00.59 · 17 September 2026

Warsh Tegaskan Inflasi Jadi Prioritas The Fed

Ketua Federal Reserve Kevin Warsh menyampaikan pesan yang sangat hawkish setelah The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Satu hal terlihat jelas dari komunikasinya: perang melawan inflasi menjadi prioritas utama, sementara kondisi ekonomi AS yang masih kuat memberikan The Fed ruang untuk mempertahankan kebijakan yang lebih ketat.

Keputusan FOMC sendiri menaikkan target federal funds rate ke kisaran 3,75%–4,00% melalui voting bulat 12–0. The Fed juga menilai aktivitas ekonomi masih tumbuh dalam “solid pace” dan inflasi tetap tinggi.

  • Keputusan kenaikan suku bunga datang setelah data selama sekitar tujuh minggu sejak pertemuan sebelumnya menunjukkan ekonomi AS tetap kuat.
  • Tren jangka panjang lebih penting dibandingkan satu data yang volatil. Warsh menegaskan bahwa The Fed tidak akan bergantung pada satu indikator tertentu, termasuk CPI. Pendekatan ini konsisten dengan pandangannya sebelumnya bahwa tren lebih penting daripada isolated data points.
  • Konsep akademis mengenai neutral rate saat ini dinilai tidak menjadi faktor utama dalam keputusan operasional The Fed.
  • Aliran kredit tetap solid dan ekonomi AS menunjukkan tingkat resiliensi yang tinggi.
  • Pasar tenaga kerja masih kuat, dengan unemployment rendah serta indikator aktivitas tenaga kerja yang tetap sehat.
  • Selama dua hari pertemuan FOMC, penilaian terhadap fundamental ekonomi cenderung tetap positif.
  • Financial conditions secara keseluruhan sulit dikategorikan sebagai benar-benar restrictive, sehingga The Fed masih memiliki ruang untuk fokus pada pengendalian inflasi.
  • Ketahanan ekonomi memberi bank sentral fleksibilitas lebih besar untuk mengejar target price stability.
  • Inflasi tetap menjadi fokus utama, karena masih berada di atas target 2% dan belum turun dengan kecepatan yang dianggap cukup.
  • Warsh menilai pembacaan musim panas belum menunjukkan perbaikan yang cukup luas pada tekanan harga.
  • Kenaikan commodity prices membutuhkan perhatian khusus karena dapat memperluas tekanan inflasi ke sektor lain.
  • The Fed ingin melihat underlying inflation bergerak jelas dan konsisten menuju target 2%. Warsh sebelumnya menegaskan standar serupa dalam pidatonya di Jackson Hole.
  • Risiko inflasi masih condong ke sisi upside, sementara risiko pasar tenaga kerja dinilai lebih seimbang.
  • Kenaikan suku bunga terbaru dipandang sebagai langkah untuk mengurangi tingkat akomodasi moneter.
  • The Fed akan berusaha mencegah kenaikan harga menyebar lebih luas ke berbagai sektor ekonomi.
  • Warsh kembali menegaskan skeptisisme terhadap forward guidance, dan tidak ingin mengikat The Fed pada jalur kebijakan tertentu di masa depan.
  • Warsh juga memilih tidak memberikan komentar mengenai diskusi politik dengan Presiden.

Pasar Menaikkan Ekspektasi Suku Bunga

Nada hawkish Warsh langsung mendorong pasar menaikkan ekspektasi terhadap jalur suku bunga.

Investor kini memperhitungkan kemungkinan pengetatan tambahan, meskipun proyeksi resmi FOMC menunjukkan adanya perbedaan pandangan di antara anggota mengenai seberapa jauh suku bunga perlu naik. Proyeksi ekonomi September juga menunjukkan bahwa jalur kebijakan tetap lebih ketat dibandingkan sebelumnya.

Reaksi pasar berlangsung cepat.

Dolar AS menguat tajam, sementara aset berisiko mengalami tekanan. Tekanan jual juga terlihat pada logam mulia, dengan emas turun kembali ke bawah US$4.300 per ounce.

 



 
17 September 2026, 02.19

Daily Summary - The Fed Naikkan Bunga, Wall Street Tertekan

17 September 2026, 01.45

The Fed Naikkan Bunga, Dolar Menguat

17 September 2026, 01.05

The Fed Naikkan Bunga, Sinyal Tetap Hawkish

17 September 2026, 00.02

Emas Bertahan Jelang Keputusan The Fed

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.