Christopher Waller mengatakan bahwa ekonomi AS tampak menguat secara cukup jelas pada paruh kedua 2026.
Menurutnya, pasar tenaga kerja juga masih solid dan stabil, meski laju penciptaan lapangan kerja sudah melambat dibanding periode sebelumnya.
Di sisi lain, Waller menegaskan bahwa inflasi masih terlalu tinggi. Ia menyoroti bahwa inflasi telah berada di atas target The Fed selama sekitar lima setengah tahun, sehingga meningkatkan risiko ekspektasi inflasi menjadi tidak lagi terjaga dengan baik.
Waller juga menyoroti beberapa sumber tekanan harga yang masih bertahan, termasuk boom investasi AI dan guncangan di pasar energi.
Kenaikan Suku Bunga Masih Mungkin Berlanjut
Dalam pandangannya, kenaikan suku bunga tambahan kemungkinan masih dibutuhkan jika data ekonomi ke depan bergerak sesuai ekspektasi.
Meski demikian, ia juga menambahkan bahwa kenaikan suku bunga tidak harus dilakukan pada setiap pertemuan secara berurutan.
Komentar ini memberi sinyal bahwa The Fed masih membuka ruang untuk kebijakan yang lebih ketat, tetapi tetap ingin mempertahankan fleksibilitas dalam menentukan timing.
Pesan Waller cenderung positif bagi dolar AS, karena memperkuat pandangan bahwa suku bunga AS dapat bertahan lebih tinggi lebih lama.
Waller juga menambahkan bahwa dampak positif AI terhadap produktivitas sejauh ini masih lebih banyak terlihat dalam bukti anekdotal, dan belum sepenuhnya tercermin dalam data ekonomi resmi.
Oil Melonjak 4%, Saham dan Obligasi Kembali Tertekan
Kalender Ekonomi: Jobless Claims dan ECB Minutes Jadi Fokus
Market Wrap: Oil Tembus US$102, Wall Street Hadapi Tekanan Baru
Gold Dekati Low 9 Minggu, Pasar Lebih Fokus ke The Fed
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.