Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran target 3,75%–4,00%, sesuai ekspektasi pasar.
Namun, keputusan tersebut disertai sinyal yang relatif hawkish. Melalui revisi jalur suku bunga dan proyeksi ekonomi, The Fed mengindikasikan bahwa kebijakan moneter kemungkinan akan tetap ketat lebih lama atau higher for longer.
Poin Utama Pernyataan FOMC
- Komite secara bulat, dengan voting 12–0, memutuskan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin. Ini menjadi kenaikan suku bunga pertama The Fed dalam tiga tahun.
- The Fed tetap menyatakan bahwa “inflation remains elevated”, tetapi menghapus wording sebelumnya yang mengaitkan tekanan harga terutama dengan supply shock. Perubahan tersebut memperkuat pesan bahwa bank sentral tetap mengambil tanggung jawab terhadap tekanan inflasi.
- Pernyataan FOMC juga menaikkan penilaian terhadap aktivitas ekonomi, yang kini disebut tumbuh dalam “solid pace”, didukung oleh domestic spending yang resilien, pertumbuhan produktivitas yang kuat, dan capital investment yang tetap tinggi.
Revisi Summary of Economic Projections
- Median proyeksi suku bunga akhir 2026 dinaikkan menjadi 4,1%, dari 3,8% pada Juni.
- Proyeksi suku bunga 2027 juga dinaikkan menjadi 4,1%, dari sebelumnya 3,6%. Jalur ini mengindikasikan kemungkinan satu kenaikan suku bunga tambahan tahun ini.
- Proyeksi pertumbuhan real GDP 2026 dinaikkan menjadi 2,3%, dari 2,2% pada Juni.
- Proyeksi unemployment rate akhir 2026 diturunkan menjadi 4,1%, dari 4,3%.
- Proyeksi inflasi PCE 2026 dinaikkan menjadi 3,7%, dari 3,6%.
- Core PCE juga direvisi naik menjadi 3,4%, dari 3,3%.

The Fed melihat peluang kenaikan suku bunga tambahan tahun ini, disertai proyeksi inflasi sedikit lebih tinggi dan unemployment rate lebih rendah. Sumber: Fed

Hampir seluruh anggota FOMC memperkirakan masih ada kenaikan suku bunga tambahan tahun ini. Namun, sebagian anggota juga mulai melihat kemungkinan pemangkasan suku bunga pada tahun depan. Sumber: Fed
Pasar Membaca Keputusan The Fed sebagai Hawkish
Hasil pertemuan ini secara keseluruhan memberikan sinyal hawkish.
Dengan menaikkan proyeksi inflasi sekaligus menggeser jalur suku bunga lebih tinggi hingga beberapa tahun ke depan, The Fed mengindikasikan bahwa kebijakan moneter ketat kemungkinan akan bertahan lebih lama.
Reaksi pasar terlihat cukup jelas setelah pengumuman.
Dolar AS menguat tajam, mendorong EURUSD turun dan menguji area 1,1500.
Harga emas dengan cepat kehilangan kenaikan yang sempat terbentuk sebelum keputusan, seiring ekspektasi real yield bergerak lebih tinggi.
Sementara itu, indeks saham AS seperti US500 atau S&P 500 futures menghapus rebound intraday sebelumnya karena pasar mulai menyesuaikan valuasi terhadap prospek kebijakan The Fed yang lebih ketat.
Daily Summary - The Fed Naikkan Bunga, Wall Street Tertekan
The Fed Naikkan Bunga, Dolar Menguat
Warsh Tegaskan Inflasi Jadi Prioritas The Fed
Emas Bertahan Jelang Keputusan The Fed
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.