16.16 · 2 November 2026

AMD Bisa Jadi Korban Selanjutnya Usai Intel Anjlok 29%?

Intel Anjlok 29%, Earnings AMD Jadi Ujian Berikutnya bagi Saham AI

Saham Intel (INTC) anjlok hampir 29% pada Jumat, meskipun bisnis Data Center & AI perusahaan masih mencatat pertumbuhan yang kuat. Kini, perhatian investor beralih ke AMD (AMD), yang dijadwalkan merilis laporan keuangan Q3 2026 pada 3 November. Hasil tersebut akan menjadi indikator penting untuk menilai apakah tekanan pada saham Intel mulai mencerminkan masalah yang lebih luas di sektor semikonduktor, atau justru lebih banyak disebabkan oleh tantangan eksekusi bisnis (execution) Intel sendiri.

Intel Membuktikan Permintaan AI yang Kuat Belum Cukup

Intel sebenarnya mencatat pertumbuhan pendapatan segmen Data Center & AI sebesar 78% secara tahunan (YoY) menjadi US$7,3 miliar pada Q3 2026. Namun, pasar lebih memperhatikan proyeksi kinerja Q4 yang lemah, perlambatan pasar PC, keterbatasan pasokan (supply constraints), serta kebutuhan investasi besar untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Intel memberikan panduan pendapatan (revenue guidance) Q4 sebesar US$15–16 miliar, jauh di bawah ekspektasi pasar yang berada di sekitar US$17 miliar. Kondisi ini menunjukkan bahwa permintaan chip AI yang kuat belum otomatis menghasilkan pertumbuhan pendapatan yang konsisten, terutama jika rantai pasok (supply chain) dan kemampuan eksekusi operasional belum mampu mengimbangi permintaan tersebut.

AMD Memiliki Model Bisnis yang Berbeda dari Intel

AMD menghadapi sebagian permintaan pasar yang sama dengan Intel, tetapi tidak menanggung beban pembangunan dan pengoperasian fasilitas manufaktur chip (foundry) sendiri. Melalui model bisnis fabless, AMD lebih bergantung pada mitra manufaktur untuk memproduksi chip. Namun, pendekatan ini juga membuat struktur bisnis AMD relatif lebih ringan dari sisi intensitas modal (capital intensity).

Momentum bisnis AMD menjelang laporan keuangan masih menunjukkan kekuatan. Pada Q2 2026, pendapatan segmen Data Center AMD melonjak 107% YoY menjadi US$6,7 miliar, atau sekitar 58% dari total pendapatan perusahaan. Untuk Q3 2026, AMD memberikan panduan pendapatan sekitar US$13 miliar, setara dengan pertumbuhan sekitar 41% YoY.

Indikator

Intel Q3 2026

AMD Menjelang Earnings Q3

Pendapatan Data Center

US$7,3 miliar

US$6,7 miliar pada Q2

Pertumbuhan Data Center

+78% YoY

+107% YoY

Proyeksi pendapatan berikutnya

US$15–16 miliar

Sekitar US$13 miliar untuk Q3

Model manufaktur

Memiliki foundry sendiri

Fabless

Earnings AMD Jadi Ujian bagi Seluruh Sektor Chip AI

Saham AMD juga turun sekitar 11% pada Jumat, ketika aksi jual Intel menyebar ke saham-saham semikonduktor lainnya. Karena itu, laporan keuangan AMD kali ini tidak hanya akan dinilai berdasarkan kemampuannya melampaui estimasi analis (earnings beat), tetapi juga dari permintaan GPU Instinct untuk AI, prosesor server EPYC, margin laba kotor (gross margin), dan terutama panduan kinerja kuartal berikutnya.

Jika segmen Data Center AMD tetap tumbuh kuat dan proyeksi perusahaan tidak menunjukkan perlambatan yang berarti, pasar dapat menilai bahwa masalah Intel lebih banyak berkaitan dengan eksekusi bisnis, eksposur terhadap pasar PC, dan keterbatasan manufaktur (manufacturing constraints). Sebaliknya, jika AMD juga melaporkan pelemahan permintaan atau panduan pendapatan yang mengecewakan, kekhawatiran investor dapat berkembang menjadi pertanyaan yang lebih besar mengenai keberlanjutan pertumbuhan belanja infrastruktur AI (AI infrastructure spending).

Laporan keuangan AMD pada 3 November 2026 akhirnya menjadi ujian berikutnya bagi sektor semikonduktor setelah aksi jual tajam pada akhir Oktober. Fokus investor kini bukan lagi sekadar memastikan apakah permintaan AI masih kuat, melainkan apakah perusahaan semikonduktor mampu mengubah permintaan tersebut menjadi pertumbuhan pendapatan dan laba yang tetap memenuhi ekspektasi pasar.

2 November 2026, 13.22

Market Wrap: Nasdaq Rebound, Minyak Anjlok 3% Jelang Pemilu AS!

2 November 2026, 11.20

Palantir Bisa Lolos dari Selloff AI?

2 November 2026, 10.33

Apple Tahan Banting! Opsi Prediksi Gerak 5,8% Jelang Earnings

30 Oktober 2026, 21.16

US Open: Intel Anjlok 29%, Nasdaq Tertekan Aksi Jual AI!

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.