15:00 - Data ISM dan Factory Orders AS (April/Mei)
Data ISM (Mei)
-
ISM Non-Manufacturing Prices: 71,3 (Sebelumnya: 70,7)
-
ISM Non-Manufacturing PMI: 54,5 (Ekspektasi: 53,7 | Sebelumnya: 53,6)
-
ISM Non-Manufacturing Employment: 47,9 (Sebelumnya: 48,0)
-
ISM Non-Manufacturing Business Activity: 57,7 (Sebelumnya: 55,9)
-
ISM Non-Manufacturing New Orders: 57,3 (Sebelumnya: 53,5)
Factory Orders (April)
-
Factory Orders: 4,8% (Ekspektasi: 4,6% | Sebelumnya: 1,8%)
-
Factory Orders ex Transportation: 1,3% (Sebelumnya: 1,8%)
-
Durable Goods Orders ex Transportation: 1,1% (Sebelumnya: 1,1%)
-
Durable Goods Orders ex Defense: 8,1% (Sebelumnya: 8,1%)
Komentar Pasar
Data yang dirilis menunjukkan gambaran yang positif bagi aktivitas ekonomi Amerika Serikat secara keseluruhan. Namun, dari perspektif inflasi dan ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat, hasil ini justru kurang menguntungkan bagi pasar.
Key Takeaways:
-
Akselerasi Sektor Jasa: Angka yang paling diperhatikan pasar adalah ISM Non-Manufacturing PMI yang naik menjadi 54,5 poin. Hasil ini jauh lebih tinggi dibandingkan ekspektasi pasar sebesar 53,7 poin dan juga lebih baik dibandingkan pembacaan sebelumnya di level 53,6 poin. Data tersebut menunjukkan bahwa sektor jasa Amerika Serikat tidak hanya tetap berada dalam zona ekspansi, tetapi juga menunjukkan percepatan pertumbuhan. Mengingat sektor jasa merupakan kontributor terbesar terhadap ekonomi AS, hasil ini memperkuat pandangan bahwa aktivitas ekonomi domestik masih berada dalam kondisi yang solid.
-
Tekanan Inflasi Masih Bertahan: Di sisi lain, komponen yang paling menjadi perhatian Federal Reserve adalah ISM Non-Manufacturing Prices yang naik menjadi 71,3 poin dari sebelumnya 70,7 poin. Level ini masih tergolong sangat tinggi dan menunjukkan bahwa tekanan harga di sektor jasa belum mereda. Bagi Federal Reserve, inflasi jasa memiliki arti yang sangat penting karena biasanya lebih sulit turun dibandingkan inflasi barang. Kondisi ini dapat membuat bank sentral lebih berhati-hati dalam mempertimbangkan pemangkasan suku bunga.
-
Permintaan Tetap Kuat: Komponen-komponen permintaan dalam laporan ISM menunjukkan kinerja yang sangat solid. Aktivitas bisnis meningkat menjadi 57,7 poin dari 55,9 poin. Sementara itu, pesanan baru melonjak menjadi 57,3 poin dari sebelumnya 53,5 poin. Peningkatan tersebut mengindikasikan bahwa pertumbuhan sektor jasa tidak hanya didorong oleh kenaikan harga, tetapi juga oleh permintaan riil yang masih kuat dari konsumen dan dunia usaha.
-
Ketenagakerjaan Masih Menjadi Titik Lemah: Satu-satunya area yang masih menunjukkan kelemahan adalah komponen ketenagakerjaan. ISM Non-Manufacturing Employment turun tipis menjadi 47,9 poin dari 48,0 poin sebelumnya. Karena masih berada di bawah level 50, data ini menunjukkan bahwa sebagian perusahaan jasa masih bersikap hati-hati dalam melakukan perekrutan tenaga kerja baru.
-
Factory Orders Menguat: Data pesanan pabrik juga menunjukkan hasil yang positif. Factory Orders tumbuh 4,8% secara bulanan, lebih tinggi dibandingkan ekspektasi pasar sebesar 4,6% dan jauh di atas pertumbuhan sebelumnya sebesar 1,8%. Namun jika sektor transportasi dikeluarkan, pertumbuhan hanya mencapai 1,3%, lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya sebesar 1,8%. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar kekuatan data masih berasal dari sektor-sektor tertentu yang memiliki volatilitas tinggi. Meskipun demikian, secara keseluruhan aktivitas industri masih menunjukkan ekspansi.
Daily Summary: Minyak Menguat, Saham Teknologi Tertekan
BREAKING: ADP AS Lampaui Ekspektasi, Perekrutan Tenaga Kerja Menguat
Kalender Ekonomi: Fokus Pasar pada Data Jasa dan Tenaga Kerja AS
Market Wrap: Konflik Timur Tengah Guncang Pasar Global
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.