23.19 · 29 Mei 2026

UPDATE: Iran Bantah Klaim Trump, Harga Minyak Berbalik Naik

Pada Jumat, kantor berita Iran Fars News membantah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengklaim bahwa kesepakatan dengan Teheran telah tercapai. Media tersebut menggambarkan pernyataan Trump sebagai “campuran antara fakta dan kebohongan” serta upaya untuk menampilkan kemenangan diplomatik yang belum benar-benar terjadi.

Menurut sumber yang dikutip Fars News, tidak ada satu pun klausul dalam negosiasi yang mewajibkan Iran membuka Selat Hormuz tanpa biaya transit. Selain itu, Iran juga disebut tidak pernah menyetujui pembongkaran atau penghancuran material nuklir yang dimilikinya.

Sebelumnya, Trump mengumumkan melalui Truth Social bahwa Amerika Serikat akan mencabut blokade laut terhadap Iran dengan syarat Teheran menghentikan program senjatanya, membuka Selat Hormuz sepenuhnya, dan menonaktifkan ranjau laut di kawasan tersebut.

Trump juga menyatakan bahwa keputusan final akan ditentukan setelah pertemuan di Situation Room Gedung Putih dan bahwa tidak ada dana yang akan ditransfer kepada Iran hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Pasar Bereaksi Tajam

Pasar keuangan merespons cepat kedua pernyataan yang saling bertentangan tersebut. Harga minyak Brent sempat turun lebih dari 2% hingga mendekati level USD 90 per barel setelah komentar Trump meningkatkan harapan pasar terhadap deeskalasi konflik dan normalisasi pasokan energi global. Namun sebagian penurunan tersebut kembali terpangkas setelah respons dari Teheran memunculkan keraguan mengenai sejauh mana kemajuan negosiasi sebenarnya telah tercapai.

Ketidakpastian Masih Tinggi

Hingga saat ini situasi masih belum menemukan titik terang. Washington dan Teheran menyampaikan versi yang berbeda mengenai hasil pembicaraan yang berlangsung. Perbedaan narasi tersebut membuat pelaku pasar kesulitan menilai probabilitas tercapainya kesepakatan final dalam waktu dekat. Akibatnya, volatilitas di pasar komoditas, khususnya minyak mentah, diperkirakan akan tetap tinggi selama belum ada konfirmasi resmi yang disepakati kedua pihak. Bagi pasar energi global, fokus utama tetap berada pada status Selat Hormuz, yang mengalirkan sekitar 20% ekspor minyak dunia. Setiap perkembangan terkait akses pelayaran, sanksi, maupun pasokan dari Iran berpotensi memicu pergerakan harga yang signifikan dalam jangka pendek.

 

 

29 Mei 2026, 12.53

Market Wrap: Dell dan Anthropic Perkuat Optimisme AI

29 Mei 2026, 01.12

Daily Summary: Reli AI Dorong Wall Street Kembali ke Zona Hijau

28 Mei 2026, 23.14

BREAKING: Stok Minyak AS Turun, Harga WTI Tetap Tertekan

28 Mei 2026, 21.38

BREAKING: Nasdaq Berbalik Naik di Tengah Spekulasi Iran

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.