Baca selengkapnya
22.20 · 15 April 2026

BREAKING: Penurunan pertama stok minyak AS dalam dua bulan, didorong ekspor rekor

Inti pembahasan
Inti pembahasan
  • Penurunan pertama dalam 8 minggu: stok minyak mentah turun sebesar 913.000 barel.
  • Ekspor rekor: ekspor minyak AS melonjak menjadi 5,2 juta barel per hari.
  • Pelepasan SPR: 4,1 juta barel dilepas dari cadangan strategis akibat konflik di Teluk Persia.

Setelah delapan minggu berturut-turut mengalami kenaikan, stok minyak mentah AS akhirnya mencatat penurunan, bahkan meskipun terjadi pelepasan besar dari cadangan strategis (SPR). Meskipun pasar keuangan dengan cemas mengikuti perkembangan di Teluk Persia dan berharap perdamaian cepat tercapai, data terbaru ini memberikan sedikit optimisme dengan menunjukkan permintaan eksternal yang kuat dan peningkatan peran AS sebagai eksportir utama komoditas energi. Meski situasi geopolitik tetap tegang, investor mulai mencari tanda-tanda de-eskalasi yang dapat memulihkan stabilitas di kawasan Selat Hormuz.

Data utama laporan EIA:

  • Stok minyak mentah: turun 0,9 juta barel (menjadi 463,8 juta barel), mengejutkan pasar karena sebelumnya diperkirakan akan naik

  • Strategic Petroleum Reserve (SPR): turun 4,1 juta barel (menjadi 409,2 juta) akibat pelepasan darurat oleh Departemen Energi

  • Ekspor minyak AS: melonjak 1,1 juta barel per hari, mencapai 5,2 juta barel per hari

  • Stok bensin: turun tajam 6,3 juta barel, jauh di atas proyeksi penurunan 1,7 juta barel

  • Stok distilat: turun 3,1 juta barel, sekitar 6% di bawah rata-rata lima tahun untuk periode ini

  • Produksi domestik: tetap stabil di 13,6 juta barel per hari

Setelah berminggu-minggu mengalami kenaikan, kini terjadi penurunan stok komersial meskipun ada pelepasan cadangan strategis. Sumber: Bloomberg Finance LP, XTB.

Saat ini, terlihat penurunan yang sangat besar pada stok SPR. Situasi serupa pernah terjadi pada tahun 2022. Sumber: Bloomberg Finance LP.

Komentar

Laporan EIA terbaru memberikan gambaran menarik tentang ketahanan sektor energi AS. Fakta paling mencolok adalah penurunan nyata stok komersial meskipun ada injeksi besar minyak dari Strategic Petroleum Reserve (SPR). Pelepasan lebih dari 4 juta barel dari cadangan negara merupakan respons langsung terhadap blokade Selat Hormuz, yang memutus sebagian besar ekspor global. Fakta bahwa stok tetap turun meskipun ada tambahan pasokan ini menunjukkan permintaan domestik dan eksternal yang sangat kuat.

Pendorong utama perubahan ini adalah lonjakan ekspor Amerika. Angka 5,2 juta barel per hari menunjukkan bahwa AS semakin berperan sebagai penjamin keamanan energi selama konflik di Timur Tengah. Pada saat yang sama, penurunan impor sebesar 1 juta barel per hari semakin memperketat keseimbangan domestik.

Namun, sentimen positif dari data ini tetap dibayangi oleh latar belakang geopolitik. Pasar saat ini jelas “bertaruh pada perdamaian.” Setiap barel yang keluar dari penyimpanan AS menjadi sangat berharga selama ekspor melalui Selat Hormuz masih terhenti. Permintaan bensin yang sangat kuat (naik ke 9,1 juta barel per hari) menunjukkan bahwa ekonomi domestik AS masih berjalan dengan kuat, yang dikombinasikan dengan penurunan stok bahan bakar dapat mendukung harga dalam jangka pendek. Namun, investor tetap berhati-hati dan berharap diplomasi akan mengalahkan eskalasi konflik di kawasan Teluk Persia.

Stok minyak dan produk turun cukup signifikan, mendekati rata-rata lima tahun. Sumber: Bloomberg Finance LP, XTB.

Harga minyak diperkirakan akan mengalami rebound kecil menjelang rollover kontrak futures (dengan kecenderungan turun akibat backwardation ekstrem). Namun, pasar mulai meragukan dimulainya negosiasi cepat antara AS dan Iran, sementara pasar fisik tetap sangat ketat.

Selisih antara harga spot Brent dan kontrak Juni mendekati 30 dolar per barel, menunjukkan ketidakseimbangan signifikan di pasar energi global. Sumber: Bloomberg Finance LP, XTB.

 

Saham sektor energi juga menunjukkan pergerakan yang cukup lesu, dengan zona merah yang mendominasi pada sesi hari ini. Sumber: xStation5

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

15 April 2026, 23.36

PHK “AI”: Apakah ini sekadar fiksi?

15 April 2026, 22.41

Saham Allbirds melonjak lebih dari 500% dalam satu sesi

15 April 2026, 21.15

US Open: Pasar AS Sideways, Earnings & Data Jadi Fokus

15 April 2026, 20.25

Nvidia meluncurkan model AI open-source untuk sistem quantum 📈

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.