20.54 · 28 Agustus 2026

US Open: Wall Street Tenang Jelang Pidato Warsh di Jackson Hole

Wall Street membuka sesi Jumat dengan relatif tenang, dengan S&P 500 diperdagangkan dekat level penutupan Kamis setelah rebound kuat di sektor teknologi. Investor terutama menunggu pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole, yang dapat membentuk ekspektasi terhadap arah suku bunga dalam beberapa bulan ke depan. Fed funds futures saat ini memperhitungkan probabilitas sekitar 64% bahwa suku bunga akan tetap dipertahankan pada pertemuan The Fed berikutnya, sehingga setiap pernyataan yang lebih hawkish atau dovish berpotensi memicu volatilitas pasar yang lebih besar.

Pada saat yang sama, musim laporan keuangan terus memicu pergerakan tajam pada sejumlah saham individual, termasuk PayPal dan Marvell. Setelah reli Kamis yang dipicu oleh laporan keuangan Nvidia, indeks utama saham AS saat ini berada di jalur untuk menutup pekan di zona positif.

  • S&P 500 naik sekitar 0,1%, Dow Jones menguat sekitar 0,2%, sementara Nasdaq Composite naik sekitar 0,3%, menunjukkan pembukaan sesi yang relatif hati-hati menjelang pidato Kevin Warsh di Jackson Hole pada pukul 16:00.
  • Pada Kamis, Nvidia melonjak hampir 9% setelah merilis laporan keuangan, sementara sektor teknologi, S&P 500, dan Nasdaq mencatat sesi terbaik sejak 4 Agustus.
  • Sektor teknologi informasi S&P 500 melonjak hingga 3,4% pada Kamis, sementara seluruh sektor lainnya ditutup melemah. Ini menjadi divergensi terkuat sejak Maret 2001.
  • Teknologi saat ini menjadi sektor dengan kinerja terbaik kedua di S&P 500 sepanjang 2026, naik sekitar 23,7%, hanya tertinggal dari sektor energi yang telah menguat sekitar 37,7%.
  • Pasar Asia menutup sesi dengan pergerakan beragam: Nikkei 225 naik 0,41%, Kospi turun 1,79%, CSI 300 melemah 0,46%, sementara S&P/ASX 200 Australia naik 0,6%.
  • Ketiga indeks utama saham AS berada di jalur untuk mengakhiri pekan dengan kenaikan. Jika Dow Jones ditutup positif, ini akan menjadi pekan pertama indeks tersebut mencatat kenaikan dalam tiga pekan terakhir.
  • Menurut BCA Research, total biaya depresiasi terkait infrastruktur hyperscaler dapat melampaui $500 miliar pada 2030. Angka tersebut sebanding dengan estimasi gabungan laba operasional lima perusahaan terbesar pada 2026, menunjukkan besarnya potensi tekanan investasi AI yang terus meningkat terhadap profitabilitas di masa depan.

Berita Perusahaan

  • PayPal: Saham turun hampir 16% setelah muncul laporan bahwa Advent dan Stripe mundur dari pembicaraan terkait potensi akuisisi perusahaan. Pasar sebelumnya telah memperhitungkan kemungkinan terjadinya salah satu leveraged buyout terbesar, sehingga keputusan calon pembeli untuk mundur dengan cepat menghapus premium M&A dari saham PayPal.
  • Affirm: Saham naik sekitar 13% setelah perusahaan membukukan hasil yang lebih baik dari ekspektasi. Pendapatan kuartal keempat fiskal mencapai $1,17 miliar dibandingkan konsensus $1,11 miliar. Perusahaan juga memberikan outlook pendapatan kuartal berikutnya yang lebih tinggi dari perkiraan. Hal ini mendukung pandangan bahwa permintaan terhadap layanan buy now, pay later tetap solid meskipun kondisi konsumen masih menantang.
  • Tyson Foods: Sahamprodusen daging tersebut melemah setelah komentar Donald Trump mengenai kemungkinan perubahan aturan pemrosesan makanan. Presiden mengatakan dokumen hukum sedang dipersiapkan untuk mempermudah petani dan peternak memproses produk makanan mereka sendiri, sembari mengkritik keras konsentrasi pasar di tangan sejumlah perusahaan besar. Bagi Tyson, investor menafsirkan hal tersebut sebagai potensi risiko regulasi sekaligus upaya untuk mengurangi keunggulan kompetitif pemain terbesar di industri daging AS.
  • Gap: Saham naik sekitar 17% setelah perusahaan menunjuk pimpinan baru untuk Old Navy, sementara hasil keuangan memberikan kejutan positif dari sisi profitabilitas meskipun comparable sales merek tersebut menurun. Investor merespons positif tanda-tanda pengendalian biaya yang lebih baik dan perbaikan margin.

Marvell Turun 6% Meski Hasil Kuat. Pasar Mengharapkan Lebih

Saham Marvell Technology (MRVL.US) melemah setelah pembukaan pasar meskipun hasil keuangannya secara nominal melampaui ekspektasi analis. Pendapatan kuartal kedua fiskal mencapai $2,74 miliar dibandingkan konsensus $2,72 miliar dan tumbuh 37% secara tahunan, sementara EPS mencapai $0,94 dibandingkan ekspektasi $0,93. Dengan demikian, masalahnya bukan terletak pada hasil keuangan itu sendiri, melainkan tingginya ekspektasi setelah reli saham yang sangat kuat.

Marvell menaikkan outlook pendapatan FY2028 menjadi sekitar $18 miliar, yang mengindikasikan pertumbuhan sekitar 50% secara tahunan dan jauh di atas proyeksi sebelumnya sebesar $16,5 miliar. Namun, pasar mengharapkan outlook yang bahkan lebih kuat, terutama setelah laporan mengenai potensi kemitraan berskala sangat besar dengan Google dalam pengembangan chip AI. Perusahaan juga memberikan detail baru yang terbatas mengenai struktur pertumbuhan dan margin ke depan, sehingga mengurangi antusiasme investor.

Secara fundamental, Marvell terus mendapatkan keuntungan dari permintaan yang sangat kuat terhadap networking, connectivity, dan custom silicon yang digunakan di data center AI. Bank of America, UBS, Barclays, Wells Fargo, dan Citi tetap memiliki pandangan positif terhadap saham tersebut, tetapi setelah reli sekitar 184% secara year-to-date, standar yang harus dipenuhi Marvell pada laporan berikutnya menjadi sangat tinggi. Reaksi saat ini karena itu lebih terlihat sebagai koreksi terhadap ekspektasi yang sudah sangat tinggi daripada indikasi memburuknya tren fundamental bisnis.

Sumber: xStation5

28 Agustus 2026, 13.23

Marvell: Saat 79% Revenue Datang dari Data Center

28 Agustus 2026, 11.15

NVIDIA Tambah US$442 Miliar, Tapi Wall Street Masih Minta Lebih

28 Agustus 2026, 10.28

Deal US$53 Miliar Batal, PayPal Kini Harus Membuktikan Diri

28 Agustus 2026, 01.10

Daily Summary: Nvidia Naik 9%, Tapi Rally Nasdaq Ternyata Sangat Sempit

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.