Pasar keuangan menutup pekan lalu dengan volatilitas tinggi, dipicu pertemuan antara Trump dan Putin. Situasi di Ukraina tetap menjadi faktor kunci minggu ini, namun perhatian pasar juga akan beralih ke sejumlah agenda penting lain. Fokus utama investor tertuju pada The Fed, karena Jerome Powell dijadwalkan berpidato di Jackson Hole Economic Symposium hari Jumat ini. Selain itu, serangkaian rilis data makro juga menanti, termasuk PMI awal serta inflasi dari Zona Euro dan Jepang. Dalam konteks ini, tiga pasar yang perlu diperhatikan minggu ini adalah US500, emas (gold), dan USDJPY.
US500
Lebih dari 90% perusahaan dalam indeks S&P 500 telah melaporkan laba kuartalan. Hasilnya rata-rata mengejutkan di sisi positif, meski ekspektasi sebelumnya cukup rendah. Futures US500 bahkan sempat menyentuh rekor tertinggi pekan lalu. Namun, meningkatnya ketidakpastian geopolitik terkait perang Ukraina, tarif perdagangan, dan kebijakan moneter menimbulkan pertanyaan: apakah valuasi tinggi saat ini masih bisa dibenarkan? Investor kini menantikan pidato Powell di Jackson Hole. Pasca kejutan dari data inflasi PPI, secara teori Powell diperkirakan akan meredam ekspektasi bahwa pemangkasan suku bunga September sudah pasti terjadi 100%. Masih ada beberapa data penting yang bisa memengaruhi arah kebijakan Fed sebelum pertemuan September berlangsung.
EMAS
Harga emas masih bergerak konsolidasi sejak mencetak rekor tertinggi pada September, menunggu pemicu baru untuk menembus resistensi $3440 atau support $3300. Ketidakpastian geopolitik terkait Ukraina tetap jadi faktor dominan, sementara setiap perkembangan kebijakan moneter juga sangat berpengaruh pada emas. Dari sisi data, publikasi PMI awal Agustus pada Kamis akan menjadi sorotan, karena bisa memengaruhi nilai dolar AS dan pada akhirnya harga emas.
USDJPY
Pekan lalu, pernyataan Menteri Keuangan AS Scott Bessent membuat yen menguat setelah ia menyinggung kemungkinan kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ). Pada saat yang sama, ia juga menegaskan bahwa suku bunga AS seharusnya lebih rendah. Dalam konteks kebijakan BoJ, data inflasi yang akan rilis Jumat menjadi krusial. Jika hasil inflasi lebih tinggi dari perkiraan (dan saat ini sudah jelas di atas target), peluang kenaikan suku bunga Jepang akan meningkat tajam.
Dari sisi dolar, pidato Powell di Jackson Hole tetap akan menjadi faktor penentu utama bagi arah pergerakan USDJPY.
Morning Wrap (12.02.2026)
Daily Summary: NFP Kuat Tunda Rate Cut The Fed
US Open: Payrolls Kuat, Rate Cut Tertunda?
Morning Wrap: Wall Street Tunggu NFP