Indeks S&P 500 (US500) menguat hari ini dan diperdagangkan di sekitar level 7.405 poin, setelah sesi perdagangan kemarin berakhir di zona merah — Wall Street melemah terutama akibat tekanan di sektor teknologi dan kenaikan yield obligasi AS. Seluruh perhatian pasar hari ini tertuju pada laporan keuangan kuartalan Nvidia (NVDA.US) untuk Q1 FY2027, yang akan dipublikasikan setelah penutupan Wall Street. Konsensus pasar memperkirakan pendapatan sekitar USD 78,8 miliar (+78% YoY) dengan EPS sekitar USD 1,75 (+127% YoY).
Tensi geopolitik tetap menjadi latar belakang penting pasar. China secara resmi melarang impor chip Nvidia RTX 5090D V2, mengirim sinyal jelas bahwa negara tersebut mempercepat pengembangan ekosistem AI domestiknya sendiri. Situasi di Iran juga layak diperhatikan. Trump menyatakan pada hari Selasa bahwa AS mungkin terpaksa kembali menyerang Iran — sehari setelah ia membatalkan serangan yang telah direncanakan menyusul proposal perdamaian dari Iran. Sebaliknya, Iran mengajukan proposal yang menuntut kompensasi perang dan penarikan pasukan AS.

Pada grafik harian US500, indeks berada dalam tren naik yang sangat kuat dan mencapai level tertinggi sepanjang masa baru di sekitar 7.407 poin (session high). Harga saat ini diperdagangkan jauh di atas seluruh moving average utama. Perlu diperhatikan adanya band channel yang terlihat pada grafik (standard deviation channel yang di-anchor ke VWAP sejak 2025), di mana batas atas pada area 7.500–7.600 poin menjadi target teknikal terdekat bagi pihak bullish. Volume pada sisi kiri grafik (Volume Profile) menunjukkan konsentrasi aktivitas perdagangan yang besar di area 6.800–7.000 poin, yang dapat mengindikasikan keberadaan zona support penting apabila terjadi potensi koreksi pasar.
Sumber: xStation
US100 Rebound Jelang Earnings Nvidia
Daily summary: US100 Rebound, Nvidia dan Intel Balik Menguat
Wall Street Melemah 🚩 Saham AI dan Semikonduktor Tertekan
Market Wrap: Pasar Masih Skeptis terhadap Trump dan Iran
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.