00.01 · 16 Oktober 2026

Stok Minyak AS Anjlok 8,56 Juta Barel

Persediaan minyak mentah Amerika Serikat turun sebesar 8,557 juta barel, jauh berbeda dari ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan sebesar 150 ribu barel. Pada periode sebelumnya, persediaan minyak mentah tercatat turun 3,186 juta barel. Penurunan stok minyak mentah dan distilat tidak sepenuhnya diimbangi oleh kenaikan persediaan bensin yang jauh melampaui perkiraan pasar.

  • Persediaan bensin meningkat 3,518 juta barel, jauh di atas ekspektasi penurunan sebesar 911 ribu barel. Pada periode sebelumnya, stok bensin meningkat 382 ribu barel.

  • Persediaan distilat turun 2,527 juta barel, lebih besar dibandingkan ekspektasi penurunan sebesar 1,720 juta barel. Pada periode sebelumnya, persediaan distilat berkurang 42 ribu barel.

  • Persediaan minyak mentah di pusat penyimpanan Cushing meningkat 1,862 juta barel, dibandingkan kenaikan 444 ribu barel pada pekan sebelumnya.

Pasar Minyak AS Semakin Ketat, Persediaan di Bawah Rata-Rata Musiman

Laporan terbaru Energy Information Administration (EIA) memperkuat gambaran fundamental yang relatif mendukung pasar minyak AS dalam jangka pendek. Persediaan minyak mentah komersial saat ini berada 3% di bawah rata-rata lima tahun untuk periode yang sama, sementara total persediaan produk minyak bumi komersial turun signifikan sebesar 13,4 juta barel. Kondisi ini menunjukkan bahwa penurunan stok energi secara keseluruhan tidak hanya terbatas pada minyak mentah.

Aktivitas kilang minyak tetap kuat, dengan rata-rata input minyak mentah mencapai 16,6 juta barel per hari, meningkat 135 ribu barel per hari dibandingkan pekan sebelumnya. Tingkat utilisasi kilang juga mencapai 93,5% dari kapasitas operasional yang tersedia, mencerminkan aktivitas pengolahan minyak yang tinggi.

Pada saat yang sama, impor minyak mentah AS turun tajam sebesar 791 ribu barel per hari menjadi 6 juta barel per hari. Penurunan tersebut mengurangi volume pasokan minyak dari luar negeri yang masuk ke pasar domestik dan membantu menjelaskan mengapa persediaan minyak mentah turun jauh lebih besar dari perkiraan.

Produksi bensin meningkat menjadi rata-rata 9,2 juta barel per hari. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan pengolahan minyak masih merespons permintaan produk bahan bakar, meskipun tingkat utilisasi kilang sudah berada pada level tinggi.

Secara keseluruhan, kombinasi penurunan persediaan minyak mentah, berkurangnya impor, dan aktivitas kilang yang kuat memberikan dukungan fundamental bagi harga minyak WTI. Namun, peningkatan stok bensin menunjukkan bahwa kondisi permintaan belum sepenuhnya memberikan sinyal bullish secara merata.

Grafik Harga Minyak WTI (OIL.WTI), Timeframe Harian (D1)

Sumber: XTB

15 Oktober 2026, 19.26

Harga Nikel Anjlok, INSG Proyeksikan Surplus hingga 2027

15 Oktober 2026, 17.51

Gold Naik 1%, Bank Sentral Jadi Penopang Besar

15 Oktober 2026, 14.34

Risk-Off Global Tekan Tech, Gold Naik Jadi Safe Haven

15 Oktober 2026, 12.40

Market Wrap: AI Sell-Off Makin Dalam, Gold Naik Saat Yield Turun

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.