Sesi perdagangan Kamis membawa sell-off tajam pada saham produsen semikonduktor dan perusahaan yang terkait dengan pengembangan infrastruktur AI.
Tekanan hari ini juga merupakan kelanjutan dari penurunan yang sebelumnya terjadi di pasar AS dan Asia.
Memburuknya sentimen secara tiba-tiba terutama didorong oleh dua faktor:
-
Inflasi AS: Data CPI kemarin menunjukkan inflasi meningkat menjadi 3,7% YoY, dibandingkan ekspektasi 3,6%. Core inflation juga naik menjadi 2,6%, sehingga meningkatkan kekhawatiran bahwa The Fed masih perlu mempertahankan kebijakan moneter ketat. Pasar futures saat ini memperkirakan sekitar 70% probabilitas bahwa suku bunga akan tetap dipertahankan pada rapat Oktober.
-
Hasil TSMC: Earnings yang dirilis hari ini oleh raksasa Taiwan tersebut menunjukkan bahwa fundamental sektor masih tetap kuat. Namun, investor terlihat lebih fokus pada sisi yang dianggap lemah dalam laporan tersebut. Meski mencetak hasil rekor, manajemen tetap berhati-hati terhadap outlook 2027, dengan menyoroti ketidakpastian, kenaikan harga komponen, serta tingginya kebutuhan modal untuk investasi produksi 2 nanometer.
Skala dan luasnya sell-off dapat menunjukkan bahwa investor sedang melanjutkan pengurangan eksposur terhadap seluruh AI supply chain, bukan hanya merespons memburuknya prospek pada beberapa produsen semikonduktor tertentu.
TSMC Cetak Rekor Lagi, Demand AI Belum Melambat
Daily Summary: CPI AS Panas, Wall Street dan Gold Tertekan
US Open: Wall Street Merah, CPI Panas dan Saham Chip Ambruk
Market Wrap: Kospi Anjlok 7%, AI dan Oil Tekan Pasar
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.