Baca selengkapnya
00.22 · 7 Februari 2026

Tiga Pasar yang Perlu Dipantau Minggu Depan (09.02.2026)

Pekan pembuka Februari terbukti bahkan lebih volatil dibandingkan Januari. Pasar diwarnai oleh aksi jual tajam pada logam mulia, kapitulasi Bitcoin, koreksi signifikan pada saham teknologi AS, serta penguatan kuat dolar AS yang didorong oleh perebutan likuiditas global. Sementara sebagian besar perusahaan blue-chip telah merilis laporan keuangan kuartalan mereka, fokus investor kini mulai bergeser ke “ekonomi riil”. Ke depan, serangkaian data makroekonomi penting AS akan dirilis, termasuk non-farm payrolls (NFP) dan data inflasi. Dalam kondisi volatilitas yang meningkat ini, tiga instrumen layak mendapat perhatian khusus dalam beberapa hari mendatang: EURUSD, SILVER, dan US500.

EURUSD

Dolar AS kembali menemukan daya tariknya seiring rotasi modal yang agresif ke aset kas sebagai bentuk perlindungan. Narasi mengenai potensi “akhir dominasi” greenback tampaknya terlalu dini. Arah pergerakan selanjutnya akan sangat ditentukan oleh serangkaian rilis data makro berisiko tinggi yang akan memberikan gambaran kondisi ekonomi AS serta arah kebijakan The Fed ke depan. Pada Selasa, pasar akan menerima data penjualan ritel Desember, disusul pada Rabu oleh laporan ketenagakerjaan Januari (NFP) yang krusial, yang sebelumnya tertunda akibat penutupan singkat pemerintah. Jumat akan menghadirkan rilis inflasi CPI Januari. Data tenaga kerja yang kuat dipadukan dengan inflasi yang tetap tinggi dapat memperkuat narasi “higher for longer”, menjaga suku bunga tetap tinggi dalam periode yang lebih panjang.

SILVER

Setelah mengalami kejatuhan brutal di akhir Januari, awal Februari belum memberikan banyak kelegaan. Dari rekor tertinggi sepanjang masa hingga titik terendah pekan lalu, harga perak telah kehilangan hampir 50% nilainya. Yang krusial, kekhawatiran terkait potensi kekurangan pasokan fisik kini mereda secara signifikan. Hal ini terlihat tidak hanya di COMEX, tetapi juga di China, di mana premi harga telah menyempit menjadi hanya beberapa dolar. Meski sempat mencoba rebound secara terbatas pada akhir pekan lalu, perak masih berada di bawah tekanan berat. Jika Bitcoin atau Wall Street kembali mengalami gelombang likuidasi, logam putih ini tetap menjadi salah satu aset paling rentan terhadap koreksi lanjutan.

US500

Saham AS menghadapi tekanan jual yang intens di awal Februari, meskipun kebuntuan legislatif terkait penutupan sebagian pemerintah telah terselesaikan. Sentimen pasar memburuk akibat runtuhnya pasar kripto dan logam mulia, serta meningkatnya kejenuhan terhadap raksasa teknologi. Investor kini semakin mencermati belanja modal (CAPEX) yang sangat besar dari perusahaan teknologi, yang sejauh ini belum diterjemahkan menjadi percepatan pertumbuhan pendapatan yang sepadan. Namun, perlu diingat bahwa S&P 500 merepresentasikan spektrum ekonomi yang luas, dan sektor “riil” masih menunjukkan ketahanan relatif. Dalam konteks ini, data penjualan ritel dan ketenagakerjaan akan menjadi penentu utama arah pasar. Laporan keuangan emiten juga tetap menjadi fokus, dengan hasil dari Coca-Cola dan Ford dijadwalkan rilis pada Selasa, disusul McDonald’s dan Cisco pada Rabu.

4 Maret 2026, 01.51

Daily summary: Wall Street Tertekan Konflik Teluk Persia

3 Maret 2026, 22.23

US Open: Wall Street Berdarah

3 Maret 2026, 13.45

Morning Wrap (03.03.2026)

3 Maret 2026, 02.09

Daily summary: Pasar Tak Gentar, Valuasi Menyesuaikan

Bergabunglah dengan lebih dari 2.000.000 investor XTB dari seluruh dunia
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.