Laporan terbaru dari Energy Information Administration (EIA) memberikan sinyal bearish yang mengejutkan bagi pasar minyak mentah, bahkan di tengah tingginya ketegangan geopolitik.
-
Lonjakan Stok Minyak Mentah (+5,451K): Ini merupakan kenaikan besar kedua berturut-turut, yang sulit dijelaskan mengingat adanya gangguan besar di Timur Tengah. Secara fundamental, hal ini menunjukkan adanya surplus pasokan di Amerika Serikat.
-
Penurunan Stok Produk Olahan: Meski stok minyak mentah meningkat, stok gasoline (-2,593K) dan distillate (-1,032K) justru turun lebih cepat dari perkiraan. Ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap produk olahan tetap kuat, meskipun pasokan bahan mentah meningkat.
-
Perubahan Sentimen Geopolitik: Penurunan harga minyak sebagian besar dipicu oleh spekulasi bahwa Donald Trump dapat mengumumkan deeskalasi atau perubahan kebijakan terhadap Iran dalam waktu dekat.
Pasar saat ini berada di persimpangan jalan. Data fisik menunjukkan surplus minyak mentah Amerika Serikat yang terus meningkat, namun perhatian investor tetap terpaku pada perkembangan perang. Jika "premi geopolitik" menguap akibat pergeseran diplomatik, surplus saat ini dapat mempercepat koreksi harga menuju target $75 - $80 yang disarankan oleh struktur jangka waktu (term structure).

Pelemahan harga minyak menekan pasar; sektor energi memimpin penurunan dengan Exxon Mobil (XOM) anjlok 4,65% dan Chevron (CVX) merosot 4,16%. Sumber: xStation5
Market Wrap: Pasar Membeku Saat KTT AS-China Dimulai
Trump - Xi: Siapa yang mewakili bisnis dan bagaimana reaksi pasar?
US OPEN: Wall Street Melemah, Pasar Pantau Trump dan Xi
PPI AS Melonjak Tajam
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.