Faktor Utama Pendorong Volatilitas
Pendorong utama pasar hari ini adalah sektor teknologi, khususnya hasil keuangan spektakuler dari Dell yang menaikkan proyeksi pendapatan tahunannya menjadi USD 165–169 miliar, dengan pendapatan dari server AI tumbuh hampir sembilan kali lipat dibanding tahun lalu. Ledakan AI mendorong kenaikan di seluruh sektor perangkat keras komputer, dengan Dell (+35%), HPE (+17%), dan NetApp (+19%) menjadi pemimpin reli. Pada saat yang sama, hasil dari perusahaan seperti Salesforce (+8,3%), Palantir (+9,3%), SAP (+4%), dan Oracle (+8%) melemahkan narasi “SaaS apocalypse”, karena menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan masih agresif berinvestasi pada perangkat lunak berbasis AI. Revisi turun GDP AS juga memiliki sisi positif, yaitu pertumbuhan belanja teknologi korporasi yang mencapai 17,2%.
Geopolitik
Isu geopolitik utama berasal dari pesan yang saling bertentangan terkait kesepakatan AS-Iran mengenai Selat Hormuz. Trump mengumumkan melalui Truth Social bahwa blokade laut terhadap Iran akan dicabut dengan sejumlah syarat, termasuk penghentian program senjata nuklir Iran dan pembersihan ranjau laut. Namun kantor berita Iran, Fars News, membantah klaim tersebut dan menyebutnya sebagai “campuran antara fakta dan kebohongan”, sekaligus menegaskan bahwa Iran tidak pernah menyetujui pembongkaran material nuklirnya. Menjelang penutupan perdagangan Jumat, ketenangan diplomatik membantu meredakan kekhawatiran pasar dan mendorong indeks saham memangkas pelemahannya. Trump sendiri menyatakan keputusan final akan diambil setelah pertemuan di Situation Room. Di saat yang sama, muncul laporan mengenai proposal baru AS dalam renegosiasi USMCA yang mengharuskan 50% nilai komponen kendaraan yang mendapat tarif preferensial berasal langsung dari Amerika Serikat. Wacana tersebut memicu volatilitas pada saham-saham otomotif.
Data Makroekonomi
Tiga data ekonomi utama menjadi sorotan pasar:
- Inflasi HICP Jerman tercatat 2,7% YoY, lebih rendah dari ekspektasi 2,8%.
- Inflasi CPI Jerman turun menjadi 2,6%, dibanding perkiraan 2,9%.
- Inflasi CPI Polandia turun ke 3,1% dari konsensus 3,6%, sementara harga bulanan turun 0,3%, penurunan terbesar sejak September 2023.
- GDP Kanada pada kuartal I 2026 terkontraksi 0,1%, jauh di bawah ekspektasi pertumbuhan 1,5%.
Data tersebut memperkuat ekspektasi sikap dovish ECB dan membuka ruang bagi pemangkasan suku bunga lebih lanjut oleh Bank of Canada.
Indeks
Di Wall Street, Dow Jones Industrial Average memimpin kenaikan dengan menguat 0,8%, mengungguli S&P 500 (+0,35%) dan Nasdaq (+0,3%). Sementara itu, Russell 2000 yang lebih sensitif terhadap kenaikan imbal hasil obligasi justru turun 0,9%. Di Eropa, Stoxx Europe 600 naik 0,5%, sedangkan indeks EU50 menguat sekitar 0,4%. Sebanyak 71% saham dalam indeks tersebut ditutup di zona hijau dan kini hanya berjarak sekitar 1,5% dari rekor tertinggi sepanjang masa. Indeks BUX Hungaria melonjak 2,4% setelah Komisi Eropa menyetujui pencairan dana Uni Eropa senilai EUR 16,4 miliar.
Stocks
Bintang utama perdagangan berasal dari sektor teknologi dan cloud:
- Dell (+35%)
- Palantir (+9,13%)
- CrowdStrike (+8,20%)
- Palo Alto Networks (+7,32%)
- Adobe (+6,08%)
Di Eropa, Airbus menjadi salah satu saham dengan performa terbaik setelah naik 1,95%.
Di sisi pelemahan, sektor pakaian jadi mendominasi:
- Gap (-15%) setelah memangkas proyeksi tahunan.
- AST SpaceMobile dan Rocket Lab mengalami tekanan setelah ledakan roket New Glenn milik Blue Origin saat uji darat.
Saham Deutsche Bank juga turun 2,29% meski sentimen pasar secara umum cukup positif.
Komoditas
Minyak mentah menjadi fokus utama pasar setelah muncul sinyal yang saling bertentangan dari Timur Tengah. Brent dan WTI sempat turun lebih dari 2% setelah Trump mengumumkan kesepakatan dengan Iran terkait pembukaan Selat Hormuz. Namun setelah Iran membantah informasi tersebut, sebagian pelemahan berhasil dipangkas dan WTI kembali diperdagangkan di sekitar USD 87 per barel. Emas naik 1,44% ke sekitar USD 4.560 per ons, mempertegas korelasi negatifnya terhadap dolar AS. Gas alam menguat 0,42% menjadi USD 3,32, sementara perak relatif stabil dengan penurunan tipis 0,07%.
Kripto
Bitcoin sempat menguji level di bawah USD 73.000 meski pasar saham menguat, memperkuat pola pelemahan musiman menjelang musim panas. Data on-chain dari CryptoQuant menunjukkan penurunan aktivitas pembelian oleh investor besar (whale). Jika harga turun kembali di bawah USD 72.000, pasar berpotensi menguji area support berikutnya di sekitar USD 60.000. Sentimen industri kripto juga mendapat tekanan tambahan setelah perdagangan pada blockchain Sui (Mysten Labs) dihentikan untuk hari kedua berturut-turut.
BREAKING: Trump Umumkan Kesepakatan Iran, Minyak Anjlok
Daily Summary: Reli AI Dorong Wall Street Kembali ke Zona Hijau
Kalender Ekonomi: Pasar Global Bergejolak Usai Serangan Baru AS ke Iran
Harga Minyak Turun, Risiko Hormuz Masih Membayangi
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.