Kinerja Keuangan Kuat Berkat Ledakan Permintaan AI

Broadcom melaporkan hasil keuangan yang sangat kuat untuk kuartal kedua tahun fiskal 2026, menegaskan posisinya sebagai salah satu penerima manfaat terbesar dari ledakan investasi infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Pendapatan perusahaan meningkat 48% secara tahunan (year-over-year) menjadi US$22,19 miliar, sedikit di atas konsensus pasar. Sementara itu, laba per saham (EPS) disesuaikan mencapai US$2,44, melampaui ekspektasi analis sebesar US$2,40.

Dari sisi arus kas, kinerja Broadcom terlihat sangat solid. Arus kas bebas (free cash flow) meningkat 60% secara tahunan menjadi US$10,26 miliar, setara dengan sekitar 46% dari total pendapatan perusahaan. Pendorong utama pertumbuhan berasal dari segmen semikonduktor, yang mencatat kenaikan pendapatan sebesar 79% secara tahunan menjadi US$15,0 miliar. Di dalam segmen tersebut, penjualan chip AI melonjak 143% secara tahunan menjadi rekor US$10,8 miliar. Satu-satunya titik yang relatif lebih lemah dalam laporan keuangan adalah segmen perangkat lunak infrastruktur (infrastructure software), yang tumbuh 9% secara tahunan menjadi US$7,18 miliar. Meski tetap bertumbuh, hasil tersebut sedikit berada di bawah ekspektasi pasar yang sebelumnya sudah cukup tinggi.
Broadcom Dibandingkan dengan Para Pesaing

Dibandingkan perusahaan semikonduktor besar lainnya, Broadcom masih menunjukkan kinerja yang solid, meskipun bukan pemimpin dalam hal kenaikan harga saham sepanjang tahun berjalan. Sejak awal tahun, saham AVGO telah menguat sekitar 38%, meskipun angka tersebut belum memperhitungkan penurunan hampir 13% dalam perdagangan after-hours setelah laporan keuangan dirilis. Sebagai perbandingan, indeks US100 telah naik sekitar 20% sepanjang periode yang sama.
Valuasi Broadcom Tetap Sangat Premium

Broadcom saat ini diperdagangkan dengan valuasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan beberapa pesaingnya. Rasio price-to-earnings (P/E) trailing twelve months (TTM) AVGO berada di kisaran 91 kali, jauh lebih tinggi dibandingkan Nvidia maupun Qualcomm. AMD menjadi pengecualian dalam perbandingan tersebut. Kondisi ini menjadi konteks penting untuk memahami reaksi pasar setelah laporan keuangan dirilis. Bahkan laporan yang sangat kuat serta panduan pertumbuhan yang tinggi mungkin tidak cukup untuk mendorong saham lebih tinggi apabila pasar sebelumnya sudah memperhitungkan skenario yang sangat optimistis.
Manajemen Menyoroti Rekor Permintaan Chip AI
Komentar manajemen secara keseluruhan sangat optimistis, terutama terkait bisnis AI. CEO Broadcom, Hock Tan, menekankan bahwa permintaan terhadap chip AI kustom (custom AI chips) tetap sangat kuat. Pesanan baru chip AI selama kuartal tersebut melampaui US$30 miliar, jauh di atas nilai penjualan aktual yang berhasil direalisasikan selama periode yang sama. Manajemen juga menyoroti tingginya nilai pengiriman produk serta kapasitas produksi yang telah diamankan hingga tahun 2028.
Broadcom mengonfirmasi hubungan strategisnya dengan sejumlah perusahaan teknologi terbesar dunia, termasuk Google, Anthropic, OpenAI, dan Meta. Selain itu, perusahaan juga terlibat dalam platform AI XPV yang bertujuan mendanai dan mengembangkan kapasitas komputasi skala besar untuk laboratorium AI. Bagian penting lainnya dari pesan manajemen adalah penegasan bahwa Broadcom tidak berniat bersaing di segmen server rack siap pakai. Sebaliknya, perusahaan memilih fokus pada bagian rantai nilai yang paling spesialis dan memiliki margin tinggi, yakni ASIC, XPU, serta solusi jaringan (networking solutions).
Prospek Tetap Kuat, Namun Valuasi Tidak Memberikan Ruang untuk Kesalahan
Prospek yang disampaikan Broadcom tetap sangat kuat, meskipun reaksi pasar menunjukkan bahwa ekspektasi investor terhadap perusahaan sudah berada pada level yang sangat tinggi. Untuk kuartal ketiga tahun fiskal 2026, Broadcom memperkirakan pendapatan sekitar US$29,4 miliar, lebih tinggi dibandingkan konsensus sebelumnya, dengan margin operasional disesuaikan sekitar 67%.
Asumsi utama yang digunakan dalam proyeksi tersebut meliputi:
- Pendapatan semikonduktor sekitar US$20,5 miliar.
- Pendapatan semikonduktor AI sekitar US$16,0 miliar, atau tumbuh lebih dari 200% secara tahunan.
- Pendapatan perangkat lunak infrastruktur sekitar US$8,9 miliar.
- Mempertahankan proyeksi pendapatan chip AI FY2026 sebesar US$56 miliar.
- Target pendapatan chip AI melebihi US$100 miliar pada FY2027.
Meskipun hasil keuangan yang dilaporkan sangat kuat, saham Broadcom tetap turun hampir 13% dalam perdagangan after-hours.
Pergerakan tersebut lebih mencerminkan aksi ambil untung (profit taking) dan ekspektasi pasar yang terlalu tinggi dibandingkan memburuknya fundamental perusahaan.
Pasar merespons negatif beberapa faktor, termasuk kinerja segmen perangkat lunak yang sedikit mengecewakan, tidak adanya peningkatan proyeksi jangka panjang bisnis AI untuk FY2027, serta penurunan signifikan program pembelian kembali saham (share buyback) dibandingkan kuartal sebelumnya.

US Open: Saham AI Tertekan, Investor Cermati Pelemahan Tenaga Kerja AS
Marvell Melonjak Setelah Dukungan NVIDIA di COMPUTEX 2026
Daily Summary: Minyak Menguat, Saham Teknologi Tertekan
US Open: AI Topang Pasar Meski Konflik Timur Tengah Memanas
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.