Awal pekan kembali diwarnai oleh perkembangan dari Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga komoditas energi. Namun, hari ini kita mulai melihat adanya koreksi atau retracement dari pergerakan tersebut. Perhatian pasar hari ini berpotensi beralih ke data makroekonomi, terutama rilis inflasi HICP Zona Euro (pukul 11.00 WIB) dan data JOLTS dari pasar tenaga kerja Amerika Serikat (pukul 16.00 WIB).
Sesi Asia
-
Inflasi CPI Korea Selatan naik menjadi 3,1% pada bulan Mei, level tertinggi sejak Maret 2024. Kondisi ini meningkatkan kemungkinan Bank of Korea (BoK) akan menaikkan suku bunga pada pertemuan berikutnya yang dijadwalkan pada 16 Juli.
-
Surplus transaksi berjalan negara tersebut juga meningkat hingga mencapai rekor USD 37,3 miliar. Peningkatan ini sebagian besar didorong oleh lonjakan ekspor sebesar 53,2% secara tahunan (year-on-year), yang ditopang oleh booming sektor semikonduktor.
-
Di sisi lain, Australia mencatat defisit transaksi berjalan terbesar dalam sejarahnya, mencapai USD 19,4 miliar. Kondisi ini terutama dipicu oleh lonjakan impor yang signifikan akibat investasi besar-besaran pada infrastruktur pusat data (data center).
-
Selain itu, perlu dicatat adanya pengumuman kenaikan upah minimum nasional sebesar 5,97% dan kenaikan upah sektoral ("award wages") sebesar 4,75%.
-
Australia memiliki lebih dari 100 sistem "award", yang masing-masing menetapkan ketentuan minimum terkait pekerjaan dan pengupahan. Dengan demikian, terdapat standar upah minimum yang berbeda untuk sektor seperti perhotelan, konstruksi, teknologi informasi, dan sektor lainnya.
Kalender Makroekonomi
Eurozone: Inflasi HICP (Mei)
-
Waktu: 11.00 WIB
-
Konsensus: 3,2%
-
Data Sebelumnya: 3,0%
Polandia: Keputusan Suku Bunga
-
Waktu: Sesi siang hari
-
Konsensus: Menahan suku bunga (pause)
Amerika Serikat: Data JOLTS (April)
-
Waktu: 16.00 WIB
-
Konsensus: 6,860 juta
-
Data Sebelumnya: 6,866 juta
Rilis Laporan Keuangan
- Palo Alto Networks (PANW.US)
- Dollar General (DG.US)
- Victoria’s Secret (VSCO.US)
- GitLab (GTLB.US)
- Ulta Beauty (ULTA.US)
Hal yang Perlu Diperhatikan
- US Dollar (USD) – Pasar akan mencermati rilis data JOLTS pada pukul 16.00 WIB. Data ini merupakan salah satu indikator penting pertama dari rangkaian data pasar tenaga kerja Amerika Serikat yang dijadwalkan rilis minggu ini.
- Euro (EUR) – Data inflasi bulan Mei diperkirakan tidak akan memberikan kejutan besar karena pasar sebelumnya telah menerima data inflasi dari sejumlah negara anggota Zona Euro. Namun demikian, hasil tersebut dapat semakin memperkuat ekspektasi terhadap langkah kebijakan suku bunga ECB pada pertemuan bulan Juni.
- Crude Oil and LNG – Perkembangan berita terkait situasi di Timur Tengah masih sangat beragam dan sering berubah. Oleh karena itu, pasar komoditas energi berpotensi kembali mengalami volatilitas tinggi sepanjang perdagangan hari ini.
Saham Oracle Turun Setelah Alphabet Umumkan Pendanaan AI
Market Wrap: Pasar Waspada Usai Pembicaraan AS-Iran Terhenti
Daily Summary: Saham AS Bergerak Mixed di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Saham Robinhood Turun di Tengah Gugatan Terkait IPO 2021
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.