Saham AI Ditinggalkan, Home Depot Melonjak
Indeks Dow Jones ditutup melonjak sekitar 550 poin atau 1,1% pada 15 Oktober 2026, jauh mengungguli Nasdaq yang hanya menguat 0,1%. Perbedaan kinerja yang signifikan ini mencerminkan rotasi modal di Wall Street, ketika investor mulai mengurangi eksposur terhadap saham kecerdasan buatan (AI) yang selama ini menjadi pendorong utama kenaikan pasar saham AS dan beralih ke saham sektor ekonomi tradisional (old economy) yang sebelumnya tertinggal. Home Depot menjadi salah satu saham dengan kinerja terbaik setelah melonjak 4,3%, berbanding terbalik dengan NVIDIA yang turun hampir 2%.
Rotasi dari Saham AI ke Sektor Siklikal
Pemicu rotasi saham ini berasal dari pertanyaan fundamental yang semakin menjadi perhatian investor: seberapa berkelanjutan tingkat pengembalian investasi dari belanja modal besar-besaran untuk infrastruktur AI, dan seberapa besar beban utang yang harus ditanggung perusahaan. Dell Technologies dan Hewlett Packard Enterprise (HPE) kembali masuk dalam kelompok saham dengan kinerja terburuk di indeks S&P 500 untuk hari kedua berturut-turut. Sementara itu, ETF semikonduktor SOXX melemah 1% setelah anjlok 4,5% pada sesi sebelumnya. Sebaliknya, saham Nike menguat 5,2%, Salesforce naik 4,6%, dan Home Depot melonjak 4,3%, menunjukkan bahwa investor mulai mencari peluang pada sektor dengan valuasi yang lebih moderat. Pola pergerakan ini bukan sekadar koreksi teknikal, melainkan mencerminkan perubahan narasi investasi AI dari pendekatan pertumbuhan dengan biaya berapa pun (growth at any cost) menuju tuntutan pembuktian tingkat pengembalian investasi (prove the returns).
Sumber: XTB Research Indonesia
Mengapa Saham Home Depot (HD) Menjadi Sorotan?
Saham Home Depot mencatat kenaikan tajam karena didukung oleh dua katalis utama dalam sesi perdagangan yang sama. Pertama, Home Depot menjadi salah satu penerima manfaat langsung dari rotasi modal keluar dari saham AI menuju sektor konsumen dan perumahan (housing) yang valuasinya relatif tertinggal. Kedua, bisnis Home Depot sangat sensitif terhadap perubahan yield obligasi pemerintah AS. Yield Treasury AS tenor 10 tahun turun 9 basis poin menjadi 5,09% pada penutupan Kamis, setelah sebelumnya sempat melonjak ke 5,33% menyusul rilis data inflasi CPI AS yang lebih tinggi dari ekspektasi. Penurunan yield tersebut membantu meredakan tekanan biaya kredit bagi konsumen di sektor perumahan, yang secara historis turut memengaruhi kinerja saham perusahaan perbaikan dan renovasi rumah (home improvement). Kombinasi kedua faktor ini membuat kenaikan saham HD berpotensi mencerminkan perubahan sentimen yang lebih luas dibandingkan sekadar reaksi pasar dalam satu sesi.
Analisis Teknikal Home Depot: Rebound dari Support Kuat
Berdasarkan analisis teknikal grafik mingguan (weekly), saham Home Depot saat ini diperdagangkan di sekitar US$307 dan masih berada dalam kanal tren turun (downtrend channel) yang terbentuk sejak akhir 2025. Namun, harga saham baru saja mengalami rebound dari area support kuat di sekitar US$278, disertai peningkatan volume perdagangan yang mengindikasikan mulai masuknya tekanan beli secara agresif pada level tersebut. Tekanan jual juga terlihat mulai mereda berdasarkan pergerakan indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD), meskipun indikator Relative Strength Index (RSI) yang masih berada di sekitar 43 menunjukkan bahwa momentum bullish belum sepenuhnya pulih. Area resistance terdekat berada di US$328. Apabila harga saham mampu ditutup di atas level tersebut, peluang kenaikan menuju resistance berikutnya di US$358 akan semakin terbuka. Sebaliknya, skenario rebound ini berpotensi gagal apabila harga kembali membentuk titik terendah baru (lower low) di bawah support US$278.
Sumber: xStation
Faktor yang Perlu Dicermati Investor Saham AS
Kenaikan saham dalam satu sesi perdagangan belum cukup untuk mengonfirmasi bahwa rotasi modal dari sektor AI menuju saham ekonomi tradisional akan bertahan dalam jangka menengah. Yield Treasury AS masih berada di atas 5%, sementara inflasi produsen (PPI) AS September yang meningkat 6,3% secara tahunan menunjukkan bahwa tekanan harga di tingkat produsen masih kuat. Berdasarkan CME FedWatch, probabilitas The Fed menaikkan suku bunga setidaknya 25 basis poin pada pertemuan Desember mencapai 88%. Kondisi tersebut berpotensi kembali meningkatkan tekanan terhadap saham sektor perumahan seperti Home Depot. Investor perlu memantau apakah arus keluar modal dari saham AI terus berlanjut dalam beberapa sesi mendatang, serta bagaimana yield Treasury AS merespons rilis data inflasi berikutnya. Dalam konteks ini, kenaikan saham HD lebih tepat dipandang sebagai sinyal bahwa posisi investasi pada saham AI sudah terlalu padat (crowded trade), bukan sebagai konfirmasi awal tren bullish baru pada sektor perumahan.
Daily summary: Wall Street Rebound, Emas dan Perak Naik
Dow Jones Naik 1%, Yield Treasury Turun
US Open: Wall Street Tertekan, Saham AI Anjlok dan Inflasi PPI Melonjak
Sell-Off Chip Meluas, Pasar Mulai Kurangi Eksposur AI
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.