Futures indeks saham AS mengalami rebound setelah The Fed menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2023. S&P 500 futures naik sekitar 0,6%, sementara Nasdaq 100 futures menguat sekitar 0,7%, tidak termasuk efek contract rollover yang terjadi semalam. Pergerakan ini muncul setelah S&P 500 pada sesi sebelumnya turun ke level terendah sejak Juli.
- Pasar sedikit lebih tenang setelah mendengar pesan Kevin Warsh. Ketua The Fed menegaskan komitmen bank sentral untuk membawa inflasi kembali terkendali. Investor menafsirkan komunikasi tersebut sebagai sinyal bahwa pembuat kebijakan ingin memulihkan kontrol terhadap tekanan harga, meskipun harus mempertahankan kebijakan moneter ketat.
- Pasar obligasi mencatat pemulihan moderat. Yield US Treasury 2 tahun turun sekitar 2 basis poin ke 4,71% setelah sebelumnya mencapai level tertinggi sejak 2024. Yield tenor 10 dan 30 tahun juga turun sekitar 2 basis poin.
- Perhatian investor kini beralih ke Bank of England dan Bank of Japan. BoE dijadwalkan mengumumkan keputusan hari ini dan diperkirakan mempertahankan suku bunga, sementara BoJ diperkirakan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Jumat.
- Data makro utama hari ini mencakup final CPI Zona Euro pada pukul 09:00 GMT, jobless claims AS pukul 12:30 GMT, serta sejumlah data sekunder dari pasar perumahan AS.
- Indeks Eropa mengindikasikan pembukaan yang lebih tinggi, sementara pasar saham Asia secara luas naik sekitar 0,3%, memulihkan sebagian pelemahan setelah keputusan The Fed.
- Emas rebound setelah tiga sesi berturut-turut melemah dan kembali ke sekitar US$4.290 per ounce, didukung oleh sedikit penurunan yield obligasi.
- Harga minyak tetap berada di bawah tekanan karena mulai muncul tanda-tanda bahwa risiko suplai di Timur Tengah dapat mereda. Saudi Aramco juga berjanji memulihkan sekitar 50% kapasitas East-West Pipeline dalam beberapa hari. Brent diperdagangkan di sekitar US$105 per barel setelah pada Rabu sempat turun hingga sekitar 5%.
- Arab Saudi berupaya mengembalikan sekitar separuh kapasitas East-West Pipeline setelah sebelumnya mengalami kerusakan akibat serangan drone, sehingga sebagian kekhawatiran terhadap gangguan suplai mulai berkurang.
- Donald Trump mengatakan perang dengan Iran akan berakhir “sangat segera”, yang turut memperkuat ekspektasi bahwa geopolitical risk premium pada harga minyak dapat menurun. Ia juga mengatakan suku bunga AS seharusnya turun menuju 1% dan The Fed perlu bergerak cepat.
- Presiden AS memperingatkan Kanada agar tidak bergabung dengan Uni Eropa dan mengancam akan menghentikan perdagangan dengan Eropa sepenuhnya jika skenario tersebut terjadi.
- Exxon Mobil dilaporkan mendekati kesepakatan awal yang dapat membuka jalan bagi perusahaan untuk kembali ke Venezuela, berdasarkan sumber yang dikutip Wall Street Journal. Exxon dan perusahaan minyak milik negara PDVSA disebut mendekati memorandum yang mencakup ladang minyak dengan estimasi cadangan sekitar 50 miliar barel.
- Pemerintahan Trump juga mempertimbangkan penyelenggaraan pertemuan tingkat tinggi mengenai artificial intelligence di sela kunjungan Presiden China Xi Jinping pekan depan.
Daily Summary - The Fed Naikkan Bunga, Wall Street Tertekan
The Fed Naikkan Bunga, Dolar Menguat
The Fed Naikkan Bunga, Sinyal Tetap Hawkish
Warsh Tegaskan Inflasi Jadi Prioritas The Fed
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.