15.30 · 18 September 2026

Anthropic Menuju IPO $2 Triliun, Tapi AI Mau Direm

Inti pembahasan
Inti pembahasan
  • Anthropic menargetkan IPO Nasdaq dengan valuasi yang menurut laporan investor dapat mencapai US$2 triliun.
  • Revenue run rate melonjak dari sekitar US$9 miliar pada akhir 2025 menjadi US$65 miliar pada Juli 2026.
  • Claude Code menjadi salah satu mesin pertumbuhan utama, dengan ARR yang meningkat tajam.
  • CEO Dario Amodei justru menjadi salah satu suara paling vokal yang menyerukan perlambatan frontier AI.
  • Safety-first dapat menjadi keunggulan bagi klien enterprise dan regulator, tetapi juga berpotensi memperlambat pertumbuhan.

Anthropic sedang bersiap menjadi salah satu IPO teknologi terbesar dalam sejarah, dengan target valuasi yang menurut laporan investor dapat mencapai US$2 triliun di Nasdaq. Yang membuat ceritanya tidak biasa adalah pihak yang paling keras meminta industri AI memperlambat pengembangannya justru CEO Anthropic sendiri, Dario Amodei. Kombinasi antara ambisi komersial yang sangat besar dan strategi safety-first menciptakan dilema investasi yang jarang muncul dalam siklus IPO teknologi.

Jalur IPO Terus Berjalan di Tengah Debat AI Safety

Anthropic mengajukan draft S-1 secara rahasia ke SEC pada 1 Juni 2026, membuka jalur menuju listing di Nasdaq yang ditargetkan sekitar Oktober 2026. Goldman Sachs, JPMorgan, dan Morgan Stanley bertindak sebagai lead underwriter untuk penawaran yang berpotensi mengumpulkan lebih dari US$60 miliar.

Menariknya, rival utamanya, OpenAI, justru menunda IPO hingga 2027 setelah Sam Altman menyatakan perusahaan belum berencana melantai tahun ini karena masih fokus pada isu safety dan alignment. Jika timeline tersebut berjalan sesuai rencana, Anthropic berpotensi menjadi salah satu pure-play AI company besar pertama yang masuk ke pasar publik sebelum beberapa rival utamanya.

Namun jalur menuju IPO tidak sepenuhnya mulus. Esai Amodei pada 12 September kembali memicu perdebatan mengenai seberapa cepat frontier AI seharusnya terus dikembangkan sebelum sistem keselamatan dan regulasi mampu mengimbanginya.

Angka yang Membuat Wall Street Terus Melirik

Valuasi Anthropic meningkat dari US$61,5 miliar pada Maret 2025 menjadi sekitar US$965 miliar pada Series H Mei 2026. Artinya, valuasi perusahaan meningkat lebih dari 15 kali lipat hanya dalam sekitar 14 bulan.

Annualized revenue run rate juga meningkat sangat cepat, dari sekitar US$9 miliar pada akhir 2025 menjadi US$65 miliar pada akhir Juli 2026. Angka tersebut berada di atas run rate OpenAI yang dilaporkan berada di sekitar US$40 miliar. Revenue kuartal kedua 2026 dilaporkan mencapai US$11,5 miliar, melonjak dari sekitar US$787 juta setahun sebelumnya. Anthropic juga untuk pertama kalinya mencatat adjusted operating income positif. Kekuatan bisnis enterprise terlihat dari lebih dari 1.000 pelanggan korporat yang masing-masing membelanjakan setidaknya US$1 juta per tahun.

Claude Code menjadi salah satu mesin pertumbuhan paling agresif. ARR produk tersebut meningkat dari sekitar US$500 juta pada September 2025 menjadi sekitar US$15 miliar pada Agustus 2026.

Sumber: Bloomberg, Reuters, XTB Research Indonesia

Safety sebagai Risiko Sekaligus Diferensiasi

Esai Dario Amodei pada 12 September 2026 secara terbuka menyerukan agar industri AI memperlambat pengembangan capability frontier. Ia memperingatkan bahwa dalam enam hingga 12 bulan ke depan, AI berpotensi mengendalikan swarm of agents dengan kemampuan yang jauh lebih luas jika tidak ada koordinasi safety yang memadai antarperusahaan. Bagi valuasi Anthropic, sikap ini memiliki dua sisi.

Di satu sisi, regulasi yang lebih ketat serta development cycle yang lebih lambat dapat membatasi kecepatan pertumbuhan revenue di masa depan. Kasus penonaktifan model Fable 5 dan Mythos 5 selama sekitar dua minggu akibat kebijakan ekspor AS menunjukkan bahwa regulasi dan kebijakan safety dapat memberikan dampak langsung terhadap bisnis. Di sisi lain, positioning safety-first dapat menjadi diferensiasi penting bagi Anthropic. Klien enterprise, pemerintah, dan regulator memiliki insentif lebih besar untuk memilih penyedia AI yang dianggap lebih konservatif dalam mengelola risiko data, keamanan, dan autonomous agents. Dalam jangka panjang, reputasi tersebut dapat menjadi moat yang sulit ditiru oleh kompetitor yang lebih agresif dalam mengejar kecepatan deployment.

Valuasi US$2 Triliun Membutuhkan Pertumbuhan Besar

Bagi investor yang mengamati IPO Anthropic, dilemanya cukup jelas. Pertumbuhan revenue dari sekitar US$9 miliar menuju US$65 miliar annualized run rate hanya dalam tujuh bulan merupakan angka yang sulit ditemukan bahkan di sektor teknologi.

Namun valuasi sekitar US$2 triliun juga membawa ekspektasi yang sangat tinggi. Valuasi tersebut mengasumsikan Anthropic mampu mempertahankan trajectory pertumbuhan menuju proyeksi revenue sekitar US$190–200 miliar pada 2028, sembari menghadapi tekanan regulasi, biaya compute, dan komitmen safety yang justru dipromosikan oleh CEO-nya sendiri. Dengan kata lain, tantangan Anthropic bukan sekadar mempertahankan pertumbuhan. Perusahaan juga harus membuktikan bahwa pendekatan safety-first tidak membuatnya kehilangan kecepatan komersial terhadap OpenAI, xAI, dan kompetitor lainnya.

Takeaway

Anthropic bukan sekadar taruhan terhadap pertumbuhan AI. Investor juga perlu menilai trade-off antara safety dan scale. Jika positioning safety-first membuat Anthropic menjadi pilihan utama bagi enterprise dan regulator, pendekatan ini dapat menciptakan moat jangka panjang.

Namun jika perlambatan development dan regulasi terlalu banyak menghambat monetisasi, valuasi US$2 triliun akan semakin sulit dipertahankan. Pertanyaan utamanya bukan apakah Anthropic mampu tumbuh cepat. Pertanyaannya adalah apakah perusahaan bisa mempertahankan pertumbuhan tersebut sambil tetap menjadi pihak yang paling keras meminta industri AI untuk menekan rem.

18 September 2026, 01.17

Daily Summary: Nasdaq Pimpin Rally Wall Street

18 September 2026, 00.46

Wall Street Pulih Setelah The Fed

17 September 2026, 22.45

US Open: Wall Street Rebound Setelah The Fed Hawkish

16 September 2026, 22.24

Intel Naik 5%, SK Hynix Jadi Katalis Baru

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.