Baca selengkapnya
18.59 · 13 Mei 2026

Alibaba Tertekan, Beban AI Picu Kekhawatiran Pasar

Hasil keuangan terbaru Alibaba (BABA.US) belum mampu membangun optimisme pasar, dan investor merespons dengan hati-hati, tercermin dari penurunan harga saham sekitar 1–3%. Meskipun perusahaan terus menekankan bahwa investasi besar pada kecerdasan buatan (AI) akan memberikan hasil jangka panjang, laporan kuartal yang berakhir pada Maret 2026 justru menunjukkan tanda-tanda stagnasi. Pendapatan grup hanya tumbuh 3% secara tahunan dan gagal memenuhi ekspektasi analis. Lebih buruk lagi, Alibaba mencatat rugi operasional pertama dalam lima tahun, atau sejak periode pandemi, akibat lonjakan besar belanja AI dan persaingan agresif untuk menarik pengguna baru.

Masalah utama tetap berada di inti bisnis Alibaba, yaitu e-commerce domestik melalui Taobao dan Tmall. Segmen ini menjadi kekecewaan terbesar dengan pertumbuhan yang sangat terbatas. Konsumen China terlihat mulai jenuh terhadap banjir diskon dan promosi, sementara kondisi ekonomi domestik juga belum mendukung pembelian barang bernilai lebih tinggi, yang akhirnya menahan pertumbuhan nilai transaksi.

Di sisi lain, segmen Cloud Intelligence mulai menunjukkan prospek yang lebih positif. Pendapatan dari pelanggan eksternal melonjak 40% secara tahunan, dengan produk terkait AI kini menyumbang sekitar 30% dari total pendapatan segmen tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap layanan AI memang nyata. Namun, bisnis cloud masih terlalu kecil dibanding keseluruhan grup untuk mampu mengimbangi perlambatan bisnis utama Alibaba.

Dalam jangka panjang, pasar mulai mempertanyakan kesehatan finansial perusahaan. Alibaba berada dalam posisi yang cukup sulit. Pertama, monetisasi software AI di China masih menjadi tantangan karena perusahaan-perusahaan lokal belum terbiasa membayar layanan software seperti di Barat. Kedua, Alibaba membakar kas dalam jumlah besar. Free cash flow negatif pada kuartal ini mencapai sekitar $2,5 miliar, dipicu perang harga di sektor e-commerce cepat seperti Ele.me serta belanja besar untuk promosi aplikasi AI Qwen dalam persaingan melawan ByteDance.

Akibatnya, investor belum melihat banyak manfaat langsung dari transformasi AI yang dijanjikan perusahaan. Tidak ada peningkatan dividen maupun pengumuman buyback saham baru, sehingga pasar saat ini lebih fokus pada kenaikan biaya dibanding potensi keuntungan jangka panjang dari AI.

Hasil Kuartal Keempat

  • Pendapatan: 243,38 miliar yuan, naik 2,9% secara tahunan, di bawah estimasi 246,51 miliar yuan
  • Pendapatan Alibaba International Digital Commerce Group: 35,43 miliar yuan, naik 5,5% secara tahunan; estimasi 35,93 miliar yuan
  • Pendapatan Cloud Intelligence Group: 41,63 miliar yuan, naik 38% secara tahunan, di atas estimasi 41,44 miliar yuan
  • Pendapatan China E-commerce Business Group: 122,22 miliar yuan, di bawah estimasi 126,03 miliar yuan
  • Laba disesuaikan per ADR: 62 sen, dibandingkan 12,52 yuan tahun sebelumnya; estimasi 6,04 yuan
  • Adjusted EBITDA: 16,44 miliar yuan, turun 61% secara tahunan; estimasi 24,06 miliar yuan
  • Laba bersih disesuaikan: 86 juta yuan, dibandingkan 29,85 miliar yuan tahun sebelumnya; estimasi 15,08 miliar yuan
  • Pendapatan dari aktivitas lainnya: 65,46 miliar yuan; estimasi 64,61 miliar yuan
 

Perusahaan sebenarnya telah mencatat kerugian historis yang selama beberapa kuartal terakhir kurang mendapat perhatian pasar. Sumber: Bloomberg Financial Lp

 

Secara teknikal, grafik harian Alibaba (BABA.US) masih berada dalam tren turun jangka panjang dan tetap bergerak di bawah EMA 200-hari yang menjadi resistance utama. Rebound lokal sebelumnya terhenti di area resistance EMA 50 dan EMA 100, yang kemudian mendorong harga turun kembali menuju support penting di level $131,74 pada perdagangan pre-market.

Kemampuan saham bertahan di area support tersebut akan menjadi penentu penting untuk menghindari tekanan jual yang lebih besar dan potensi pengujian level psikologis $130.

Sumber: xStation

13 Mei 2026, 19.48

PPI AS Melonjak Tajam

13 Mei 2026, 15.15

Gemini Jadi Mesin AI Baru Alphabet dan Apple

12 Mei 2026, 20.42

US Open: Pasar Respons Inflasi AS Lebih Tinggi

12 Mei 2026, 19.30

BREAKING: Inflasi AS Naik, Pasar Pantau Sikap The Fed

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.