- Alphabet harus membuktikan bahwa belanja AI senilai $180–$190 miliar mulai mempercepat pertumbuhan Google Cloud dan profitabilitas.
- Google Cloud diperkirakan tumbuh sekitar 67% secara tahunan dengan pendapatan mencapai $22,8 miliar.
- Investor akan menilai kemampuan iklan Google dalam membiayai ekspansi AI dan mempertahankan monetisasi Search.
- Tesla menghadapi tekanan untuk membuktikan bahwa rekor pengiriman kendaraan tidak mengorbankan margin secara berlebihan.
- Robotaxi, Optimus, Cybercab, dan arus kas bebas akan menjadi fokus utama dalam laporan Tesla.
- Alphabet harus membuktikan bahwa belanja AI senilai $180–$190 miliar mulai mempercepat pertumbuhan Google Cloud dan profitabilitas.
- Google Cloud diperkirakan tumbuh sekitar 67% secara tahunan dengan pendapatan mencapai $22,8 miliar.
- Investor akan menilai kemampuan iklan Google dalam membiayai ekspansi AI dan mempertahankan monetisasi Search.
- Tesla menghadapi tekanan untuk membuktikan bahwa rekor pengiriman kendaraan tidak mengorbankan margin secara berlebihan.
- Robotaxi, Optimus, Cybercab, dan arus kas bebas akan menjadi fokus utama dalam laporan Tesla.
Alphabet dan Tesla Hadapi Ujian AI
Alphabet akan melaporkan kinerja kuartal II setelah penutupan perdagangan Wall Street pada Rabu. Meskipun perusahaan secara konsisten melampaui ekspektasi laba dalam beberapa kuartal terakhir, perhatian investor kini terutama tertuju pada pertumbuhan Google Cloud, monetisasi AI, dan komentar manajemen mengenai investasi infrastruktur AI yang mencapai rekor.
Pertanyaan utamanya adalah apakah program investasi terbesar sepanjang sejarah Alphabet mulai menghasilkan profitabilitas yang lebih kuat dan pertumbuhan pendapatan yang lebih cepat.
Ekspektasi Utama Menjelang Laporan
- Wall Street memperkirakan EPS sekitar $2,90–$3,00 dan pendapatan sebesar $101–$117 miliar, tergantung pada sumber konsensus. Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan sekitar 24% secara tahunan.
- Alphabet telah melampaui estimasi EPS dalam delapan kuartal terakhir dan hanya sekali gagal memenuhi ekspektasi pendapatan selama periode tersebut.
- Google Cloud tetap menjadi mesin pertumbuhan utama perusahaan. Analis memperkirakan pendapatannya mencapai sekitar $22,8 miliar, atau tumbuh hampir 67% secara tahunan.
- Investor akan mencermati apakah belanja modal kuartalan atau CAPEX mencapai sekitar $45 miliar dan apakah manajemen kembali menegaskan rencana investasi AI 2026 sebesar $180–$190 miliar.
- Arus kas bebas turun 47% secara tahunan pada kuartal sebelumnya akibat investasi AI yang mencapai rekor. Karena itu, investor akan mencari bukti bahwa pengeluaran tersebut mulai menghasilkan tingkat pengembalian yang lebih kuat.
- Pendapatan iklan YouTube diperkirakan mencapai $10,8 miliar atau tumbuh 9,8% secara tahunan. Pendapatan Google Search & Other diproyeksikan sekitar $63,5 miliar atau naik 17,3%.
- Bank of America menaikkan proyeksi pertumbuhan Google Cloud menjadi 70% dan mempertahankan rating Buy. Wells Fargo, Wolfe Research, dan BMO Capital juga menaikkan target harga saham masing-masing menjadi $438, $460, dan $455.
Google Cloud Harus Membuktikan Investasi AI Mulai Menghasilkan
Google Cloud diperkirakan menjadi fokus utama laporan keuangan. Pada kuartal sebelumnya, pendapatan Cloud melonjak 63% secara tahunan menjadi $20 miliar.
Margin operasional Google Cloud juga meningkat menjadi 32,9% dari 17,8% pada tahun sebelumnya. Kinerja tersebut mencatatkan pertumbuhan tercepat dalam beberapa tahun dan secara signifikan melampaui ekspektasi pasar.
Analis kini memperkirakan pendapatan Google Cloud mencapai sekitar $22,8 miliar, yang berarti kembali tumbuh sekitar 67% secara tahunan.
Selain pertumbuhannya, investor akan mencari bukti bahwa bisnis cloud mampu menghasilkan profitabilitas yang cukup besar untuk membenarkan belanja infrastruktur AI Alphabet yang belum pernah terjadi sebelumnya.
CAPEX Rekor dan Gemini Tetap Menjadi Sorotan
Alphabet menaikkan panduan belanja modal 2026 menjadi $180–$190 miliar. Perusahaan diperkirakan telah membelanjakan sekitar $45 miliar selama kuartal II untuk infrastruktur AI dan pusat data.
Perusahaan juga memperluas implementasi Gemini melalui kemitraan dengan Accenture dan Cognizant. Pada saat yang sama, Alphabet terus mengembangkan perangkat keras AI miliknya sendiri, termasuk TPU Ironwood generasi terbaru dan akselerator AI Frozen v2.
Investor akan memperhatikan komentar manajemen mengenai ketersediaan Ironwood, permintaan terhadap Gemini Enterprise, dan dampak kenaikan biaya perangkat keras terhadap rencana belanja di masa depan.
Laporan mengenai penundaan Gemini Pro 3.5 juga kemungkinan akan dibahas. Namun, banyak analis memperkirakan dampaknya terhadap kinerja keuangan jangka pendek akan relatif terbatas.
Bisnis Iklan Terus Membiayai Ekspansi AI Alphabet
Meskipun melakukan investasi AI dalam skala besar, bisnis iklan tetap menjadi sumber pendapatan terbesar Alphabet.
Pada kuartal sebelumnya, pendapatan Google Search & Other meningkat 19% menjadi $60,4 miliar. Kinerja tersebut menunjukkan bahwa bisnis pencarian tetap tangguh meskipun popularitas chatbot AI dan AI Overviews terus meningkat.
Wall Street saat ini memperkirakan:
- Pendapatan Google Advertising sebesar $81,68 miliar, naik 14,5% secara tahunan.
- Pendapatan Google Search & Other sebesar $63,54 miliar, naik 17,3%.
- Pendapatan YouTube Ads sebesar $10,76 miliar, naik 9,8%.
- Pendapatan Google Network sebesar $7,08 miliar, turun 3,8%.
Di luar angka utama, investor akan mencermati apakah fitur AI dalam Google Search meningkatkan monetisasi iklan atau hanya menjadi respons defensif berbiaya tinggi terhadap meningkatnya persaingan dari OpenAI dan Anthropic.
Jawaban atas pertanyaan tersebut dapat menjadi pendorong terbesar bagi reaksi saham setelah laporan keuangan dirilis.
Alphabet (Grafik D1)
Saham Alphabet saat ini diperdagangkan sekitar 10% di bawah level tertinggi sepanjang masa, meskipun perusahaan terus membukukan kinerja keuangan yang mencapai rekor.

Sumber: xStation5
Tesla Turun Sekitar 14% Tahun Ini: Bisakah Laporan Keuangan Membalikkan Tren?
Tesla juga akan melaporkan kinerja kuartal II setelah penutupan pasar pada Rabu. Kali ini, investor memberikan perhatian lebih kecil terhadap angka utama karena data pengiriman kendaraan telah dirilis dan secara signifikan melampaui ekspektasi.
Sebaliknya, pertanyaan utamanya adalah apakah Elon Musk mampu meyakinkan investor bahwa belanja besar Tesla untuk kecerdasan buatan, Robotaxi, dan robot humanoid Optimus dapat membenarkan salah satu valuasi tertinggi di sektor teknologi.
Ekspektasi Utama Menjelang Laporan
- Wall Street memperkirakan pendapatan Tesla sekitar $26,2–$27,6 miliar dan EPS sebesar $0,50–$0,55.
- Tesla mengirimkan 480.126 kendaraan pada kuartal II, naik 25% secara tahunan dan jauh di atas ekspektasi analis sekitar 400.000 unit. Penempatan penyimpanan energi juga mencapai rekor sebesar 13,5 GWh.
- Investor terutama akan berfokus pada margin kotor otomotif. Konsensus memperkirakan margin dapat turun dari 19,2% menjadi sekitar 18,1% akibat kebijakan harga dan insentif pembiayaan yang agresif.
- Analis memperkirakan arus kas bebas negatif sekitar $3,25 miliar, disertai CAPEX kuartalan sekitar $6,7 miliar.
- Tesla berencana menginvestasikan lebih dari $25 miliar sepanjang 2026. Morgan Stanley memperkirakan total belanja modal setahun penuh dapat mencapai $26,8 miliar.
- Investor akan mencari perkembangan terbaru mengenai operasional Robotaxi di Austin, jadwal produksi Optimus, Cybercab, dan infrastruktur AI Tesla.
- Pasar opsi memperkirakan pergerakan saham setelah laporan sebesar sekitar plus atau minus 5,5% hingga 8%. Hal ini menunjukkan tingginya ekspektasi pasar terhadap komentar Elon Musk.
Pengiriman Kendaraan Sudah Diketahui, Kini Profitabilitas Menjadi Fokus
Pengiriman kendaraan kemungkinan tidak akan mengejutkan investor karena Tesla telah melaporkan 480.126 unit pada kuartal II.
Angka tersebut meningkat 25% secara tahunan dan menjadi pertumbuhan kuartalan terkuat sejak kuartal III 2023. Penempatan penyimpanan energi juga mencapai rekor 13,5 GWh.
Sebagian besar analis menilai kinerja pengiriman yang kuat tersebut telah diperhitungkan dalam harga saham Tesla.
Karena itu, perhatian akan beralih pada margin kotor otomotif, yang diperkirakan Wall Street turun menjadi sekitar 18,1% dari 19,2% pada kuartal sebelumnya.
Metrik tersebut akan menunjukkan apakah peningkatan penjualan diperoleh dengan mengorbankan profitabilitas.
Belanja AI Rekor dan Robotaxi Menjadi Fokus Utama
Earnings call Tesla diperkirakan akan lebih sedikit membahas kendaraan dan lebih banyak berfokus pada kecerdasan buatan.
Perusahaan berencana membelanjakan lebih dari $25 miliar sepanjang 2026 untuk infrastruktur AI, pengembangan Robotaxi, produksi Optimus, dan perluasan kapasitas komputasi.
Wall Street memperkirakan arus kas bebas turun menjadi sekitar negatif $3,25 miliar pada kuartal II, ketika CAPEX kuartalan mencapai sekitar $6,7 miliar.
Morgan Stanley memperkirakan total belanja modal Tesla dapat mencapai $26,8 miliar tahun ini.
Investor ingin mengetahui apakah perbaikan bisnis otomotif Tesla mampu menghasilkan kas yang cukup untuk membiayai ekspansi ambisi physical AI perusahaan.
Robotaxi, Optimus, dan SpaceX Dapat Mendominasi Earnings Call
Semakin banyak analis menilai Tesla kini dihargai terutama berdasarkan potensi Robotaxi dan Optimus, bukan bisnis otomotif tradisionalnya.
Morgan Stanley tetap memandang kendaraan otonom dan robot humanoid sebagai pendorong utama nilai jangka panjang perusahaan.
Sementara itu, RBC menyoroti spekulasi mengenai potensi hubungan masa depan antara Tesla dan SpaceX setelah IPO SpaceX.
Investor akan mencari perkembangan terbaru terkait peluncuran Robotaxi di Austin, yang masih tertinggal dari proyeksi awal Elon Musk, serta jadwal produksi Optimus dan Cybercab.
Pasar juga menginginkan milestone yang lebih konkret terkait kendaraan otonom dan infrastruktur AI. Inisiatif tersebut semakin penting bagi valuasi Tesla dibandingkan penjualan kendaraan semata.
Tesla (Grafik D1)
Saham Tesla saat ini diperdagangkan sekitar 20% di bawah level tertinggi sepanjang masa dan masih bergerak di sekitar level $380.

Sumber: xStation5
ServiceNow Hadapi Ujian Besar AI
US Open: Futures AS Turun, Pasar Tunggu Big Tech
Siklus Laba Chip Mulai Mencapai Puncak?
Saham Pertahanan Hadapi Ujian Margin
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.