapatan minyak dan gas tetap menjadi penyangga utama keuangan Rusia, didukung oleh kenaikan harga komoditas yang berkaitan dengan konflik Iran. Pendapatan tersebut, bukan emas, tetap menjadi faktor pembatas utama kemampuan Moskow untuk membiayai perang dalam jangka panjang.
- Risiko sesungguhnya bukanlah krisis mendadak, melainkan akumulasi distorsi ekonomi. Kesenjangan semakin besar antara pemerintah yang berupaya mempertahankan arah kebijakan ekonomi selama perang dan para ekonom yang memperingatkan bahwa model saat ini tidak berkelanjutan apabila Rusia ingin kembali ke kondisi ekonomi normal setelah konflik berakhir.
Rusia Masih Menjadi Salah Satu Pemegang Emas Terbesar Dunia
Meskipun telah menjual emas selama sepuluh bulan berturut-turut, Rusia masih menjadi negara dengan cadangan emas terbesar keenam di dunia.
Emas batangan menyumbang sekitar 41% dari total cadangan internasional Rusia.
Secara historis, sebelum 2022, Rusia merupakan pemegang cadangan emas terbesar kelima di dunia dengan sekitar 2.300 ton, berada pada kelompok yang sebanding dengan Prancis dan Italia, serta di bawah Amerika Serikat dan Jerman.
Hal penting lainnya adalah Rusia juga merupakan produsen emas terbesar kedua di dunia setelah China, dengan produksi tahunan melampaui 300 ton.
Kapasitas produksi tersebut memungkinkan Rusia membangun kembali cadangan emasnya dengan relatif cepat melalui pembelian dari produsen domestik apabila kondisi anggaran negara membaik.
Dampak Penjualan Emas Rusia terhadap Pasar Emas Global Terbatas
Penjualan emas Rusia tidak mengancam struktur permintaan emas dari bank sentral global secara keseluruhan.
Data World Gold Council (WGC) untuk Agustus 2026 menunjukkan:
- Total pembelian bersih emas oleh bank sentral global mencapai 39 ton pada Agustus, berdasarkan data WGC. Angka tersebut berpotensi meningkat hingga 79 ton pada September, menurut estimasi Goldman Sachs berdasarkan data perdagangan.
- Polandia tetap menjadi pembeli utama sekaligus negara dengan pembelian bersih emas terbesar sepanjang tahun berjalan, mencapai 98 ton. Polandia menargetkan cadangan emas sebesar 700 ton, dari posisi saat ini sekitar 648 ton. Pada Agustus, bank sentral Polandia (NBP) membeli tambahan 8 ton emas.
- China telah membeli emas selama 22 bulan berturut-turut. Pada Agustus, China secara resmi menambah 20 ton emas, sementara Goldman Sachs memperkirakan pembelian sebenarnya mencapai 25 ton. Total cadangan emas China meningkat menjadi 2.387 ton, setara sekitar 9% dari seluruh cadangan internasionalnya.
- Pembeli signifikan lainnya mencakup Uzbekistan (+8 ton pada Agustus), dengan emas menyumbang sekitar 90% dari total cadangannya; Kazakhstan (+7 ton); serta Republik Ceko, yang mencatat pembelian emas selama 42 bulan berturut-turut.
- Negara dengan penjualan bersih emas terbesar pada 2026 adalah Turki (-82 ton YoY, terutama pada Q1) dan Rusia (-56 ton YoY), disusul penjualan bersih dalam jumlah lebih kecil dari Azerbaijan, Jerman, dan Mesir.

Polandia memimpin pembelian emas sepanjang tahun berdasarkan data lengkap terbaru, sementara Turki mencatat penjualan terbesar. Sumber: WGC.
Jika dibandingkan dengan angka-angka tersebut, penjualan emas Rusia sebesar 6,2 ton per bulan hanya mewakili sebagian kecil dari total pembelian bersih bulanan bank sentral global yang mencapai 39–79 ton.
Bahkan ketika Rusia dan Turki digabungkan sebagai dua penjual utama, neraca pembelian bersih sektor resmi tetap jelas positif.
Artinya, bank sentral secara keseluruhan masih terus mengakumulasi emas pada tingkat yang memberikan dukungan struktural terhadap harga emas global.
Goldman Sachs secara eksplisit menyebut permintaan tersebut sebagai dukungan struktural (structural support) bagi pasar emas.
Permintaan bank sentral cenderung kurang sensitif terhadap perubahan harga dibandingkan aliran investasi maupun aktivitas spekulatif. Karakteristik ini membantu pasar menyerap koreksi yang dipicu oleh penjualan ETF emas atau penutupan posisi spekulatif.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembelian emas oleh bank sentral berpotensi mendorong harga emas kembali mencatat pertumbuhan yang lebih kuat dalam jangka panjang.
Namun, dalam jangka pendek, gambaran pasar masih beragam. ETF emas tetap melakukan pembelian, meskipun dengan laju yang lebih lambat dibandingkan beberapa pekan sebelumnya.
Sementara itu, dana spekulatif di Amerika Serikat dan China terlihat telah mengurangi posisi beli bersih (net long positions) pada kontrak berjangka emas secara signifikan.

Daily Summary: Nasdaq Naik, SpaceX dan Tesla Jadi Sorotan
Daily Summary: Wall Street Rebound, Minyak Turun
Harga Gas Alam Anjlok 9,56%, Siap Rebound?
Market Wrap: Nasdaq Rebound, Minyak US$110
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.