- US equity indices decline as rising oil prices intensify inflation concerns.
- The 10-year Treasury yield reaches 5.28 percent, hitting its highest level since 2007.
- Gold and silver drop sharply as rising real yields and a stronger US dollar weigh on precious metals.
- Nvidia shares rise over 2 percent following a 150 billion USD share buyback announcement.
- US equity indices decline as rising oil prices intensify inflation concerns.
- The 10-year Treasury yield reaches 5.28 percent, hitting its highest level since 2007.
- Gold and silver drop sharply as rising real yields and a stronger US dollar weigh on precious metals.
- Nvidia shares rise over 2 percent following a 150 billion USD share buyback announcement.
Indeks saham AS mencatat pelemahan pada perdagangan hari ini. Nasdaq 100 turun 1,3%, sementara S&P 500 dan Dow Jones sama-sama melemah sekitar 0,8%.
Aksi jual sebagian besar didorong oleh mekanisme yang sudah familiar bagi pasar: belum adanya perkembangan positif dalam negosiasi AS-Iran mendorong harga minyak mentah naik, memperbesar kekhawatiran inflasi, meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed, dan akhirnya mendorong yield US Treasury lebih tinggi.
Gambar 1: Treemap S&P 500 (28.09.2026)
Sumber: XTB Research, 28.09.2026
Yield US Treasury 10 tahun mencapai level tertinggi baru dalam 19 tahun pada hari ini di 5,28%. Kondisi tersebut menopang dolar AS, yang sepenuhnya menghapus pelemahan pada Jumat.
EUR/USD saat ini bergerak di sekitar 1,137. Dolar AS menguat terhadap hampir seluruh mata uang G10.
Gambar 2: Performa Mata Uang Utama terhadap Dolar AS (15.09.2026–28.09.2026)
Sumber: XTB Research, 28.09.2026
Kebuntuan Negosiasi Berlanjut
Harapan terhadap tercapainya kesepakatan dengan cepat, yang sempat mendorong pasar naik pada pekan lalu, mulai memudar secara signifikan hari ini.
Teheran menegaskan bahwa proposalnya mengenai pembukaan Selat Hormuz, yang ditolak Donald Trump pekan lalu, masih tetap berlaku. Kedua pihak tampaknya masih jauh dari kompromi, baik terkait gencatan senjata maupun pembukaan kembali jalur pelayaran tersebut.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dijadwalkan bertemu dengan para mediator di New York hari ini tanpa partisipasi AS.
Harga minyak Brent naik hampir 3% hari ini dan diperdagangkan mendekati US$100 per barel. WTI mencatat pergerakan serupa dan berada di sekitar US$95,5. Sementara itu, harga gas alam TTF Eropa naik 4,5% menjadi sedikit di atas €73 per MWh.
Gambar 3: Harga Minyak Brent dan WTI (2026)
Sumber: XTB Research, 28.09.2026
Perlu diperhatikan bahwa pasar sebagian besar mengabaikan perkembangan positif dari sisi pasokan.
Arab Saudi kembali mengekspor minyak mentah melalui pipa East-West setelah menyelesaikan perbaikan kerusakan akibat serangan drone pada 10 September. Arus minyak saat ini mencapai sekitar 3,5 juta barel per hari, dibandingkan total kapasitas sekitar 7 juta barel per hari, dengan sekitar 5 juta barel per hari biasanya dialokasikan untuk ekspor.
Pemulihan kapasitas penuh diperkirakan masih membutuhkan waktu sekitar enam minggu.
Namun, pesisir barat Arab Saudi tetap rentan terhadap serangan Houthi. Kelompok tersebut meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi sepanjang bulan ini, termasuk menargetkan pelabuhan Yanbu yang menjadi titik akhir pipa tersebut.
Yield US Treasury Cetak Level Tertinggi Baru
Yield US Treasury 10 tahun naik sekitar 7 basis poin hari ini menjadi 5,28%, level tertinggi sejak 2007.
Dalam konteks ini, tren real yield, yaitu yield yang telah disesuaikan dengan ekspektasi inflasi, juga perlu diperhatikan. Real yield tenor 10 tahun telah meningkat hampir 100 basis poin sejak awal tahun, dengan sekitar setengah dari kenaikan tersebut terjadi hanya sepanjang September.
Gambar 4: Minyak Brent dan Yield US Treasury 10 Tahun (2026)
Sumber: XTB Research, 28.09.2026
Ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga FOMC meningkat tajam dalam beberapa waktu terakhir. Perubahan ini didorong oleh komentar hawkish dari pejabat The Fed serta data makroekonomi yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi masih kuat, pasar tenaga kerja tetap solid, dan tekanan inflasi secara bertahap menyebar ke lebih banyak sektor.
Sejumlah data makroekonomi penting akan dirilis pekan ini, mulai dari data inflasi PCE pada Rabu hingga laporan Nonfarm Payrolls (NFP) pada Jumat.
Emas dan Perak Turun Meski Konflik Berlanjut
Kenaikan real yield meningkatkan opportunity cost untuk memegang aset yang tidak menghasilkan imbal hasil. Penguatan dolar AS juga memberikan tekanan tambahan terhadap logam mulia.
Harga emas turun sekitar 4% hari ini menjadi US$4.120 per troy ounce. Perak mengalami penurunan lebih tajam sekitar 5% dan saat ini diperdagangkan di kisaran US$61 per ons.
Aksi jual tersebut turut memberikan tekanan besar terhadap saham perusahaan pertambangan. Pasar kripto juga melemah, dengan Bitcoin turun hampir 2% ke sekitar US$83.000.
Gambar 5: Harga Emas (2026)
Sumber: XTB Research, 28.09.2026
Berita Perusahaan
Nvidia (NVDA.US)
Saham Nvidia naik lebih dari 2% ke sekitar US$230 setelah perusahaan mengumumkan penambahan program buyback saham dalam jumlah rekor sebesar US$150 miliar.
Nvidia juga memperkenalkan sistem keamanan open-source yang dirancang untuk memantau akses AI agent secara real-time. Sistem tersebut bertujuan mencegah insiden keamanan serupa dengan insiden OpenAI baru-baru ini yang melibatkan Hugging Face.
Snowflake (SNOW.US)
Snowflake mengumumkan penerbitan convertible senior notes senilai US$3,5 miliar.
Sebagian dana yang diperoleh akan digunakan untuk membeli kembali sebagian convertible notes perusahaan yang akan jatuh tempo pada 2027.
Daily summary: Yield AS Tembus Level Tertinggi Sejak 2007
Harga Emas Turun 4% Saat Yield AS Naik
Harga Minyak: Ekspor Pulih, Kenapa Brent Masih Dekat US$100?
Bottleneck AI Bergeser dari Chip ke Listrik
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.