Wall Street bergerak melemah hari ini, sehari setelah S&P 500 mencetak all-time high baru dan ditutup di atas 7.800 poin untuk pertama kalinya.
Futures Dow Jones turun sekitar 0,8%, futures S&P 500 melemah 0,5%, sementara futures Nasdaq 100 turun sekitar 0,8%.
Kenaikan kembali harga oil dan US Treasury yield memberikan tekanan tambahan terhadap pasar saham.
WTI bergerak kembali mendekati US$90 per barel, sementara Brent naik menuju US$101, kembali memunculkan kekhawatiran mengenai inflasi dan prospek suku bunga.
Yield Treasury AS 10 tahun naik di atas 5,33%, sementara yield 30 tahun berada di sekitar 5,72%. Keduanya kembali mendekati level tertinggi sejak 2002.
Investor juga menanti lelang Treasury tenor 10 tahun senilai US$39 miliar, yang dapat menjadi ujian berikutnya bagi permintaan terhadap surat utang pemerintah AS.
Fokus pasar juga tertuju pada minutes pertemuan The Fed September, ketika bank sentral menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2023.
Meski pasar terkoreksi hari ini, gambaran yang lebih luas masih relatif kuat. Sesi sebelumnya mendapat dukungan dari kenaikan saham semikonduktor dan penurunan sementara Treasury yield.
-
AS: Futures Dow Jones turun sekitar 0,8%, S&P 500 melemah 0,5%, sementara Nasdaq 100 turun sekitar 1% di tengah kenaikan harga oil dan bond yield.
-
Pasar obligasi: Yield Treasury 10 tahun naik lebih dari 6 basis poin ke sekitar 5,35%, sementara yield 30 tahun naik lebih dari 7 basis poin ke sekitar 5,72%. Keduanya masih berada dekat level tertinggi multi-tahun.
-
Oil: WTI mendekati US$90 per barel, sementara Brent naik hampir 1% ke sekitar US$101. Kondisi ini kembali meningkatkan kekhawatiran inflasi dan memberikan tekanan terhadap valuasi saham.
-
Investor menanti FOMC Minutes September, yang dapat memberikan detail tambahan mengenai pandangan pejabat The Fed terhadap inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan arah suku bunga berikutnya.
Gold Turun, Yield AS Kembali Menekan
Gold Terjepit antara Fed dan Treasury Yield
Frasers Masuk Under Armour di Harga Murah, Bukan Sinyal Takeover
NGAS Mulai Naik, LNG Bisa Kurangi Surplus Gas AS?
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.