Blue Wave: Demokrat Menang Telak, Saham AI Terancam?
Gelombang kemenangan Demokrat (blue wave) memang telah diperkirakan, tetapi hasilnya justru berubah menjadi tsunami biru (blue tsunami) yang jauh lebih besar.
Partai Demokrat dengan cepat berhasil mengamankan mayoritas di kedua kamar Kongres AS, memenangkan sejumlah persaingan penting di Senat, termasuk Texas, Ohio, Iowa, Kansas, dan Michigan. Indikasi awal menunjukkan komposisi akhir Senat berpotensi mencapai 55–45.
Penghitungan suara masih berlangsung di Alaska dan Mississippi, dengan kandidat Demokrat Scott Colom saat ini mencatat keunggulan yang tidak terduga. Jika Demokrat berhasil memenangkan kedua negara bagian tersebut, komposisi kursi Senat akan mencapai 56–44.
Grafik 1: Distribusi Kursi Senat AS

Sumber: 270-to-win, 04.11.2026 (9:01)
Hasil Pemilu AS dalam Angka
Menurut hasil survei pemilih setelah pemungutan suara (exit polls), Demokrat mencatat peningkatan dukungan di hampir seluruh kelompok demografis dibandingkan pemilu 2024. Lonjakan paling dramatis terjadi pada pemilih berusia 18–29 tahun, dengan peningkatan dukungan sebesar 35 poin persentase.
Grafik 2: Perubahan Preferensi Pemilih Berdasarkan Kelompok Demografis (2026 vs. 2024)

Sumber: XTB Research, Edison Research/NEP, 04.11.2026
Estimasi awal dari The New York Times menunjukkan bahwa keunggulan Demokrat dalam perolehan suara nasional (popular vote) berpotensi mencapai sekitar 13 poin persentase. Selisih sebesar ini belum pernah terlihat sejak periode 1974–1976, setelah skandal Watergate.
Grafik 3: Selisih Perolehan Suara Nasional dalam Pemilu DPR AS (1942–2026)

Sumber: XTB Research, Office of the Clerk, The New York Times, 04.11.2026
Perbedaan tingkat partisipasi pemilih juga sangat mencolok. Di sejumlah distrik Kongres di Texas, Ohio, dan West Virginia, jumlah suara pendukung Republik turun hingga 40% dibandingkan 2024. Sebaliknya, penurunan jumlah suara pemilih Demokrat hanya mencapai beberapa poin persentase. Fenomena ini tergolong jarang terjadi karena pemilu midterm biasanya menghasilkan partisipasi yang jauh lebih rendah dibandingkan pemilihan presiden.
Reaksi Pasar Saham AS
Dari perspektif pasar, hasil pemilihan gubernur di berbagai negara bagian memiliki pengaruh signifikan, terutama kemenangan mengejutkan Gina Hinojosa di Texas. Hasil tersebut meningkatkan risiko perlambatan atau penghentian pembangunan pusat data (data center) di negara bagian yang secara tradisional merupakan basis kuat Partai Republik.
Tabel 1: Perusahaan yang Menggunakan Pusat Data di Texas

Sumber: XTB Research, 04.11.2026
Indeks SOXX, yang melacak perusahaan-perusahaan semikonduktor utama, menunjukkan ketahanan yang mengejutkan dengan kenaikan sekitar 1,6% dalam perdagangan setelah jam reguler (after-hours). Penguatan ini sebagian besar didorong oleh AMD (+7,8%), setelah perusahaan merilis laporan keuangan kuartalan yang mengesankan sehari sebelumnya. Sementara itu, CoreWeave turun 2,7%, sedangkan Alphabet (-0,1%) dan Microsoft (-0,3%) mencatat pelemahan terbatas.
Menariknya, Tesla (-4,3%) dan SpaceX (-3,5%) termasuk perusahaan yang mengalami penurunan paling tajam hari ini. Elon Musk telah mengalokasikan hampir US$450 juta untuk mendanai upaya politik Partai Republik, dengan sebagian besar dana tersebut disalurkan untuk kampanye Paxton di Texas yang berakhir dengan kekalahan besar.
Grafik 4: Donatur Individu Terbesar dalam Pemilu Midterm AS 2026

Sumber: XTB Research, SEC, 04.11.2026
Sebaliknya, sektor-sektor yang berpotensi memperoleh dukungan regulasi signifikan di bawah kendali Demokrat justru mencatat penguatan. US Healthcare Providers naik 0,9% dalam perdagangan after-hours.
Melihat pasar secara keseluruhan, skenario yang dijelaskan dalam liputan malam pemilu bersama XTB sehari sebelumnya mulai terwujud. Indeks saham awalnya bereaksi dengan penurunan yang sangat terbatas, tetapi seluruh kerugian tersebut kini telah terhapus. Dow Jones bahkan menguat hampir 0,5%, didukung ekspektasi dampak positif bagi konsumen AS dan sektor ritel dari berbagai proposal Demokrat yang bertujuan menurunkan biaya hidup serta melindungi pendapatan rumah tangga yang dapat dibelanjakan (disposable income).
Pergerakan Aset Lainnya
Yield Treasury AS tenor 10 tahun mencatat penurunan moderat dari puncak lokal sehari sebelumnya, turun sekitar 4 basis poin menjadi 4,92%. Investor tampaknya masih berhati-hati terhadap arah kebijakan fiskal dalam lanskap politik baru ini. Secara historis, kemenangan Demokrat atas Republik sering dikaitkan dengan kebijakan fiskal yang lebih longgar. Namun, kali ini hasilnya mungkin berbeda, mengingat besarnya pengeluaran pemerintah di bawah Donald Trump.
Dolar AS melemah sekitar 0,5%, baik terhadap euro maupun berdasarkan indeks tertimbang perdagangan (trade-weighted basis). Tekanan terhadap dolar kemungkinan dipicu oleh ekspektasi kebuntuan kebijakan fiskal (fiscal gridlock) dan potensi penutupan pemerintahan (government shutdown). Perselisihan mengenai kenaikan batas utang AS sebesar US$41,1 triliun, yang semakin mendekati ambang tersebut, juga sangat mungkin terjadi.
Grafik 5: Akumulasi Utang Pemerintah AS (1965–2026)

Sumber: XTB Research, FRED, 04.11.2026
Memanfaatkan pelemahan dolar AS dan sentimen negatif yang sebelumnya membayangi Wall Street, harga emas melonjak 2,5% dan kembali menembus level psikologis US$4.000 per troy ounce.
Grafik 6: Harga Emas (September–November 2026)

Sumber: XTB Research, 04.11.2026
Daily Summary: Nasdaq Rebound 1,1% Jelang Pemilu AS!
US Open: Wall Street Rebound Jelang Pemilu Midterm!
Harga Minyak Anjlok 3,5%! Trump Redam Konflik Iran?
Kalender Ekonomi: Earnings Apple & Palantir, Nasdaq Siap Bergejolak?
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.