23.41 · 8 Oktober 2026

Trump Tahan Serangan ke Iran, Harga Oil Langsung Turun

Inti pembahasan
Inti pembahasan
  • Trump menunda serangan terhadap Iran: Presiden AS Donald Trump mengumumkan penundaan serangan hingga setelah pemilu kongres pada 3 November 2026, meskipun blokade terhadap Iran tetap berlaku.
  • Harga minyak langsung turun: Keputusan tersebut meredakan kekhawatiran eskalasi konflik di Timur Tengah, sehingga premi risiko geopolitik berkurang dan harga Brent turun ke bawah US$104 per barel.
  • Risiko geopolitik belum sepenuhnya mereda: Kelanjutan negosiasi AS-Iran dan blokade yang masih berlaku dapat kembali memengaruhi sentimen pasar serta pergerakan harga minyak.

Presiden Donald Trump mengumumkan di Truth Social bahwa AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu kongres pada 3 November. Menurut Trump, keputusan itu diambil karena adanya “productive talks” dengan Teheran. Pada saat yang sama, ia juga menegaskan bahwa blokade terhadap Iran tetap berlaku sepenuhnya. Trump menambahkan bahwa volume oil yang melintasi Selat Hormuz berada pada level rekor. Menurutnya, sekitar 22 juta barel melintas dalam satu malam, namun tidak ada yang berasal dari atau menuju Iran. Ia juga kembali memberikan pernyataan tegas bahwa Iran tidak akan memiliki senjata nuklir.

Keputusan Donald Trump untuk menunda serangan AS terhadap Iran meredakan kekhawatiran eskalasi konflik di Timur Tengah, sehingga premi risiko geopolitik pada harga oil berkurang dan memicu penurunan harga minyak dunia.

 

Image

Pernyataan resmi Trump. Sumber: Truth Social

Pasar merespons cepat komentar tersebut dengan mengurangi premi risiko geopolitik yang sebelumnya menopang harga oil. Brent turun ke bawah US$104 per barel, sementara WTI melepas kenaikan sebelumnya dan turun sekitar 1,73% pada chart 30 menit, turun ke area US$91. Secara harian, WTI masih membukukan kenaikan sekitar 2,5%, tetapi pergerakan intraday menunjukkan bagaimana pasar dengan cepat menyesuaikan harga ketika risiko eskalasi mulai dianggap menurun. Pada chart 30 menit, terlihat adanya penolakan tajam dari area US$93 setelah lonjakan kuat pada jam-jam sebelumnya. Pergerakan ini menunjukkan bahwa investor langsung memangkas posisi yang sebelumnya dibangun atas dasar kekhawatiran konflik di Timur Tengah. Sementara itu, RSI mendingin ke sekitar 44, sedangkan pasangan EUR/USD tidak menunjukkan reaksi yang terlalu besar terhadap perkembangan ini.

 

Sumber: xStation 

Dampak Keputusan Trump terhadap Harga Oil

Keputusan Trump untuk menunda serangan terhadap Iran memengaruhi pasar minyak dunia melalui beberapa faktor utama:

  • Premi risiko geopolitik menurun: Kekhawatiran terhadap eskalasi konflik AS-Iran mereda, sehingga tekanan kenaikan harga oil akibat risiko geopolitik berkurang.

  • Risiko gangguan pasokan berkurang: Penundaan serangan menurunkan kekhawatiran terhadap gangguan distribusi oil dari Timur Tengah, khususnya melalui Selat Hormuz.

  • Ketidakpastian pasar masih tinggi: Blokade terhadap Iran tetap berlaku, sehingga harga oil masih sensitif terhadap perkembangan negosiasi dan potensi eskalasi konflik berikutnya.

Sinyal bahwa situasi tidak akan meningkat setidaknya hingga November membantu meredakan sebagian risiko pasokan yang sebelumnya mendorong kenaikan harga oil. Namun, masih ada dua ketidakpastian utama yang perlu diperhatikan pasar. Pertama adalah keberlanjutan negosiasi antara AS dan Iran. Kedua adalah kelanjutan blokade, yang tetap secara inheren membatasi arus komoditas penting dari kawasan tersebut. Artinya, meski harga oil turun hari ini, isu Iran belum benar-benar keluar dari radar pasar. Selama pembicaraan masih berlangsung dan kebijakan blokade belum berubah, pasar energi kemungkinan akan tetap sensitif terhadap setiap perkembangan baru dari kawasan Timur Tengah.

Sumber: XTB

29 Oktober 2026, 11.00

Fed Tahan Bunga, Emas Gagal Naik

28 Oktober 2026, 15.47

WTI Tahan US$100, Siap Melonjak Lagi?

28 Oktober 2026, 13.42

Market Wrap: Minyak Naik, Fed Bikin Cemas!

28 Oktober 2026, 11.30

Emas Bisa Rally Usai FOMC Malam Ini?

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.