21.01 · 8 Oktober 2026

US Open: Wall Street Turun, Oil Melonjak dan Yield Tinggi Tekan Pasar

Indeks saham AS membuka perdagangan Kamis di zona negatif setelah sebelumnya mencetak rekor baru.

Pada awal sesi, S&P 500 turun sekitar 0,4% ke area 7.773 poin, Nasdaq melemah sekitar 0,5%, sementara Dow Jones turun sekitar 180 poin atau 0,35%.

Dua faktor yang saling berkaitan menjadi tekanan utama pasar: kenaikan harga oil dan Treasury yield yang tetap tinggi.

Kombinasi keduanya kembali memicu kekhawatiran inflasi menjelang dimulainya earnings season.

Tekanan tambahan datang dari komentar hawkish Gubernur The Fed Christopher Waller, yang mengatakan bahwa kenaikan suku bunga tambahan masih akan diperlukan untuk membawa inflasi kembali ke target 2%, meski kenaikan tersebut tidak harus dilakukan dalam beberapa pertemuan secara beruntun.

Yield Treasury 10 tahun masih berada di sekitar 5,29–5,32%, dekat level tertinggi sejak 2002, sementara yield 2 tahun naik ke sekitar 4,80%.

Pasar masih memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan 28 Oktober, kemudian melakukan kenaikan pada Desember.

War Premium Kembali Dorong Harga Oil

Pendorong utama pasar hari ini adalah kembalinya war premium ke harga oil.

Brent melonjak sekitar 3–4% ke US$104–105 per barel, sementara WTI naik sekitar 4% ke US$92.

Pergerakan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump mengatakan bahwa ia tidak lagi terlalu tertarik mencapai kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri konflik.

Selain itu, menurut laporan, AS sedang bersiap untuk kembali menjalankan operasi militer berskala besar di Timur Tengah.

Serangan yang meningkat terhadap jalur pelayaran di Teluk Persia dan Selat Hormuz kembali memicu kekhawatiran terhadap supply oil.

Bagi pasar, kombinasi ini menjadi tekanan ganda.

Harga energi yang lebih tinggi berisiko menjaga inflasi tetap tinggi, sementara The Fed berpotensi mempertahankan kebijakan restriktif lebih lama.

Hal ini juga tercermin pada pergerakan yield jangka panjang.

Isu lain yang menarik perhatian adalah aktivitas trading Presiden Trump.

Disclosure Agustus menunjukkan, antara lain, pembelian saham Meta senilai hingga US$25 juta serta obligasi SpaceX dua hari sebelum penandatanganan executive order yang memperluas transportasi ruang angkasa komersial.

 

Energi Jadi Sektor Terkuat

Dalam kondisi ini, sektor energi menjadi satu-satunya pemenang utama dengan kenaikan sekitar 1,48%.

Saham-saham seperti ConocoPhillips, Devon, Occidental, dan EOG memimpin penguatan.

Consumer staples juga masih bertahan dengan kenaikan tipis sekitar 0,37%.

Sebaliknya, sebagian besar sektor lain bergerak di zona merah.

Healthcare turun sekitar 0,47%, consumer discretionary melemah 0,44%, sementara financials turun 0,42%.

Sektor yang sensitif terhadap biaya pembiayaan juga ikut tertekan.

Saham bank seperti Bank of America dan Citigroup turun sekitar 1%, sementara saham semiconductor seperti Intel, Marvell, AMD, dan Applied Materials melemah sekitar 2–3%.

Sumber: XTB

Small Caps Makin Rentan

Kondisi perusahaan small-cap terlihat lebih mengkhawatirkan.

Russell 2000 berada di ambang koreksi setelah ditutup Rabu sekitar 9% di bawah rekor tertinggi 14 Agustus.

Beberapa level support penting kini berada di bawah tekanan, termasuk:

  • moving average 200 hari di sekitar 2.786 poin

  • low 1 Oktober di sekitar 2.775

  • trendline dari low April 2025

RSI 9 hari mulai mendekati area oversold.

Secara teori, kondisi ini membuka peluang rebound tajam jika buyer kembali masuk.

Namun, breakdown berkelanjutan di bawah 2.722 poin dapat membuka jalan bagi sell-off yang lebih dalam.

Lemahnya small caps, sementara hanya sekelompok kecil saham teknologi besar yang masih berada di dekat rekor, mempertegas tingkat konsentrasi pasar yang sangat tinggi.

Saham teknologi dan AI kini menyumbang lebih dari 40% kapitalisasi pasar S&P 500, bahkan lebih tinggi dibandingkan saat puncak dot-com bubble.

Earnings Season Jadi Harapan Pasar

Meski tekanan meningkat, sebagian investor masih optimistis bahwa earnings season akan menjadi katalis berikutnya bagi pasar.

Ekspektasi sudah naik cukup tinggi.

Menurut FactSet, estimasi pertumbuhan earnings S&P 500 untuk Q3 telah naik ke sekitar 30%, sementara data LSEG menunjukkan angka sekitar 30,6%.

Jika tercapai, ini akan menjadi kuartal ketiga berturut-turut dengan pertumbuhan earnings di atas 25%.

Revisi terbesar terjadi pada sektor energi, dari sekitar 79% menjadi 114%, serta teknologi yang kini diperkirakan tumbuh sekitar 65%.

Namun, peringatan mulai bermunculan.

Ray Dalio menilai bahwa bantalan yang melindungi saham dari kenaikan yield semakin menipis dan memperkirakan free cash flow dapat memburuk meskipun profit masih meningkat.

Di sisi lain, kolumnis Reuters mencatat bahwa equity risk premium berada pada level terendah dalam 24 tahun dan bahkan sudah negatif.

Berita Perusahaan

  • Palantir menjadi salah satu saham yang masih bergerak positif, naik sekitar 3–4%, setelah Goldman Sachs menaikkan rekomendasi menjadi Buy dan target harga menjadi US$230. Goldman menilai addressable market dapat kembali melonjak berkat pergeseran menuju sovereign AI dan aplikasi khusus.

  • Broadcom turun sekitar 2% setelah Wall Street Journal melaporkan perusahaan sedang mengamankan pendanaan lebih dari US$50 miliar untuk pengembangan custom AI chips bersama OpenAI. Oracle juga melakukan langkah serupa, memicu kekhawatiran mengenai kompetisi memperoleh modal di sektor tersebut.

  • TSMC melaporkan revenue September naik 54,6% YoY, membawa revenue kuartalan menjadi US$16,03 miliar dan melampaui ekspektasi. Namun, sahamnya turun sekitar 1% sejalan dengan pelemahan sektor chip secara luas.

  • PepsiCo mengalahkan ekspektasi Q3 dengan net sales naik 5,6%, didorong pasar internasional. Namun, perusahaan memangkas outlook laba setahun penuh dan mengumumkan langkah penghematan tambahan karena lemahnya kinerja bisnis di North America. Saham naik sekitar 1,5%.

  • Di antara saham S&P 500 dengan penurunan terbesar hari ini adalah Skyworks yang turun sekitar 5%, serta perusahaan healthcare Revvity dan Illumina yang masing-masing turun sekitar 4%.

  • Di sisi kenaikan, selain saham-saham oil seperti Marathon Petroleum, APA, Chevron, Diamondback, dan Occidental, Accenture serta Paramount Skydance juga bergerak positif di bawah ticker barunya.

8 Oktober 2026, 18.13

Oil Melonjak 4%, Saham dan Obligasi Kembali Tertekan

8 Oktober 2026, 12.50

Market Wrap: Oil Tembus US$102, Wall Street Hadapi Tekanan Baru

8 Oktober 2026, 11.40

Copper Dekati Rekor, FCX Jadi Sorotan di Rally Ini

8 Oktober 2026, 11.00

Gold Dekati Low 9 Minggu, Pasar Lebih Fokus ke The Fed

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.