18.24 · 11 September 2026

Adobe Kuat, Tapi Pasar Tetap Kecewa

Adobe membukukan hasil yang benar-benar kuat, tetapi pasar kembali menemukan alasan untuk kecewa. Revenue dan laba perusahaan terus tumbuh, margin tetap sangat tinggi, dan bisnisnya menghasilkan arus kas dalam jumlah besar.

Meski begitu, saham Adobe turun setelah laporan earnings karena guidance perusahaan untuk kuartal berikutnya berada di bawah ekspektasi investor. Laporan ini sendiri tidak menunjukkan cerita tentang bisnis yang memburuk. Sebaliknya, ini lebih mencerminkan betapa tingginya ekspektasi terhadap Adobe dan bagaimana pasar semakin menilai perusahaan melalui perspektif artificial intelligence.

Dalam beberapa waktu terakhir, investor menganggap perkembangan AI berpotensi mengancam model bisnis Adobe secara fundamental. Semakin banyak pekerjaan seperti desain grafis, editing foto, pembuatan konten, dan aktivitas kreatif lainnya yang kini dapat dilakukan menggunakan tools berbasis AI.

Pertanyaannya adalah apakah pengguna akan tetap membutuhkan produk Adobe berbayar ketika semakin banyak alternatif AI tersedia. Setiap guidance yang lebih hati-hati kemudian dianggap pasar sebagai bukti tambahan yang mendukung skenario tersebut.

Masalahnya, hasil Adobe saat ini masih belum menunjukkan bisnis yang benar-benar tergeser oleh AI.

Hasil Keuangan Utama:

  • Revenue: US$6,76 miliar, +13% YoY
  • Net income: US$1,83 miliar
  • Non-GAAP EPS: US$6,13
  • Operating margin: 44%
  • Operating cash flow: US$2,52 miliar — level tertinggi sepanjang sejarah
  • ARR: US$27,5 miliar, +10,2% YoY
  • AI-first ARR: +150% YoY — menunjukkan AI mulai menghasilkan revenue yang semakin berarti

Guidance Kuartal Berikutnya:

  • Revenue Q4: US$6,80–US$6,85 miliar
  • Non-GAAP EPS Q4: US$6,30–US$6,35
  • Revenue FY2026: US$26,58–US$26,63 miliar
  • Non-GAAP EPS FY2026: US$24,45–US$24,50
  • Operating margin FY2026: sekitar 45%

Adobe menghasilkan revenue US$6,76 miliar pada kuartal ketiga tahun fiskal 2026, naik 13% dibandingkan tahun sebelumnya. Net income mencapai US$1,83 miliar, sementara adjusted EPS tercatat US$6,13.

Revenue dan laba tetap berada di level rekor, sementara perusahaan terus mempertahankan margin yang sangat tinggi. Ini penting karena di tengah seluruh diskusi mengenai ancaman AI, ada satu fakta dasar yang mudah terlewat: Adobe masih memiliki bisnis yang sangat besar, terus bertumbuh, dan sangat profitable.

Namun, pasar saham selalu mencoba menentukan apa yang akan terjadi berikutnya. Dalam kasus Adobe, pertanyaannya adalah apakah tools AI akan mulai mengambil pelanggan perusahaan dalam beberapa tahun mendatang, apakah solusi kompetitor akan meningkatkan tekanan harga, dan apakah sebagian fitur yang saat ini berada dalam paket berbayar Adobe nantinya akan tersedia secara gratis atau jauh lebih murah.

Risiko-risiko tersebut memang nyata bagi Adobe. Namun, untuk saat ini, semuanya masih lebih berupa skenario investasi daripada fakta yang sudah terbukti. Hasil perusahaan belum menunjukkan penurunan tajam dalam permintaan maupun hilangnya kemampuan Adobe untuk menghasilkan profit dalam jumlah besar.

Adobe juga tidak hanya diam menunggu perubahan tersebut terjadi. Perusahaan terus mengembangkan Firefly dan semakin mengintegrasikan fitur AI ke dalam Photoshop, Illustrator, Premiere Pro, dan Acrobat.

Karena itu, artificial intelligence tidak hanya berpotensi menjadi ancaman kompetitif bagi Adobe, tetapi juga dapat meningkatkan nilai dari ekosistem produknya sendiri. Pertanyaan utamanya adalah apakah Adobe dapat memonetisasi kemampuan tersebut sambil tetap mempertahankan pelanggan di seluruh portofolio produknya.

Itulah alasan mengapa reaksi pasar hari ini terlihat cukup berlebihan. Investor tidak menjual saham Adobe karena perusahaan berhenti menghasilkan uang atau karena hasil bisnisnya tiba-tiba memburuk.

Pasar menjual karena investor semakin membutuhkan bukti bahwa perkembangan AI tidak akan merusak model bisnis Adobe yang sudah ada. Guidance yang lebih lemah dari ekspektasi memberikan satu alasan tambahan bagi investor untuk tetap berhati-hati.

Untuk saat ini, angka-angka masih menunjukkan perusahaan yang terus tumbuh, menghasilkan laba kuat, dan mempertahankan margin yang sangat tinggi. Pasar memperkirakan AI dapat mengubah situasi tersebut di masa depan.

Namun, hasil Adobe menunjukkan bahwa perubahan itu belum terjadi. Di sinilah kesenjangan terbesar saat ini muncul antara valuasi saham Adobe dan performa bisnis fundamentalnya.

Sumber: xStation5

11 September 2026, 21.02

US Open: Wall Street Rebound Usai CPI

11 September 2026, 20.08

Oracle Kuat, Tapi Pasar Belum Sepenuhnya Yakin

11 September 2026, 17.24

Seberapa Dekat Koreksi S&P 500?

11 September 2026, 16.40

Silicon Valley Mulai Panik Soal AI. Dan Itu Bukan Candaan.

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.