00.19 · 22 Mei 2026

Walmart Anjlok Meski Earnings Masih Solid

Saham Walmart turun lebih dari 7% hari ini, meskipun laporan earnings sekilas terlihat cukup solid. Walmart bukan retailer biasa. Kapitalisasi pasar perusahaan masih mendekati level USD 1 triliun. Skala bisnisnya membuat hasil keuangan Walmart diperlakukan sebagai salah satu barometer terpenting kesehatan konsumen AS, khususnya di segmen kebutuhan pokok.

Metrik Utama

  • Perusahaan melaporkan pendapatan Q1 sebesar USD 177,8 miliar, di atas konsensus pasar sebesar USD 174,83 miliar.
  • Adjusted EPS tercatat USD 0,66, sesuai dengan ekspektasi pasar.
  • Penjualan global e-commerce naik 26%, sementara bisnis periklanan tumbuh 37%.

Namun pasar bereaksi negatif terutama terhadap guidance perusahaan.

  • Walmart memperkirakan adjusted EPS Q2 di kisaran USD 0,72–0,74, sementara konsensus pasar berada di USD 0,75.
  • Perusahaan juga mempertahankan guidance EPS tahunan di kisaran USD 2,75–2,85, di mana titik tengah proyeksi tersebut masih berada di bawah ekspektasi analis sebesar USD 2,92.

Pesan utama dari laporan ini akhirnya menjadi campuran.

  • Di satu sisi, konsumen AS masih terus berbelanja.
  • LFL sales Walmart naik 4,1%, sementara jumlah transaksi meningkat 3,0%.
  • Namun di sisi lain, perusahaan menunjukkan bahwa tekanan biaya masih sangat nyata.
  • Pertumbuhan operating profit terpangkas sekitar 250 basis poin akibat kenaikan biaya bahan bakar dalam distribusi dan fulfillment pesanan.

Artinya, bahkan retailer terbesar dunia yang memiliki skala masif dan diuntungkan oleh perpindahan konsumen ke belanja yang lebih murah pun tetap tidak kebal terhadap inflasi biaya. Dalam earnings call, Walmart masih menggambarkan konsumen AS sebagai relatif tangguh. Namun perusahaan tidak lagi menunjukkan ketahanan yang sama dari sisi profitabilitas. Dan semakin jauh horizon proyeksi yang diberikan, semakin besar pula ketidakpastian terhadap outlook laba perusahaan.

WMT.US (D1)

 

Penurunan pasca earnings hampir menghapus seluruh kenaikan saham tahun ini sekitar 15%, membawa harga kembali mendekati level terendah lokal bulan Maret. Penurunan berhenti di area Fibonacci 78,6%, yang juga bertepatan dengan batas atas rising channel sebelumnya — mengindikasikan area tersebut dapat menjadi zona resistance yang cukup kuat. Dengan momentum EMA yang masih sangat bullish, skenario dasar saat ini kemungkinan mengarah pada fase konsolidasi di area USD 120–130. Sumber: xStation5

21 Mei 2026, 22.35

Saham Quantum Meledak Usai Hibah USD 2 Miliar AS

21 Mei 2026, 21.10

US OPEN: Wall Street Dibayangi Iran dan Volatilitas AI

21 Mei 2026, 20.50

Ketika Dunia Bergejolak, Dompet Kita Ikut Terdampak

21 Mei 2026, 20.40

"Sell in May? Pasar Tidak Membaca Kalender"

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.