Indeks utama AS menguat hari ini, sementara ekspektasi terhadap kebijakan The Fed terlihat semakin melunak.
Pertama, data PCE yang lebih baik dari perkiraan gagal mengonfirmasi kekhawatiran bahwa inflasi kembali mengalami percepatan.
Beberapa hari kemudian, data NFP yang lebih lemah menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja AS juga mulai kehilangan momentum.
Ekspektasi kenaikan suku bunga pada pertemuan berikutnya kini hampir sepenuhnya menghilang dari pasar.
Hal ini menjadi kabar positif bagi perusahaan yang valuasinya sangat sensitif terhadap biaya modal.
Dengan saham teknologi diperdagangkan pada multiple yang tinggi, kenaikan suku bunga tambahan akan menjadi tekanan baru terhadap valuasi.
Namun, skenario tersebut kini semakin menjauh.
The Fed memiliki ruang untuk menunggu data berikutnya dan menilai apakah pelemahan pasar tenaga kerja benar-benar menjadi sinyal perlambatan ekonomi yang lebih luas.
Harga oil juga mulai berhenti menambah tekanan terhadap pasar.
Brent turun ke bawah US$100 per barel, mengembalikan sebagian kenaikan sebelumnya.
Jika tren ini berlanjut, harga energi yang lebih rendah dapat menjadi alasan tambahan bagi The Fed untuk mengambil pendekatan yang lebih berhati-hati.
Harga energi yang turun berarti tekanan terhadap harga konsumen ikut berkurang, sehingga risiko bank sentral harus kembali menaikkan suku bunga juga semakin kecil.
Namun, Treasury yield yang tinggi masih membayangi Wall Street.
Yield obligasi 10 tahun tetap berada pada level yang dapat menekan valuasi saham sekaligus menawarkan alternatif return yang menarik bagi sebagian investor.
Untuk sesi hari ini, tekanan tersebut belum cukup kuat untuk menghentikan kenaikan pasar.
Investor mendapat sinyal yang semakin jelas bahwa kenaikan suku bunga berikutnya bukan lagi skenario utama.
Musim earnings kuartal ketiga baru mulai memasuki fase yang lebih aktif, dan hasil perusahaan akan segera kembali memainkan peran besar dalam menentukan arah pasar.
Untuk saat ini, Wall Street mendapat dukungan dari kombinasi yang relatif sederhana: inflasi belum memberikan alasan baru bagi The Fed untuk bertindak, pasar tenaga kerja mulai melemah, dan harga oil sudah berhenti naik.
Dalam kondisi tersebut, pasar saham memiliki ruang yang lebih besar untuk bergerak naik dibandingkan beberapa pekan sebelumnya.

Berita Perusahaan
Micron (MU.US) diperdagangkan melemah hari ini setelah rally kuat di sektor memory pada awal bulan. Investor terlihat melakukan profit-taking dan tetap berhati-hati menjelang laporan keuangan dari produsen memory Asia, meskipun rekomendasi positif masih mendukung outlook jangka panjang perusahaan.
AMD (AMD.US) naik sekitar 2% hari ini dan mengungguli sebagian sektor semikonduktor. Saham mendapat dukungan dari rencana peningkatan pasokan chip pada 2027, yang diharapkan memungkinkan AMD memenuhi pertumbuhan permintaan terkait AI dengan lebih baik.
Uber (UBER.US) menguat setelah mengumumkan akuisisi ezCater senilai US$2,3 miliar. Kesepakatan ini memperkuat bisnis delivery dan business services Uber. Perusahaan juga memperkirakan margin dapat meningkat berkat tingginya nilai pesanan yang diproses melalui platform catering tersebut.
ServiceNow (NOW.US) tetap menjadi perhatian setelah downgrade terbaru yang terutama berkaitan dengan valuasi perusahaan yang tinggi. Di sisi lain, saham tetap mendapat dukungan dari permintaan terhadap sektor teknologi, sementara investor masih melihat potensi pertumbuhan dari automation dan agentic AI.
Marvell Bisa Jadi Penerima Manfaat Bottleneck AI Berikutnya
S&P 500 Dekati Rekor, Earnings dan Oil Jadi Penopang
Oil Turun 2%, Pasokan Teluk Persia Jadi Tekanan
NGAS: Peluang Baru di Pasar Energi
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.