Waktu membaca 6 Menit

Rumus PBV: Membaca Harga Saham dari Nilai Bukunya

Rumus PBV membandingkan harga pasar saham dengan nilai buku per saham perusahaan. Rasio ini membantu investor memahami berapa kali pasar menghargai ekuitas perusahaan dibanding nilai akuntansinya, tetapi hasilnya tetap perlu dibandingkan dengan perusahaan sejenis, profitabilitas, kualitas aset, dan kondisi industrinya.

Rumus PBV membandingkan harga pasar saham dengan nilai buku per saham perusahaan. Rasio ini membantu investor memahami berapa kali pasar menghargai ekuitas perusahaan dibanding nilai akuntansinya, tetapi hasilnya tetap perlu dibandingkan dengan perusahaan sejenis, profitabilitas, kualitas aset, dan kondisi industrinya.

Rumus PBV adalah harga pasar per saham dibagi dengan nilai buku per saham atau Book Value Per Share (BVPS). Price to Book Value menunjukkan berapa kali investor bersedia membayar suatu saham dibanding nilai ekuitas perusahaan yang secara akuntansi menjadi bagian setiap lembar saham.

Secara sederhana:

PBV = Harga Pasar per Saham ÷ Book Value per Share

PBV sering digunakan dalam analisis fundamental karena perhitungannya relatif mudah dan dapat membantu membandingkan valuasi perusahaan dalam sektor yang sama. Namun, PBV rendah tidak otomatis berarti saham murah, sementara PBV tinggi juga tidak selalu berarti saham terlalu mahal.

Poin Penting

  • Rumus PBV membandingkan harga saham dengan nilai buku per saham perusahaan.
  • Book Value Per Share berasal dari ekuitas perusahaan yang dibagi jumlah saham biasa beredar.
  • PBV di atas 1 berarti harga pasar berada di atas nilai buku, sedangkan PBV di bawah 1 berarti harga pasar berada di bawah nilai buku.
  • PBV paling berguna ketika dibandingkan dengan perusahaan sejenis dan riwayat valuasi perusahaan sendiri.
  • PBV perlu dibaca bersama profitabilitas seperti ROE, kualitas aset, arus kas, serta tingkat utang.
  • Rasio ini dapat kurang representatif untuk bisnis dengan aset tidak berwujud yang besar.

Apa Itu PBV dan Bagaimana Rumus PBV Bekerja?

Price to Book Value atau PBV adalah rasio valuasi yang membandingkan harga saham di pasar dengan nilai buku per saham perusahaan. Nilai buku pada dasarnya menggambarkan ekuitas perusahaan menurut laporan keuangan, yaitu nilai aset setelah dikurangi liabilitas.

Jika suatu saham memiliki PBV 2 kali, secara sederhana pasar menghargai setiap Rp1 nilai buku perusahaan sebesar Rp2. Rasio tersebut tidak menjelaskan apakah harga tersebut murah atau mahal tanpa mengetahui kualitas bisnis dan perusahaan pembandingnya.

Infografik rumus PBV yang menjelaskan harga saham, Book Value Per Share, arti PBV di atas dan di bawah 1, serta pentingnya membandingkan ROE dan kualitas aset.
 

Komponen Rumus PBV

Ada dua angka utama yang dibutuhkan:

  1. Harga pasar per saham. Gunakan harga saham pada waktu analisis dilakukan, misalnya harga penutupan terakhir.
  2. Book Value Per Share atau BVPS. BVPS menunjukkan nilai buku ekuitas yang tersedia untuk setiap saham biasa.

Rumus BVPS secara sederhana adalah:

BVPS = Total Ekuitas ÷ Jumlah Saham Biasa Beredar

Jika perusahaan memiliki saham preferen, nilai yang menjadi hak pemegang saham preferen perlu diperhitungkan terlebih dahulu agar book value yang digunakan benar-benar merepresentasikan bagian pemegang saham biasa.

Tahukah Anda?
PBV tidak hanya dipengaruhi oleh pergerakan harga saham. Nilai buku perusahaan juga dapat berubah akibat laba atau rugi, pembagian dividen, penerbitan saham baru, buyback, impairment aset, maupun perubahan nilai ekuitas lainnya. Karena itu, PBV suatu saham dapat berubah meskipun harga pasar tidak bergerak banyak.

Cara Menghitung PBV Langkah demi Langkah

Menghitung PBV sebenarnya cukup sederhana. Bagian yang lebih penting adalah memastikan seluruh data berasal dari periode yang relevan dan menggunakan definisi yang konsisten.

1. Cari harga saham

Tentukan harga pasar saham pada waktu analisis dilakukan. Sebaiknya gunakan harga penutupan pada tanggal tertentu agar basis perhitungan jelas.

2. Cari total ekuitas perusahaan

Total ekuitas biasanya dapat ditemukan pada neraca atau laporan posisi keuangan perusahaan.

Secara konsep:

Ekuitas = Total Aset − Total Liabilitas

Ekuitas menggambarkan nilai bersih perusahaan berdasarkan catatan akuntansi setelah seluruh kewajiban diperhitungkan.

3. Cari jumlah saham beredar

Gunakan jumlah saham biasa yang beredar pada periode laporan keuangan yang digunakan. Perhatikan apakah terdapat penerbitan saham baru, buyback, stock split, atau corporate action lain yang mengubah jumlah saham.

4. Hitung Book Value Per Share

Misalnya:

  • Total ekuitas: Rp5 triliun.
  • Saham beredar: 2 miliar lembar.

Maka:

BVPS = Rp5 triliun ÷ 2 miliar = Rp2.500

5. Masukkan BVPS ke rumus PBV

Jika harga saham saat itu Rp5.000:

PBV = Rp5.000 ÷ Rp2.500 = 2 kali

Artinya, harga saham di pasar berada pada sekitar dua kali nilai buku per saham perusahaan. Contoh dasar serupa juga digunakan dalam source untuk menunjukkan hubungan harga saham dengan nilai bukunya.

Contoh
Sebuah perusahaan memiliki ekuitas Rp8 triliun dan 4 miliar saham beredar, sehingga BVPS-nya Rp2.000. Jika harga saham berada di Rp3.000, PBV-nya adalah 1,5 kali. Angka tersebut berarti investor di pasar membayar Rp1,50 untuk setiap Rp1 nilai buku perusahaan, tetapi belum cukup untuk menyimpulkan apakah saham tersebut murah atau mahal.

Cara Membaca Hasil PBV dengan Benar

Interpretasi PBV sering menjadi bagian yang paling mudah disalahpahami. Angka rasio perlu dibaca bersama konteks bisnis, industri, profitabilitas, dan kualitas aset perusahaan.

Secara umum:

  • PBV = 1 kali: harga pasar kurang lebih sama dengan nilai buku per saham.
  • PBV > 1 kali: pasar memberikan valuasi lebih tinggi dibanding nilai buku.
  • PBV < 1 kali: harga pasar berada di bawah nilai buku perusahaan.

PBV di atas 1 dapat muncul karena investor menilai perusahaan mampu menghasilkan return yang baik dari modalnya, memiliki prospek pertumbuhan menarik, brand kuat, atau aset tidak berwujud bernilai tinggi.

Sebaliknya, PBV di bawah 1 tidak selalu menunjukkan saham sedang undervalued. Pasar mungkin memberikan diskon karena profitabilitas rendah, kualitas aset buruk, utang tinggi, prospek bisnis melemah, atau adanya risiko lain.

Bandingkan dengan perusahaan sejenis

PBV lebih berguna sebagai alat perbandingan daripada angka yang berdiri sendiri.

Sebaiknya bandingkan perusahaan dengan:

  • Bisnis dalam industri yang sama.
  • Model bisnis yang mirip.
  • Struktur aset yang relatif sebanding.
  • Kondisi ekonomi dan regulasi yang sama.
  • Profitabilitas yang tidak terlalu berbeda.

Membandingkan PBV bank dengan perusahaan teknologi, misalnya, kurang relevan karena struktur aset dan sumber nilai ekonominya berbeda. Source juga menekankan bahwa PBV sebaiknya dibandingkan dengan peers yang memiliki karakter bisnis serupa.

Hubungkan PBV dengan ROE

Salah satu pasangan analisis yang berguna adalah PBV dan Return on Equity (ROE).

ROE menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari ekuitas pemegang saham. Perusahaan dengan ROE tinggi dan stabil dapat memperoleh PBV lebih tinggi karena pasar bersedia membayar premium untuk kemampuan perusahaan menghasilkan return dari modalnya.

Sebaliknya, PBV rendah dengan ROE yang terus menurun bisa menunjukkan bahwa diskon harga tersebut memiliki alasan fundamental.

Perhatian
PBV rendah bukan otomatis sinyal bahwa sebuah saham murah. Nilai buku dapat terdiri dari aset yang kualitas atau nilai ekonominya telah menurun, sementara perusahaan juga mungkin memiliki profitabilitas lemah atau risiko bisnis yang tinggi. Karena itu, selalu periksa komponen ekuitas dan alasan mengapa pasar memberikan valuasi tersebut sebelum mengambil kesimpulan.

Kapan Rumus PBV Berguna dan Kapan Perlu Hati-Hati?

PBV cenderung lebih informatif pada perusahaan yang nilai ekonominya banyak tercermin dalam neraca.

Contohnya dapat mencakup:

  • Perbankan dan jasa keuangan tertentu.
  • Manufaktur.
  • Industri berbasis aset.
  • Perusahaan dengan jumlah aset berwujud yang signifikan.

Pada perusahaan seperti ini, nilai buku memiliki hubungan yang lebih dekat dengan aset yang digunakan untuk menjalankan bisnis.

Namun PBV dapat menjadi kurang representatif pada perusahaan yang nilainya banyak berasal dari aset tidak berwujud. Perusahaan teknologi, software, atau bisnis berbasis brand dapat memiliki intellectual property, data, jaringan pengguna, dan reputasi yang bernilai tinggi tetapi tidak sepenuhnya tercermin dalam book value.

Mengapa kualitas aset penting?

Dua perusahaan dapat memiliki nilai buku yang sama tetapi kualitas aset yang sangat berbeda.

Misalnya, aset perusahaan A terdiri dari fasilitas produktif yang masih modern. Perusahaan B memiliki aset dengan nilai buku serupa tetapi sebagian besar mesin sudah tua dan kurang produktif.

Dalam kondisi tersebut, melihat PBV saja dapat menghasilkan kesimpulan yang keliru.

Pengaruh utang dan accounting treatment

Tingkat utang yang tinggi dapat mengurangi nilai ekuitas sehingga PBV terlihat lebih tinggi. Impairment, revaluasi aset, metode depresiasi, dan berbagai kebijakan akuntansi juga dapat memengaruhi book value.

Karena itu, perbandingan PBV akan lebih relevan jika perusahaan menggunakan praktik akuntansi dan struktur bisnis yang relatif sebanding.

Kesimpulan

Rumus PBV adalah harga pasar per saham dibagi dengan book value per share. Rasio ini menunjukkan berapa kali pasar menghargai ekuitas perusahaan dibanding nilai yang tercatat dalam laporan keuangan.

PBV dapat membantu membandingkan valuasi perusahaan, terutama pada sektor yang memiliki basis aset kuat. Namun angka di bawah 1 tidak otomatis berarti murah, sama seperti angka di atas 1 tidak otomatis berarti mahal.

Penggunaan PBV akan lebih bermakna ketika dikombinasikan dengan ROE, kualitas aset, arus kas, tingkat utang, serta perusahaan pembanding dalam industri yang sama. Dengan begitu, investor dapat memahami bukan hanya berapa PBV-nya, tetapi juga mengapa pasar memberikan valuasi tersebut.

Dapatkan Reward hingga $25

Ada reward khusus pengguna baru saat buka rekening, deposit & transaksi di XTB!

Ambil rewardnya!

FAQ

Rumus PBV adalah harga pasar per saham dibagi Book Value Per Share (BVPS). Rasio ini menunjukkan berapa kali pasar menghargai saham dibanding nilai buku ekuitas perusahaan per lembar saham.

Book Value Per Share dihitung dengan membagi ekuitas yang tersedia bagi pemegang saham biasa dengan jumlah saham biasa beredar. BVPS kemudian digunakan sebagai denominator dalam rumus PBV.

PBV di bawah 1 berarti harga pasar saham berada di bawah nilai buku per saham. Kondisi ini dapat menunjukkan valuasi rendah, tetapi juga dapat mencerminkan profitabilitas lemah, kualitas aset buruk, atau risiko bisnis yang dinilai tinggi oleh pasar.

Tidak selalu. PBV tinggi dapat mencerminkan ekspektasi pertumbuhan, profitabilitas tinggi, brand kuat, atau kemampuan perusahaan menghasilkan return yang baik dari ekuitas. Valuasinya tetap perlu dibandingkan dengan peers dan fundamental bisnis.

PBV menunjukkan berapa besar premium atau diskon pasar terhadap nilai buku, sedangkan ROE menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari ekuitas tersebut. Membaca keduanya bersama membantu menilai apakah valuasi perusahaan didukung oleh profitabilitas yang memadai.

8 menit

Apakah Saham Netflix Masih Menarik saat Pertumbuhan Melambat?

14 menit

Apa Itu Analisis Fundamental? Cara Menilai Sebuah Aset

10 menit

Dividend Payout Ratio: Seberapa Aman Dividen Saham?

Materi pemasaran ini bukan merupakan rekomendasi investasi atau saran strategi investasi. Informasi ini tidak menjamin kinerja atau hasil investasi di masa mendatang. Aktivitas trading melibatkan risiko kerugian finansial yang signifikan, termasuk kemungkinan kehilangan sebagian maupun seluruh modal yang diinvestasikan. Segala keputusan trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.