Wall Street mengawali tahun 2026 dengan pergerakan positif. Pada sesi perdagangan pertama tahun ini, kontrak berjangka Nasdaq 100 (US100) menguat hampir 1.1%. Kontrak berjangka S&P 500 (US500) dan Dow Jones (US30) juga mencatat kenaikan masing-masing sebesar 0.7% dan 0.4%. Sesi perdagangan di Asia—yang berlangsung dengan partisipasi terbatas karena bursa Jepang tutup—menunjukkan kinerja yang sangat kuat. Indeks saham Asia di luar Jepang naik 1.7%, sementara indeks Hang Seng Hong Kong melonjak hampir 2.8%, didukung oleh penguatan signifikan saham-saham teknologi. Di Amerika Serikat, fokus investor di awal tahun juga kembali tertuju pada sektor teknologi, dengan kecerdasan buatan (AI) diperkirakan tetap menjadi tema investasi utama sepanjang 2026.
Dari sudut pandang teknikal, indeks berhasil bertahan di area support sekitar 25,450 poin yang ditentukan oleh EMA50 (garis oranye), dan kini bergerak mendekati level 25,750 poin. Indikator RSI masih berada di zona netral. Namun, perlu dicermati bahwa volume pembelian relatif rendah menjelang pembukaan sesi tunai di New York. Pasar tampak terdorong oleh ketahanan ekonomi Amerika Serikat, dengan risiko resesi yang masih dinilai sangat terbatas. Pada saat yang sama, Presiden Donald Trump diperkirakan akan mengambil sikap yang lebih dovish terhadap The Fed. Kevin Hassett disebut-sebut tetap menjadi kandidat terdepan untuk menggantikan Jerome Powell sebagai Ketua The Fed.

Sumber: xStation5
Morning Wrap (05.03.2026)
Daily Summary: Wall Street Rebound, Minyak Stabil
Daily summary: Wall Street Tertekan Konflik Teluk Persia
US Open: Wall Street Berdarah