Futures indeks saham AS rebound cukup tajam seiring harga minyak turun dan harga obligasi menguat.
S&P 500 futures naik sekitar 0,9%, sementara Nasdaq 100 futures menguat sekitar 1,1%.
Pergerakan ini mencerminkan sedikit perbaikan sentimen setelah pasar sebelumnya tertekan oleh keputusan The Fed yang hawkish.
- Brent crude turun hampir 3% hari ini dan bergerak menuju US$102 per barel, setelah melemah selama dua sesi berturut-turut. Penurunan harga minyak membantu meredakan kekhawatiran bahwa gangguan suplai Timur Tengah akan terus mendorong inflasi.
- Yield US Treasury 10 tahun turun sekitar 5 basis poin ke 4,97%. Dolar AS relatif stabil, sementara emas menuju sesi positif pertamanya pekan ini.
- Initial jobless claims AS tercatat 196 ribu, lebih rendah dibanding forecast 206 ribu dan pembacaan sebelumnya 206 ribu.
- Pasar masih menilai implikasi keputusan terbaru The Fed. Bank sentral menaikkan suku bunga sekaligus memberi sinyal bahwa pengetatan belum selesai. Median proyeksi FOMC mengindikasikan satu kenaikan tambahan tahun ini dan total tiga kenaikan lagi dalam 12 bulan ke depan.
- Menurut Axios, Donald Trump dijadwalkan bertemu para pemimpin negara Teluk Persia pekan depan di sela Sidang Umum PBB di New York untuk membahas langkah selanjutnya terkait konflik regional.
- Harga minyak juga mendapat tekanan dari tanda-tanda bahwa risiko gangguan suplai lanjutan di Timur Tengah mulai berkurang.
Market Wrap: Wall Street Rebound, Yield Treasury Mulai Turun
Daily Summary - The Fed Naikkan Bunga, Wall Street Tertekan
The Fed Naikkan Bunga, Dolar Menguat
The Fed Naikkan Bunga, Sinyal Tetap Hawkish
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.