Baca selengkapnya
00.53 · 10 Januari 2026

Tiga Pasar yang Perlu Dipantau Pekan Depan (09.01.2026)

Tahun baru di pasar keuangan dimulai dengan derasnya rilis data makroekonomi penting serta dimulainya kembali musim laporan keuangan di Wall Street. Setelah laporan terbaru pasar tenaga kerja AS, perhatian investor kini beralih ke rilis data inflasi yang akan datang. Dengan laporan keuangan perusahaan besar pertama dijadwalkan rilis pekan ini, fokus pasar tertuju pada tiga pasar utama: EURUSD, S&P 500, dan silver/perak.

EURUSD

Awal pekan ini relatif tenang dari sisi agenda makroekonomi. Namun, hari Selasa akan menghadirkan rilis krusial Indeks Harga Konsumen (CPI) AS untuk Desember. Sinyal ekonomi yang bercampur belakangan ini mendorong revisi signifikan ke bawah terhadap ekspektasi pasar terkait besaran pemangkasan suku bunga tahun ini. Probabilitas penurunan suku bunga sedini Maret kini anjlok ke sekitar 30%, turun tajam dari level 50% sebelumnya.
 Konsensus pasar memperkirakan inflasi utama tetap tinggi di kisaran 2,7%, dengan potensi kenaikan tipis pada inflasi inti. Jika proyeksi ini terealisasi, dolar AS berpeluang mendapatkan momentum baru untuk melanjutkan penguatan.

US500 (S&P 500)

Ketidakpastian terkait legalitas tarif yang diberlakukan Donald Trump masih membayangi pasar. Namun, perhatian investor kini beralih ke dimulainya musim laporan keuangan kuartalan di Wall Street. Sesuai tradisi, sektor perbankan akan mendominasi agenda pekan ini. JPMorgan dan BNY Mellon dijadwalkan melaporkan kinerja pada hari Selasa, disusul Bank of America, Citigroup, dan Wells Fargo pada hari Rabu. Pada hari Kamis, giliran Morgan Stanley dan Goldman Sachs yang merilis laporan keuangan.
 Selain itu, sektor teknologi juga akan mendapatkan sorotan pada hari Kamis melalui laporan dari Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), produsen chip terbesar di dunia. Analis memperkirakan pertumbuhan pendapatan dan laba yang solid pada kuartal terakhir 2025, khususnya bagi bank-bank yang diuntungkan oleh kebangkitan aktivitas investment banking serta lonjakan volume perdagangan.

SILVER

Perak menutup tahun 2025 dengan kinerja yang sangat kuat. Meski sempat mengalami koreksi pada akhir Desember, awal Januari menunjukkan upaya untuk kembali membangun momentum kenaikan. Namun demikian, kekhawatiran akan koreksi yang lebih luas di pasar logam mulia mulai meningkat, terutama pada aset yang mencatat kenaikan paling agresif.
 Di pasar perak, saat ini terlihat adanya penarikan dana dari ETF yang menjual perak fisik. Pada saat yang sama, minat investor terhadap posisi jual (short positions) meningkat, sementara proses penyeimbangan ulang tahunan indeks komoditas berpotensi memicu likuidasi posisi beli di pasar futures. Hari-hari ke depan akan menentukan apakah kombinasi faktor negatif ini cukup kuat untuk menghentikan tren kenaikan perak yang telah bertahan sejak Mei 2025.

16 April 2026, 13.38

Market Wrap: US500 Cetak Rekor Kembali

16 April 2026, 00.44

Nasdaq Pimpin Kenaikan, S&P 500 Dekati ATH

15 April 2026, 23.36

PHK “AI”: Apakah ini sekadar fiksi?

15 April 2026, 22.41

Saham Allbirds melonjak lebih dari 500% dalam satu sesi

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.