Kontrak berjangka indeks saham AS bergerak lebih tinggi namun memangkas kenaikan setelah pembukaan perdagangan. Sentimen didukung oleh membaiknya risk appetite setelah Presiden Donald Trump memberi sinyal pembalikan arah dalam retorika tarif terbarunya yang terkait dengan ketegangan seputar Greenland. Perubahan sikap ini membantu pasar menstabilkan diri setelah periode volatilitas tajam. Setelah rilis data makro AS, US100 berusaha bertahan di atas EMA50 (garis merah) pada interval D1, sementara indikator RSI menunjukkan sinyal yang masih bercampur.
Sejumlah nama besar seperti Microsoft, Nvidia, dan Tesla masih diperdagangkan jauh di bawah puncak harga terbarunya, menjaga narasi “reset valuasi” tetap relevan. Meta Platforms menjadi salah satu saham AS terkuat di Wall Street hari ini. Saham perusahaan tersebut memantul dari level terendah lokal, didorong oleh pandangan analis Jefferies yang mendorong investor untuk melakukan strategi buy the dip setelah koreksi sekitar 20%.
Sumber: xStation5

Meta Platforms (META.US) dan ADR Alibaba (BABA.US) menjadi saham terkuat di Wall Street hari ini. Sumber: xStation5
Apa yang mendorong rebound?
Pasar tampaknya merespons positif apa yang oleh pelaku pasar disebut sebagai episode “TACO” lainnya — pola di mana ancaman perdagangan yang agresif diikuti oleh pelunakan atau penundaan kebijakan. Kali ini, fokus tertuju pada langkah Trump yang mundur dari rencana penerapan tarif terhadap sejumlah negara Eropa, yang sebelumnya dikaitkan dengan negosiasi terkait Greenland.
Pada saat yang sama, investor bersiap menghadapi rilis data inflasi AS yang tertunda (PCE), yang berpotensi sangat mempengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve dalam beberapa bulan ke depan.
-
S&P 500 bergerak lebih tinggi, memperpanjang rebound dari penutupan Rabu
-
Nasdaq memimpin kenaikan dengan nuansa risk-on yang lebih kuat di sektor teknologi
-
Imbal hasil obligasi Treasury sedikit lebih rendah di awal sesi
-
Harga minyak turun tipis, emas sedikit melemah, dan Bitcoin bergerak marginal lebih rendah
Meskipun suasana pasar terlihat membaik, gambaran besarnya masih rapuh. Investor memantau apakah tekanan inflasi yang dipicu tarif benar-benar mereda, yang dapat memberi ruang lebih besar bagi The Fed untuk memangkas suku bunga di akhir tahun. Walaupun pasar bereaksi positif terhadap pelunakan tarif, tema geopolitik masih belum terselesaikan. Greenland kembali menjadi sumber risiko utama, dan para pelaku pasar meningkatkan kewaspadaan. Awal musim laporan keuangan sejauh ini tergolong solid. Sebagian besar perusahaan yang telah melaporkan kinerja berhasil melampaui ekspektasi, namun investor kini lebih fokus pada panduan ke depan (forward guidance) dibandingkan hasil historis.
- Klaim pengangguran AS: 200 ribu vs 209 ribu perkiraan dan 198 ribu sebelumnya, dengan klaim berkelanjutan sedikit lebih rendah dari perkiraan
- PDB AS QoQ final: 4,4% vs 4,3% perkiraan dan 4,3% sebelumnya. Indeks harga: 3,8% YoY, sesuai ekspektasi. PCE: 2,8% YoY, sesuai ekspektasi

Sumber: XTB Research, BLS, Bloomberg Finance L.P.
Saham yang menjadi sorotan
-
AMD (AMD.US) melonjak pada perdagangan after-hours setelah melampaui ekspektasi
-
Lululemon (LULU.US) menguat setelah mengumumkan rencana pembelian kembali saham
-
Abbott (ABT) turun 4% setelah merilis laporan keuangan kuartal keempat
-
Axogen (AXGN) turun 7% setelah mengumumkan penawaran saham biasa senilai USD 85 juta
-
Knight-Swift (KNX) turun 2% setelah laba Q4 di bawah ekspektasi
-
Mobileye (MBLY) melonjak 6% setelah panduan pendapatan dinaikkan
-
Procter & Gamble (PG) turun 1,6% seiring pertumbuhan penjualan organik yang stagnan dan volume yang melemah
-
Rocket Lab (RKLB) naik 2% setelah perusahaan menyatakan bahwa uji kualifikasi memicu kerusakan selama uji tekanan hidrostatik
-
Sphere Entertainment (SPHR) naik 3% setelah BTIG meningkatkan rekomendasi saham menjadi “Buy”
-
Venture Global (VG) melonjak 10% setelah memenangkan sengketa dengan Repsol Spanyol terkait pengiriman LNG dari fasilitas ekspor Louisiana
Sumber: xStation5
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh OJK.
Morning wrap (27.01.2026)
US Open: Big Tech, The Fed, dan Politik Bergerak Aktif. Pekan Ujian bagi Pasar!
Kasus Menarik Nvidia di China. Paradoks Chip Tahun Ini?
Kalender Ekonomi: Data Ifo dari Jerman dan Penjualan Ritel Polandia 💡 Kalender Earnings Wall Street❗