Earnings S&P 500 Kuat, tetapi Pertumbuhannya Sangat Terkonsentrasi
- Musim laporan keuangan kuartal II 2026 menunjukkan hasil yang jauh lebih kuat daripada ekspektasi Wall Street dan menegaskan ketahanan luar biasa perusahaan-perusahaan Amerika Serikat.
- Sebagian besar perusahaan tidak hanya melampaui proyeksi analis, tetapi juga mendorong revisi naik terhadap estimasi laba S&P 500 secara keseluruhan.
- Apabila tren saat ini berlanjut hingga akhir musim earnings, data FactSet menunjukkan bahwa perusahaan AS dapat mencatatkan pertumbuhan laba terkuat sejak akhir 2021.
- Sebanyak 86% perusahaan S&P 500 telah melaporkan laba per saham atau EPS di atas ekspektasi analis, sementara 77% berhasil melampaui proyeksi pendapatan.
- Tingkat pertumbuhan laba gabungan S&P 500 pada kuartal II 2026 saat ini mencapai 47,4% secara tahunan.
- Angka tersebut berpotensi menjadi pertumbuhan laba terkuat sejak kuartal IV 2021, ketika laba meningkat 91,6%.
- Pada 30 Juni, pasar hanya memperkirakan pertumbuhan laba sebesar 23,2% secara tahunan.
- Artinya, estimasi pertumbuhan laba hampir meningkat dua kali lipat selama musim laporan keuangan berlangsung.
- Sembilan dari sebelas sektor dalam S&P 500 telah mengalami revisi naik terhadap estimasi laba.
- Perubahan tersebut didorong oleh hasil yang lebih kuat daripada perkiraan dan revisi positif terhadap proyeksi EPS.
- Untuk kuartal III, sebanyak 34 perusahaan S&P 500 telah memberikan guidance EPS positif.
- Sebaliknya, hanya 20 perusahaan yang menyampaikan guidance negatif.
- S&P 500 saat ini diperdagangkan pada forward P/E 12 bulan sekitar 19,6 kali.
- Valuasi tersebut berada di bawah rata-rata lima tahun sebesar 19,9 kali, tetapi sedikit di atas rata-rata sepuluh tahun sebesar 19,0 kali.
Amazon dan Alphabet Menyumbang Sebagian Besar Pertumbuhan Laba S&P 500
- Salah satu kesimpulan utama dari musim earnings kali ini adalah besarnya pengaruh perusahaan teknologi terbesar terhadap pertumbuhan laba S&P 500 secara keseluruhan.
- Meskipun laba membaik di sebagian besar sektor ekonomi, Amazon dan Alphabet menyumbang porsi besar dari kenaikan estimasi laba agregat indeks.
- Hal tersebut menegaskan bahwa kinerja hanya beberapa perusahaan mega-cap masih sangat menentukan gambaran profitabilitas korporasi AS secara keseluruhan.
- Dalam satu pekan terakhir, proyeksi pertumbuhan laba S&P 500 untuk kuartal II meningkat dari 38,0% menjadi 47,4% secara tahunan.
- Amazon menjadi kontributor terbesar terhadap revisi naik tersebut setelah melaporkan GAAP EPS sebesar US$55,75, jauh di atas konsensus US$1,82.
- Menurut FactSet, Amazon sendiri menyumbang sekitar 76% dari kenaikan proyeksi pertumbuhan laba S&P 500 selama satu pekan terakhir.
- Hasil luar biasa tersebut terutama didorong keuntungan satu kali sebelum pajak sebesar US$53,4 miliar yang sebagian besar berkaitan dengan investasi Amazon di Anthropic.
- FactSet tetap memasukkan hasil tersebut karena mayoritas analis juga menggunakan GAAP EPS sebagai dasar proyeksi mereka.
- Pendekatan tersebut menjaga konsistensi antara hasil aktual dan estimasi konsensus.
- Alphabet masih menjadi kontributor terbesar terhadap pertumbuhan laba S&P 500 pada kuartal II.
- Amazon naik ke posisi kedua setelah merilis laporan keuangannya.
- Tanpa Alphabet dan Amazon, proyeksi pertumbuhan laba S&P 500 akan turun dari 47,4% menjadi 28,8% secara tahunan.
- Meskipun demikian, tanpa kedua perusahaan tersebut, indeks masih berada di jalur untuk mencatatkan pertumbuhan laba di atas 20% selama dua kuartal berturut-turut.
- S&P 500 juga masih akan membukukan pertumbuhan laba dua digit selama tujuh kuartal berturut-turut.
Perusahaan dengan Eksposur Internasional Mencatat Pertumbuhan Lebih Tinggi
- Meskipun dolar AS tetap kuat, perusahaan yang menghasilkan sebagian besar pendapatannya dari luar Amerika Serikat mencatatkan pertumbuhan laba dan pendapatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan perusahaan yang berfokus pada pasar domestik.
- Data FactSet menunjukkan bahwa eksposur global tidak menjadi beban bagi kinerja korporasi.
- Sebaliknya, operasi internasional justru menjadi salah satu pendorong utama musim earnings kali ini.
- Perusahaan yang memperoleh lebih dari 50% pendapatannya dari luar AS mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 74,7% secara tahunan.
- Sebagai perbandingan, perusahaan yang menghasilkan sebagian besar penjualannya dari pasar domestik hanya mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 35,5%.
- Pola yang sama terlihat pada pertumbuhan pendapatan.
- Perusahaan dengan eksposur internasional membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 20,5%.
- Sementara itu, perusahaan yang lebih berfokus pada pasar domestik mencatatkan pertumbuhan sebesar 12,0%.
- Secara keseluruhan, tingkat pertumbuhan laba gabungan S&P 500 pada kuartal II 2026 saat ini mencapai 47,4% secara tahunan.
- Alphabet, ExxonMobil, dan Chevron menjadi tiga kontributor terbesar terhadap kuatnya kinerja laba perusahaan dengan eksposur internasional.
- Tanpa ketiga perusahaan tersebut, proyeksi pertumbuhan laba kelompok perusahaan internasional akan turun dari 74,7% menjadi 27,5%.
- Pertumbuhan pendapatannya juga akan turun dari 20,5% menjadi 16,0%.
- Data tersebut menunjukkan bahwa musim earnings kali ini masih sangat dipengaruhi oleh perusahaan global terbesar dengan operasi luas di luar Amerika Serikat.

Sumber: FactSet
Market Wrap: Iran Reda, Minyak Turun, Nasdaq Menguat
Daily Summary: Yield Melonjak, Wall Street Naik-Turun
NFP, Earnings, dan Iran Uji Pasar Pekan Ini
Enam Saham yang Bisa Kejutkan Pasar
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.