14.21 · 18 September 2026

Ueda Tegaskan BoJ Belum Selesai Naikkan Bunga

Pernyataan Utama Ueda Setelah Keputusan BoJ

Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda menyampaikan pesan yang lebih hawkish dalam konferensi pers setelah bank sentral menaikkan suku bunga.

  • Ekonomi Jepang masih mengalami pertumbuhan moderat, sementara underlying inflation secara bertahap bergerak menuju target 2%.
  • Terdapat risiko inflasi melampaui target karena perusahaan semakin agresif menaikkan harga dan upah. Kondisi ini membutuhkan kewaspadaan dan menjadi alasan bagi kenaikan suku bunga lanjutan.
  • Bank of Japan akan terus menjalankan siklus pengetatan moneter secara bertahap, dengan menyesuaikan tingkat akomodasi berdasarkan perkembangan ekonomi dan harga.
  • Fase kebijakan moneter telah mengalami perubahan penting. Fokus jangka pendek kini tertuju pada bagaimana memastikan inflasi dapat bertahan secara stabil di sekitar 2%.
  • BoJ tidak memiliki jadwal tetap untuk kenaikan suku bunga berikutnya. Keputusan akan dibuat secara fleksibel pada setiap pertemuan dengan mempertimbangkan perkembangan ekonomi serta risiko eksternal, termasuk kondisi Timur Tengah dan permintaan dari sektor AI.
  • Ueda juga mengindikasikan bahwa BoJ tetap dapat melanjutkan kenaikan suku bunga meskipun terdapat perbedaan pandangan di antara anggota board. Dengan kata lain, resistensi dari kelompok yang lebih dovish tidak serta-merta menghentikan proses normalisasi kebijakan.

Nada hawkish Ueda dan penegasannya bahwa BoJ tidak akan mengubah arah hanya karena adanya dissenting votes dibaca pasar sebagai sinyal bahwa kenaikan suku bunga berikutnya masih terbuka.

 

18 September 2026, 13.23

BoJ Naikkan Bunga, Sinyalnya Kurang Kuat

18 September 2026, 12.46

Kalender Ekonomi: BoJ Naikkan Bunga, Pasar Pantau Data Global

18 September 2026, 12.30

Market Wrap: Yield Turun, Emas Naik Setelah BoJ dan The Fed

18 September 2026, 01.17

Daily Summary: Nasdaq Pimpin Rally Wall Street

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.