16.21 · 16 Oktober 2026

TSMC dan Elon Musk Bahas Proyek Terafab

TSMC, perusahaan manufaktur chip kontrak terbesar di dunia, sedang menjajaki peluang ekspansi operasional di Texas, Amerika Serikat, dan mengonfirmasi bahwa perusahaan tengah melakukan pembicaraan mengenai Terafab, proyek semikonduktor yang dipimpin oleh Elon Musk. Diskusi ini berlangsung pada momentum penting bagi industri semikonduktor global, ketika permintaan chip kecerdasan buatan (AI) terus melonjak. Bahkan perusahaan teknologi dengan kemampuan finansial besar kini semakin aktif mencari cara untuk memastikan pasokan chip canggih yang stabil dan dapat diandalkan.

TSMC telah mengirimkan sejumlah tim ke Texas untuk mengevaluasi potensi peluang investasi. Namun, hingga saat ini belum ada kesepakatan yang dicapai, dan struktur investasi yang mungkin dilakukan juga belum diputuskan. Chairman TSMC menegaskan bahwa setiap fasilitas yang memproduksi chip TSMC harus dioperasikan langsung oleh perusahaan asal Taiwan tersebut. Persyaratan ini menjadi penting karena Elon Musk sebelumnya menyatakan bahwa Tesla dan SpaceX akan membangun sekaligus mengoperasikan Terafab secara mandiri. Oleh karena itu, pembicaraan kedua pihak kemungkinan tidak hanya mencakup pendanaan dan kapasitas produksi, tetapi juga siapa yang nantinya memiliki kendali penuh atas proses manufaktur semikonduktor.

Bagi Elon Musk, tujuan utama proyek Terafab adalah mengurangi ketergantungan terhadap pemasok chip eksternal. Tesla membutuhkan semikonduktor yang semakin canggih untuk mengembangkan teknologi kendaraan otonom dan robot humanoid, SpaceX terus memperluas infrastrukturnya, sementara xAI memerlukan kapasitas komputasi yang sangat besar untuk mendukung pengembangan kecerdasan buatan. Pembangunan fasilitas manufaktur chip khusus dapat membantu perusahaan-perusahaan Musk mengamankan pasokan semikonduktor sekaligus mengembangkan prosesor yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing bisnis. Meski demikian, Terafab kemungkinan belum dapat menggantikan pemasok yang sudah ada dalam waktu dekat. Membangun pabrik semikonduktor merupakan tantangan besar, tetapi mencapai tingkat keberhasilan produksi (yield) yang tinggi, menjaga konsistensi kualitas, dan menjalankan produksi dalam skala besar merupakan tantangan yang jauh lebih kompleks.

Bagi TSMC, potensi kemitraan dengan Elon Musk dapat membuka peluang proyek besar lainnya ketika perusahaan sedang mempercepat ekspansi kapasitas manufaktur chip. Pada kuartal III 2026, pendapatan TSMC melonjak 51% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi US$46,7 miliar, sementara laba bersih meningkat 69% menjadi US$23,6 miliar. TSMC memperkirakan belanja modal (capital expenditure/capex) sepanjang 2026 akan mencapai US$60–64 miliar. Perusahaan juga telah menaikkan proyeksi pertumbuhan pendapatan tahunan menjadi sekitar 44%, mencerminkan kuatnya permintaan chip canggih di tengah ekspansi infrastruktur AI global.

Pembicaraan mengenai Terafab juga mencerminkan perubahan struktural yang lebih luas dalam industri semikonduktor. Pelanggan terbesar TSMC kini semakin berupaya mengamankan akses terhadap pasokan chip, sementara sebagian dari mereka juga mengembangkan prosesor sendiri. Tren ini berpotensi mengubah hubungan antara perusahaan manufaktur semikonduktor dan perusahaan teknologi. Alih-alih sepenuhnya bergantung pada pemasok eksternal, perusahaan teknologi besar semakin berusaha memperoleh kendali yang lebih luas atas seluruh rantai pasokan mereka. Bagi TSMC, perubahan tersebut menciptakan peluang untuk mendapatkan kontrak bisnis baru, tetapi sekaligus membuat perencanaan kapasitas produksi menjadi lebih kompleks karena setiap pelanggan memiliki tujuan strategis yang semakin beragam.

Untuk saat ini, Terafab masih merupakan proyek yang berada dalam tahap pembahasan, bukan fasilitas manufaktur yang sudah beroperasi dan mampu memberikan kontribusi material terhadap kinerja keuangan TSMC maupun perusahaan-perusahaan Elon Musk. Apabila TSMC akhirnya bergabung dalam proyek tersebut, keputusan itu dapat menunjukkan bahwa bahkan Elon Musk, yang dikenal memiliki ambisi membangun teknologi secara internal, menyadari betapa sulitnya mereplikasi keahlian manufaktur semikonduktor TSMC dalam waktu singkat. Bagi investor saham TSMC (TSM), Tesla (TSLA), dan ETF semikonduktor AS, pertanyaan terpenting adalah apakah Terafab pada akhirnya mampu menghasilkan tambahan kapasitas produksi chip yang signifikan atau justru tetap menjadi upaya berbiaya tinggi untuk mengurangi ketergantungan terhadap pemasok semikonduktor yang sudah ada.

Sumber: XTB Research

16 Oktober 2026, 15.47

KFC Pilih Coca-Cola, Pepsi Kehilangan Kontrak

16 Oktober 2026, 15.27

Harga Gas Alam AS Turun, Sinyal Rebound?

16 Oktober 2026, 01.11

Daily summary: Wall Street Rebound, Emas dan Perak Naik

15 Oktober 2026, 23.11

Dow Jones Naik 1%, Yield Treasury Turun

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.