- Saham TMO naik 4% di premarket usai mengumumkan kolaborasi strategis dengan OpenAI.
- Kemitraan ini menunjukkan perusahaan di luar sektor teknologi juga mulai mengadopsi AI. Investor menilai langkah ini sebagai upaya untuk memanfaatkan tren AI global yang mendorong valuasi saham.
- Saham TMO naik 4% di premarket usai mengumumkan kolaborasi strategis dengan OpenAI.
- Kemitraan ini menunjukkan perusahaan di luar sektor teknologi juga mulai mengadopsi AI. Investor menilai langkah ini sebagai upaya untuk memanfaatkan tren AI global yang mendorong valuasi saham.
Thermo Fisher Scientific (TMO.US) mencatat kenaikan sekitar 4% di sesi premarket hari ini setelah mengumumkan kolaborasi strategis dengan OpenAI. Perusahaan akan mengimplementasikan solusi berbasis kecerdasan buatan di berbagai lini bisnis utama — mulai dari penelitian klinis, layanan pelanggan, hingga platform Accelerator™ Drug Development serta ChatGPT Enterprise internal. Tujuan utama kemitraan ini adalah untuk mempercepat waktu pengembangan obat, meningkatkan efisiensi inovasi, dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya di seluruh organisasi.
Langkah ini menjadi contoh terbaru dari perusahaan di luar sektor teknologi tradisional yang menggandeng OpenAI untuk memanfaatkan tren kecerdasan buatan yang tengah mengubah industri global.
Investor melihat langkah seperti ini sebagai peluang bagi sektor non-teknologi untuk ikut menikmati valuasi tinggi yang selama ini didominasi oleh raksasa seperti Nvidia, Microsoft, dan Alphabet. Pasar jelas memberikan respons positif terhadap upaya implementasi AI — membangun narasi bahwa setiap kemitraan semacam ini berpotensi mereplikasi kesuksesan perusahaan teknologi yang telah lama menjadi penerima manfaat utama dari revolusi AI.
Menjelang pembukaan sesi Wall Street, saham Thermo Fisher naik 4%, mendekati level tertinggi lokal dari Oktober, menandakan antusiasme investor terhadap ekspansi AI lintas industri.

Sumber: xStation
Intel Melonjak Usai Nvidia dan Google Pertimbangkan Produksi Chip
US Open: Nasdaq Rebound, Saham AI dan Chip Kembali Menguat
Piala Dunia 2026: Sektor Mana yang Berpotensi Diuntungkan?
NFP AS Melonjak, Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed Menguat
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.