-
Saham AI tertekan: Micron turun sekitar 4%, AMD melemah 5%, dan Sandisk anjlok 6% di tengah kekhawatiran terhadap valuasi serta belanja modal AI.
-
Inflasi PPI melonjak: PPI AS September 2026 naik 1,3% secara bulanan (MoM) dan 6,3% secara tahunan (YoY), melampaui ekspektasi pasar sebesar 0,6% dan 5,5%.
-
Tekanan suku bunga: Lonjakan inflasi meningkatkan kekhawatiran bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, sehingga berpotensi menekan valuasi saham teknologi.
-
Rotasi sektor: Walmart menguat sekitar 4% dan Merck naik lebih dari 3%, membantu membatasi pelemahan pasar saham AS.
-
Saham AI tertekan: Micron turun sekitar 4%, AMD melemah 5%, dan Sandisk anjlok 6% di tengah kekhawatiran terhadap valuasi serta belanja modal AI.
-
Inflasi PPI melonjak: PPI AS September 2026 naik 1,3% secara bulanan (MoM) dan 6,3% secara tahunan (YoY), melampaui ekspektasi pasar sebesar 0,6% dan 5,5%.
-
Tekanan suku bunga: Lonjakan inflasi meningkatkan kekhawatiran bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, sehingga berpotensi menekan valuasi saham teknologi.
-
Rotasi sektor: Walmart menguat sekitar 4% dan Merck naik lebih dari 3%, membantu membatasi pelemahan pasar saham AS.
Pasar saham AS tertekan terutama akibat aksi jual pada saham teknologi dan AI serta inflasi PPI yang lebih tinggi dari perkiraan. Nasdaq 100 melemah sekitar 1,1%, sementara S&P 500 turun sekitar 0,3%. Sebaliknya, Dow Jones relatif lebih kuat dengan kenaikan sekitar 0,4% seiring rotasi modal menuju sektor yang lebih defensif dan tradisional. Wall Street masih berada di bawah tekanan pada perdagangan hari ini karena investor menghadapi meningkatnya kekhawatiran terhadap besarnya pengeluaran untuk kecerdasan buatan (AI) serta munculnya indikasi lanjutan bahwa inflasi Amerika Serikat masih sulit mereda. Tekanan jual terbesar terkonsentrasi di sektor teknologi, ketika investor semakin mempertanyakan kecepatan monetisasi pertumbuhan AI dibandingkan dengan belanja modal (capital expenditure/capex) yang sangat tinggi dan meningkatnya tingkat utang perusahaan. Pada saat yang sama, data inflasi produsen (PPI) AS yang melampaui ekspektasi memperkuat kekhawatiran bahwa Federal Reserve (The Fed) mungkin harus mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama dari perkiraan pasar sebelumnya. Perdagangan hari ini menunjukkan adanya rotasi yang jelas dari saham teknologi menuju sektor pasar yang lebih defensif dan tradisional.
- Sentimen di sektor AI juga memburuk setelah muncul laporan bahwa pendapatan Anthropic meningkat menjadi US$16,8 miliar pada kuartal III. Meskipun skala bisnis AI terus berkembang, sebagian investor mulai mempertanyakan apakah pertumbuhan pendapatan tersebut cukup kuat untuk membenarkan valuasi yang sangat tinggi pada saham produsen chip dan penyedia infrastruktur AI.
- Aksi jual meluas ke sektor semikonduktor dan chip memori. Saham Micron Technology turun sekitar 4%, AMD melemah sekitar 5%, Sandisk anjlok sekitar 6%, sementara saham SK Hynix yang tercatat di pasar AS turun sekitar 5%. Sinyal pelemahan lainnya terlihat pada perdagangan Asia sebelumnya, ketika indeks KOSPI Korea Selatan merosot lebih dari 7%.
- Di sisi lain, pasar saham AS mendapatkan dukungan dari sektor di luar teknologi. Saham Walmart menguat sekitar 4%, sementara Merck naik lebih dari 3%, sehingga membantu membatasi penurunan indeks-indeks utama Wall Street.
- Inflasi PPI AS September meningkat 1,3% secara bulanan (MoM) dan 6,3% secara tahunan (YoY), mencatat kenaikan bulanan dan tahunan tertinggi sejak 2022. Angka tersebut jauh melampaui ekspektasi konsensus pasar masing-masing sebesar 0,6% dan 5,5%.
- Laporan inflasi PPI hari ini dirilis setelah data inflasi konsumen (CPI) AS sebelumnya juga melampaui ekspektasi. Kombinasi kedua indikator tersebut memperkuat pandangan bahwa tekanan inflasi kembali meningkat. Harga energi yang tetap tinggi menjadi faktor penting karena berpotensi mempertahankan tekanan biaya produksi di berbagai sektor ekonomi.
- Bagi pasar saham, kondisi ini meningkatkan risiko bahwa The Fed harus memperketat kebijakan moneter secara lebih agresif sebelum akhir tahun, atau setidaknya mempertahankan suku bunga tinggi dalam periode yang lebih panjang. Skenario tersebut sangat tidak menguntungkan bagi saham teknologi dengan valuasi tinggi karena valuasinya lebih sensitif terhadap kenaikan yield obligasi dan biaya modal.
Berita Perusahaan
- Walmart — shares of the retailer are up more than 2% after Deutsche Bank upgraded the stock from “hold” to “buy.” The bank cited a positive outlook for 2027, expects incremental margins to improve, and believes the current inflation environment could help Walmart attract more price-sensitive consumers.
Pertanyaan Seputar Saham dan Wall Street
Mengapa saham Wall Street tertekan?
Wall Street tertekan karena kekhawatiran terhadap tingginya belanja AI dan data PPI AS yang melampaui ekspektasi. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran bahwa The Fed dapat mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Mengapa saham AI dan semikonduktor turun?
Saham AI dan semikonduktor melemah karena investor mulai mempertanyakan apakah pertumbuhan pendapatan AI cukup kuat untuk mengimbangi belanja modal, utang, dan valuasi yang tinggi. Dalam sesi ini, Micron, AMD, Sandisk, dan SK Hynix termasuk saham yang mengalami tekanan.
Bagaimana kenaikan PPI AS memengaruhi saham?
PPI yang lebih tinggi dari ekspektasi dapat meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan suku bunga. Dampaknya cenderung lebih besar pada saham teknologi bervaluasi tinggi karena kenaikan yield dan biaya modal dapat menekan valuasi saham tersebut.
MercadoLibre Tumbuh 45%, Strategi Gratis Ongkir Jadi Bumerang?
Daily Summary: Dow Jones Meroket 3%, Minyak Anjlok 9%!
US Open: Dow Jones Meroket 2,6%, Saham AI Justru Tertekan
Laba Uber Naik, Saham Masih Tertekan
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.