Indeks saham Amerika Serikat membuka pekan baru dengan penguatan signifikan. Dow Jones naik sekitar 0,8% atau lebih dari 400 poin, Nasdaq menguat sekitar 0,7%, dan S&P 500 naik sekitar 0,5%. Futures US100 dan US500 masing-masing menguat sekitar 0,65% dan 0,5%. Pendorong utama sentimen bullish adalah penurunan tajam harga minyak, sementara pemulihan saham teknologi setelah pelemahan pada Jumat memberikan dukungan tambahan. Sentimen pasar mulai membaik setelah Oktober yang sangat volatil. Nasdaq mencatat kinerja bulanan terburuk sejak Maret 2025 akibat kekhawatiran terhadap belanja AI, sementara Dow Jones justru naik hampir 2% berkat perpindahan modal investor ke sektor-sektor defensif.
Pasar minyak menjadi penggerak utama perdagangan hari ini. Harga minyak Brent turun sekitar 6,3% menuju US$106 per barel, sementara WTI anjlok sekitar 5,5% hingga berada di bawah US$98 per barel. Penurunan semakin tajam setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa Presiden Donald Trump lebih memilih menyelesaikan konflik dengan Iran melalui jalur diplomasi. Setelah dua hari pembicaraan yang melibatkan Qatar, pihak Iran juga memberikan sinyal bahwa kesepakatan masih memungkinkan, tetapi hanya jika tuntutan mereka benar-benar dipenuhi. Selain itu, muncul laporan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran telah memberikan kewenangan tertentu kepada pemerintah untuk melakukan perundingan damai. Perkembangan ini penting karena pasar sebelumnya telah memperhitungkan risiko eskalasi militer besar segera setelah pemilu AS. Trump sebelumnya menyatakan tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu paruh waktu. Namun, risiko konflik belum sepenuhnya hilang karena serangan terhadap kapal dan kilang minyak di Timur Tengah masih berlangsung, sementara otoritas Iran tetap mengancam tindakan balasan. Meski demikian, harga minyak yang lebih murah membantu meredakan tekanan inflasi yang sedang dihadapi Federal Reserve. Dolar AS melemah, dengan USDIDX turun 0,3% dan EURUSD naik 0,5%, sehingga mendukung penguatan logam mulia. Harga emas naik sekitar 2,2%, sementara perak menguat sekitar 3,5%.
Latar belakang utama pergerakan pasar adalah pemilu Kongres AS pada Selasa. Pasar memperkirakan Partai Demokrat akan mengambil alih kendali Dewan Perwakilan Rakyat, sementara hasil pemilihan Senat masih belum pasti. Secara historis, kondisi Kongres yang terbagi di bawah presiden dari Partai Republik cenderung menguntungkan pasar saham. Menurut Morgan Stanley, indeks S&P 500 rata-rata naik 23% dalam satu tahun setelah pemilu dengan konfigurasi politik tersebut, dibandingkan kenaikan 16% ketika Partai Demokrat menguasai kedua kamar Kongres. Namun, hasil pemilu dapat memberikan dampak signifikan terhadap sektor-sektor yang bergantung pada kebijakan Washington, termasuk industri pertahanan, layanan kesehatan terkait pemangkasan Medicaid, mata uang kripto melalui Clarity Act, serta sektor AI yang menghadapi perdebatan mengenai pihak yang harus menanggung biaya energi untuk data center. Pekan ini, investor juga akan mencermati laporan ketenagakerjaan AS pada Jumat, serta laporan keuangan Apple setelah penutupan pasar hari ini, McDonald's, dan Qualcomm.
Pergerakan sektoral Wall Street menunjukkan perbedaan yang jelas akibat perubahan harga minyak. Sektor energi menjadi kelompok dengan kinerja terburuk. Diamondback Energy, Devon Energy, dan Occidental Petroleum masing-masing melemah sekitar 3,4%. Perusahaan kimia dan pupuk juga menghadapi tekanan, dengan LyondellBasell turun 4,5% dan CF Industries melemah 3,5%. Sebaliknya, sektor yang paling diuntungkan oleh harga bahan bakar yang lebih murah adalah maskapai penerbangan, pariwisata, dan barang konsumsi siklikal. Saham dengan penguatan terbesar di S&P 500 mencakup United Airlines (+5,7%), Marriott (+4,7%), Carvana (+4,7%), dan Chipotle (+3,6%). Perusahaan pertambangan emas juga mencatat kinerja positif, dipimpin oleh Newmont (+3,6%). Sementara itu, sektor teknologi menunjukkan pergerakan yang beragam. Sejumlah perusahaan AI dan memori chip menguat, tetapi beberapa saham yang terkait dengan pembiayaan infrastruktur AI justru mengalami penurunan tajam.
Perkembangan Saham Perusahaan
Marvell Technology (MRVL) mengumumkan akuisisi produsen komponen optik Lumentum melalui transaksi yang seluruhnya menggunakan saham (all-stock transaction). Nilai perusahaan (enterprise value) Lumentum diperkirakan mencapai sekitar US$115 miliar. Dalam kesepakatan tersebut, pemegang saham Lumentum akan menerima 4,5 saham Marvell untuk setiap satu saham Lumentum, sementara penyelesaian transaksi diperkirakan berlangsung pada paruh pertama 2028. Akuisisi ini menjadi salah satu taruhan investasi AI terbesar tahun ini karena kedua perusahaan berencana menggabungkan teknologi kelistrikan dan optik yang dibutuhkan data center. Sebelum pembukaan pasar, kedua saham sempat menguat. Namun, setelah perdagangan dimulai, respons investor terhadap kesepakatan tersebut cenderung negatif. Saham Lumentum turun sekitar 9,6% dan Marvell melemah sekitar 5,2%, menjadikan keduanya termasuk saham dengan kinerja terburuk dalam S&P 500. Hal ini terjadi karena dalam transaksi pertukaran saham, harga saham Marvell menentukan nilai akhir kesepakatan.
Saham Oracle (ORCL) turun sekitar 4–5% setelah perusahaan mengajukan dokumen terkait rencana penerbitan saham senilai US$10 miliar dan obligasi senilai US$10 miliar. Dana tersebut antara lain akan digunakan untuk investasi infrastruktur AI dan pembayaran utang. Oracle sebenarnya telah mengumumkan rencana ini dalam acara investor pekan sebelumnya, tetapi konfirmasi resmi tersebut kembali meningkatkan kekhawatiran pasar mengenai cara perusahaan teknologi membiayai ekspansi AI. Harga saham Oracle telah turun sekitar 33% sepanjang tahun ini dan sekitar 50% dalam 12 bulan terakhir.
Anthropic menerbitkan prospektus terbaru yang mencakup hasil keuangan kuartal ketiga. Pendapatan selama sembilan bulan pertama mencapai US$33,2 miliar, meningkat sekitar 1.200% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, kerugian bersih selama periode tersebut mencapai US$104 miliar. Perusahaan juga meningkatkan komitmen belanjanya untuk layanan Google Cloud menjadi US$121,3 miliar, yang menjadi sinyal positif bagi Alphabet (GOOGL). Di antara perusahaan teknologi berkapitalisasi besar, Amazon (AMZN) mencatat penguatan menonjol sekitar 4%, sementara Nvidia (NVDA) dan Tesla (TSLA) masing-masing naik lebih dari sekitar 1–2%.
Saham CrowdStrike (CRWD) sempat naik lebih dari 3% sebelum pembukaan pasar setelah Deutsche Bank menaikkan rekomendasinya menjadi "buy", dengan pandangan bahwa perkembangan AI akan memperluas pasar keamanan siber (cybersecurity). Namun, setelah perdagangan dibuka, saham berbalik arah dan turun sekitar 3,5%. Sementara itu, Rivian (RIVN) menguat hampir 4% setelah UBS meningkatkan rekomendasi sahamnya, dengan menilai aksi jual terbaru sebagai peluang beli menjelang peningkatan produksi model R2. Estée Lauder (EL) naik sekitar 3,5% setelah melaporkan hasil keuangan yang jauh lebih baik dari ekspektasi, dengan EPS sebesar US$0,72 dibandingkan perkiraan US$0,51, sekaligus menaikkan proyeksi kinerja setahun penuh.
Laba S&P 500 Melonjak 30%! Era Dominasi Magnificent Seven Berakhir?
Harga Minyak Anjlok 3,5%! Trump Redam Konflik Iran?
AMD Bisa Jadi Korban Selanjutnya Usai Intel Anjlok 29%?
Kalender Ekonomi: Earnings Apple & Palantir, Nasdaq Siap Bergejolak?
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.