21.40 · 15 Oktober 2026

US Open: Wall Street Tertekan, Saham AI Anjlok dan Inflasi PPI Melonjak

Wall Street masih berada di bawah tekanan pada perdagangan hari ini karena investor menghadapi meningkatnya kekhawatiran terhadap besarnya pengeluaran untuk kecerdasan buatan (AI) serta munculnya indikasi lanjutan bahwa inflasi Amerika Serikat masih sulit mereda. Indeks S&P 500 turun sekitar 0,3%, sementara Nasdaq 100 melemah 1,1%. Sebaliknya, Dow Jones menunjukkan kinerja relatif lebih kuat dengan kenaikan sekitar 0,4%. Tekanan jual terbesar terkonsentrasi di sektor teknologi, ketika investor semakin mempertanyakan kecepatan monetisasi pertumbuhan AI dibandingkan dengan belanja modal (capital expenditure/capex) yang sangat tinggi dan meningkatnya tingkat utang perusahaan. Pada saat yang sama, data inflasi produsen (PPI) AS yang melampaui ekspektasi memperkuat kekhawatiran bahwa Federal Reserve (The Fed) mungkin harus mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama dari perkiraan pasar sebelumnya. Perdagangan hari ini menunjukkan adanya rotasi yang jelas dari saham teknologi menuju sektor pasar yang lebih defensif dan tradisional.

  • Sentimen di sektor AI juga memburuk setelah muncul laporan bahwa pendapatan Anthropic meningkat menjadi US$16,8 miliar pada kuartal III. Meskipun skala bisnis AI terus berkembang, sebagian investor mulai mempertanyakan apakah pertumbuhan pendapatan tersebut cukup kuat untuk membenarkan valuasi yang sangat tinggi pada saham produsen chip dan penyedia infrastruktur AI.
  • Aksi jual meluas ke sektor semikonduktor dan chip memori. Saham Micron Technology turun sekitar 4%, AMD melemah sekitar 5%, Sandisk anjlok sekitar 6%, sementara saham SK Hynix yang tercatat di pasar AS turun sekitar 5%. Sinyal pelemahan lainnya terlihat pada perdagangan Asia sebelumnya, ketika indeks KOSPI Korea Selatan merosot lebih dari 7%.
  • Di sisi lain, pasar saham AS mendapatkan dukungan dari sektor di luar teknologi. Saham Walmart menguat sekitar 4%, sementara Merck naik lebih dari 3%, sehingga membantu membatasi penurunan indeks-indeks utama Wall Street.
  • Inflasi PPI AS September meningkat 1,3% secara bulanan (MoM) dan 6,3% secara tahunan (YoY), mencatat kenaikan bulanan dan tahunan tertinggi sejak 2022. Angka tersebut jauh melampaui ekspektasi konsensus pasar masing-masing sebesar 0,6% dan 5,5%.
  • Laporan inflasi PPI hari ini dirilis setelah data inflasi konsumen (CPI) AS sebelumnya juga melampaui ekspektasi. Kombinasi kedua indikator tersebut memperkuat pandangan bahwa tekanan inflasi kembali meningkat. Harga energi yang tetap tinggi menjadi faktor penting karena berpotensi mempertahankan tekanan biaya produksi di berbagai sektor ekonomi.
  • Bagi pasar saham, kondisi ini meningkatkan risiko bahwa The Fed harus memperketat kebijakan moneter secara lebih agresif sebelum akhir tahun, atau setidaknya mempertahankan suku bunga tinggi dalam periode yang lebih panjang. Skenario tersebut sangat tidak menguntungkan bagi saham teknologi dengan valuasi tinggi karena valuasinya lebih sensitif terhadap kenaikan yield obligasi dan biaya modal.

Berita Perusahaan

  • Walmart — shares of the retailer are up more than 2% after Deutsche Bank upgraded the stock from “hold” to “buy.” The bank cited a positive outlook for 2027, expects incremental margins to improve, and believes the current inflation environment could help Walmart attract more price-sensitive consumers.

 

16 Oktober 2026, 01.11

Daily summary: Wall Street Rebound, Emas dan Perak Naik

15 Oktober 2026, 23.11

Dow Jones Naik 1%, Yield Treasury Turun

15 Oktober 2026, 16.44

Sell-Off Chip Meluas, Pasar Mulai Kurangi Eksposur AI

15 Oktober 2026, 13.21

TSMC Cetak Rekor Lagi, Demand AI Belum Melambat

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.