Kenaikan harga emas ke sekitar US$4.345 menjelang keputusan The Fed mencerminkan beberapa faktor sekaligus: pasar mulai memperhitungkan berbagai skenario alternatif, terjadi profit taking pada posisi short seiring penurunan harga minyak, dan investor melakukan hedging terhadap risiko terkait konsistensi kebijakan serta kemungkinan komunikasi hawkish dari bank sentral.
Skenario Emas Jelang Keputusan The Fed
- Tidak ada kenaikan suku bunga, dovish surprise: Pasar memperkirakan sekitar 91% probabilitas kenaikan suku bunga. Jika The Fed justru menahan suku bunga, kredibilitas bank sentral dapat dipertanyakan. Kondisi tersebut berpotensi memicu pelemahan dolar AS, penurunan yield obligasi, dan peningkatan permintaan terhadap emas.
- Kenaikan suku bunga disertai sinyal pause, “dovish hike”: The Fed menaikkan suku bunga tetapi memberi sinyal bahwa siklus pengetatan sudah mendekati akhir. Dengan harga energi mulai mereda, skenario ini dapat membuka ruang bagi harga emas untuk melanjutkan kenaikan.
- Hawkish hike, kenaikan suku bunga disertai sinyal kenaikan lanjutan: Jika Kevin Warsh menaikkan suku bunga dan mempertahankan sikap tegas terhadap inflasi, yield Treasury 10 tahun dapat bertahan di sekitar 5%. Kondisi tersebut berpotensi kembali menekan harga emas.
FOMC: Fed Tahan Bunga, Dolar AS Melemah
Daily Summary: Fed Dovish, Oracle Meroket 11%!
FOMC Malam Ini: The Fed Siap Bikin Kejutan?
Daily Summary: Nasdaq Naik 0,74%, IPO Anthropic Jadi Sorotan
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.