Anthropic baru saja hampir menyelesaikan ekspansi revolving credit facility menjadi US$15 miliar. Bukan karena kekurangan investor, tetapi karena perlombaan menuju salah satu IPO terbesar dalam sejarah membutuhkan sumber pendanaan yang berbeda dari sekadar equity.
Kredit US$15 Miliar: Sinyal Paling Keras Menuju IPO
Bloomberg melaporkan pada 3 September 2026 bahwa Anthropic hampir merampungkan ekspansi revolving credit facility menjadi US$15 miliar, naik drastis dari fasilitas US$2,5 miliar yang baru diamankan tahun lalu. Morgan Stanley memimpin proses ini, dengan Goldman Sachs, JPMorgan Chase, dan Citigroup mendapat peran utama. Barclays, Wells Fargo, Bank of America, dan Deutsche Bank juga terlibat dalam sindikasi.
Menariknya, keempat bank yang memimpin fasilitas kredit ini juga merupakan bank yang sama yang memimpin IPO Anthropic. Pola ini mirip dengan langkah SpaceX, yang memperbesar revolving credit facility menjadi US$5 miliar pada Mei 2026, hanya sebulan sebelum IPO senilai US$86 miliar pada Juni.
Bagi bank, menyediakan fasilitas kredit besar bukan sekadar bisnis pinjaman. Hubungan pembiayaan tersebut juga dapat memperkuat posisi mereka untuk memperoleh peran underwriting dan fee yang jauh lebih besar ketika IPO benar-benar berlangsung.
Fasilitas kredit sebesar ini juga bukan semata-mata soal kebutuhan kas. Bagi Anthropic, revolving credit facility memberikan fleksibilitas untuk mendanai belanja modal tanpa langsung melakukan dilusi saham, sekaligus menjadi instrumen pembiayaan yang dapat digunakan sesuai kebutuhan menjelang IPO.
Revenue Melesat 14x, Tapi Cash Burn AI Tetap Rakus
Pertanyaan paling logis adalah mengapa perusahaan dengan valuasi hampir US$1 triliun dan sudah mengumpulkan lebih dari US$132 miliar dalam total funding masih membutuhkan utang sebesar ini.
Jawabannya terletak pada struktur biaya industri AI yang sangat berat. Training model frontier membutuhkan investasi miliaran dolar untuk compute dan chip. Biaya operasional data center juga terus meningkat seiring bertambahnya skala penggunaan. Anthropic sendiri sedang membangun proyek data center di Texas senilai US$15 miliar yang dibiayai secara terpisah.
Di sisi revenue, pertumbuhannya sangat agresif. Run rate Anthropic melonjak dari US$1 miliar pada akhir 2024 menjadi US$65 miliar pada akhir Juli 2026. Revenue kuartal kedua 2026 tercatat US$11,5 miliar, naik sekitar 14 kali lipat secara tahunan dari US$787 juta.
Kuartal tersebut juga menjadi periode pertama Anthropic mencetak operating profit sebesar US$559 juta. Efisiensi biaya compute ikut membaik, dari 71 sen untuk setiap dolar revenue pada Q1 menjadi 56 sen pada Q2.
Namun revolving credit line tetap memberikan sesuatu yang tidak bisa diberikan equity dengan fleksibilitas yang sama, yaitu kemampuan menarik dana sesuai kebutuhan tanpa mendilusi kepemilikan investor lama tepat sebelum IPO.

Sumber: XTB Research Indonesia
IPO US$2 Triliun: Tes Realita untuk Valuasi AI
Anthropic telah mengajukan draft registrasi S-1 secara konfidensial kepada SEC pada 1 Juni 2026. Investor dan banker memperkirakan IPO dapat berlangsung paling cepat pada Oktober 2026, dengan target valuasi mencapai US$2 triliun atau lebih.
Jika tercapai, valuasi tersebut akan melampaui SpaceX yang go public pada Juni dengan valuasi US$1,77 triliun, sekaligus menjadikan Anthropic salah satu IPO terbesar dalam sejarah.
Perjalanan valuasi private Anthropic sendiri sudah menjadi fenomena. Valuasinya meningkat dari US$61,5 miliar pada Maret 2025 melalui Series E, menjadi US$183 miliar pada September 2025 melalui Series F, kemudian US$380 miliar pada Februari 2026 melalui Series G, hingga US$965 miliar pada Mei 2026 melalui Series H.
Investor memproyeksikan revenue tahunan Anthropic dapat mencapai US$100 hingga US$120 miliar sebelum akhir 2026. Proyeksi untuk 2028 bahkan disebut berada di kisaran US$190 hingga US$200 miliar.
Namun valuasi sebesar itu membawa ekspektasi yang sangat tinggi. Dengan run rate revenue US$65 miliar, valuasi US$2 triliun mengimplikasikan forward revenue multiple sekitar 30 kali.
Investor pasar publik biasanya lebih sensitif terhadap fundamental dibandingkan investor private market. Karena itu, gross margin, cash burn, profitabilitas, dan ketergantungan pada biaya compute kemungkinan akan menjadi beberapa metrik utama yang diperhatikan ketika Anthropic masuk ke pasar saham.

Sumber: XTB Research Indonesia
Bottom Line
- Anthropic bukan kekurangan investor. Justru kebutuhan modal industri AI yang sangat besar membuat perusahaan dengan valuasi hampir US$1 triliun sekalipun tetap membutuhkan akses terhadap utang miliaran dolar menjelang IPO.
- Revolving credit facility senilai US$15 miliar memberi Anthropic fleksibilitas untuk membiayai pertumbuhan tanpa menambah dilusi saham. Pada saat yang sama, keterlibatan bank-bank investasi terbesar Wall Street memperkuat indikasi bahwa persiapan listing perusahaan semakin serius.
- Jika IPO dengan valuasi mendekati US$2 triliun benar-benar terjadi, tantangan berikutnya bukan sekadar mempertahankan pertumbuhan revenue. Anthropic juga harus membuktikan bahwa pertumbuhan AI dalam skala besar dapat menghasilkan margin dan arus kas yang cukup kuat untuk membenarkan valuasi tersebut.
Daily Summary: Yield Treasury Turun, Saham Teknologi Wall Street Kembali Menguat
Palo Alto Tumbuh 34%, Tapi Pasar Belum Puas dengan Kualitas Growth
Take-Two Anjlok 7%, Kebocoran GTA VI Mulai Bikin Pasar Cemas
Marvell: Saat 79% Revenue Datang dari Data Center
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.