Dalam beberapa hari terakhir, pasar menyaksikan krisis migrasi di wilayah enklave Spanyol, Ceuta, keruntuhan dana investasi Situational Awareness, kenaikan bersejarah indeks KOSPI Korea Selatan, salah satu intervensi terbesar terhadap yen Jepang dalam waktu lama, serta penurunan baru harga minyak setelah Donald Trump membatalkan rencana serangan besar terhadap Iran.
🌍 Geopolitik
- Konflik Amerika Serikat dan Iran masih menjadi pusat perhatian serta menentukan arah harga minyak dan gas.
- Akhir pekan membawa beberapa perkembangan penting terkait situasi tersebut.
- Pada Sabtu, pasar menerima pengumuman mengenai rencana serangan yang menurut Donald Trump akan menjadi “yang terbesar sejak Perang Dunia II”.
- Namun, para pemimpin negara di kawasan dikabarkan berhasil meyakinkan Trump bahwa kesepakatan sudah semakin dekat.
- Hal tersebut akhirnya mendorong pembatalan operasi militer.
- Negosiasi antara Iran dan Oman juga terus berkembang terkait kesepakatan baru mengenai pelayaran melalui Selat Hormuz.
- Selain itu, OPEC+ memutuskan meningkatkan batas produksi minyak sebesar 188 barel per hari.
🛢️ Komoditas
- Seluruh perkembangan tersebut kembali menekan harga minyak dan gas.
- Harga Brent saat ini sedikit berada di atas US$83 per barel, sekitar 5% lebih rendah dibandingkan satu pekan sebelumnya.
- Penurunan dalam skala serupa juga terlihat pada minyak WTI Amerika Serikat, yang kini berada di bawah US$80 per barel.
📈 Pasar Saham
- Harga energi yang lebih rendah memberikan dukungan bagi pasar saham.
- Berdasarkan pergerakan futures, Nasdaq 100 Amerika Serikat naik sekitar 0,8%, sementara S&P 500 menguat 0,6%.
- Namun, sentimen di Asia terlihat sedikit lebih lemah.
- Nikkei 225 Jepang turun 1,1%, sedangkan Shanghai Composite China melemah 0,8%.
- KOSPI Korea Selatan jatuh sekitar 5%, ditekan oleh saham Samsung dan SK Hynix yang masing-masing turun sekitar 8%.
- Perlu diingat bahwa pada Jumat, KOSPI sempat melonjak lebih dari 15%.
- Kenaikan tersebut menjadi reli terkuat bagi indeks saham utama dari negara maju pada abad ke-21.
- Meskipun demikian, KOSPI tetap menutup bulan dengan penurunan sekitar 20%.
- Hari ini, pasar menantikan laporan keuangan Palantir dan Snap
- Seluruh laporan tersebut akan dirilis setelah pasar saham Amerika Serikat ditutup.
🧈 Logam Mulia
- Yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun masih berada dekat level tertinggi lokal di sekitar 4,69%.
- Kondisi tersebut memberikan tekanan terhadap harga logam mulia.
- Namun, tekanannya masih relatif terbatas.
- Emas dan perak menutup Juli dengan perubahan yang hampir tidak berarti.
- Harga emas saat ini berada di sekitar US$4.070 per troy ounce.
- Sementara itu, harga perak berada di sekitar US$58,2 per ons.
📈 Data Makroekonomi dan Kebijakan Moneter
- Dari sisi data makroekonomi, perhatian utama akan tertuju pada laporan NFP Amerika Serikat yang dirilis Jumat.
- Data yang kembali lebih lemah dari ekspektasi dapat memperkuat penyesuaian dovish terhadap proyeksi jalur suku bunga The Fed.
- Pada awal pekan, pasar terutama menantikan revisi data PMI.
- Karena data tersebut hanya merupakan revisi, bukan estimasi awal, potensinya untuk memicu volatilitas relatif kecil.
- Salah satu pengecualian adalah data RatingDog dari China yang dirilis sedikit lebih lambat daripada indikator lainnya.
- Estimasi awal untuk Juli telah dirilis pada sesi malam.
China
- PMI manufaktur RatingDog China untuk Juli memberikan kejutan negatif.
- Indeks tercatat sebesar 50,9, dibandingkan konsensus 52.
- Perlu diingat bahwa China memiliki dua sumber utama publikasi indikator PMI.
- S&P atau RatingDog memberikan gambaran yang lebih baik mengenai kondisi perusahaan swasta kecil dan menengah, terutama yang berlokasi di kawasan pesisir China.
- Sebagian besar perusahaan tersebut berorientasi pada ekspor.
- Di sisi lain, NBS lebih banyak mencakup perusahaan besar milik negara dalam sektor industri berat dan infrastruktur.
- Produksi dari perusahaan-perusahaan tersebut lebih banyak diarahkan untuk memenuhi pasar domestik.
Kilang Untung, Produsen Tertekan
Daily Summary: The Fed Redakan Panik, Minyak Justru Melonjak
Warsh Bicara Banyak, Tapi Tak Beri Arah
Warsh Hapus Panduan, Saham Teknologi Bernapas
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.