Pasar global memulai pekan baru di tengah perkembangan makroekonomi penting dan meredanya, meski masih terasa, ketegangan geopolitik. Investor di berbagai kelas aset berharap gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran dapat bertahan, yang sejauh ini telah membantu menenangkan sentimen pasar.
Pekan lalu ditandai dengan konsolidasi pada indeks-indeks saham AS, sementara optimisme tersebut akan diuji pekan ini oleh data tenaga kerja AS (NFP), data inflasi Zona Euro, serta laporan keuangan sejumlah perusahaan teknologi besar.
Di Amerika Serikat, perhatian investor akan tertuju pada:
- Senin: Manufacturing ISM (diperkirakan naik ke 53,0)
- Selasa: Laporan JOLTS
- Jumat: Laporan tenaga kerja bulanan (NFP)
Konsensus memperkirakan penciptaan lapangan kerja sebesar 95 ribu dan tingkat pengangguran tetap di 4,3%.
US500
Indeks saham AS yang lebih luas terus mencetak rekor tertinggi baru hampir setiap hari, bahkan setelah pekan perdagangan yang lebih pendek di Wall Street.
Investor tampaknya menganggap risiko geopolitik terkait blokade Selat Hormuz sebagai isu yang sebagian besar telah terselesaikan dan kini kembali fokus pada data ekonomi, perkembangan perusahaan teknologi utama, serta persiapan menuju IPO terbesar dalam sejarah yang diperkirakan berasal dari SpaceX milik Elon Musk.
Dari sisi makroekonomi, data pasar tenaga kerja dan indeks aktivitas ekonomi akan menjadi fokus utama:
- Manufacturing ISM (Senin)
- Services ISM (Rabu)
Kedua indikator tersebut akan memberikan gambaran apakah ekonomi AS masih mempertahankan momentum pertumbuhan yang kuat untuk menopang valuasi saham yang saat ini berada di level tinggi. Selain data ekonomi, pasar juga akan memasuki fase penting musim laporan keuangan.
Perusahaan teknologi yang akan merilis hasil keuangan pekan ini antara lain:
- Broadcom
- CrowdStrike
- Hewlett Packard Enterprise (HPE)
- Palo Alto Networks
Didorong revolusi AI dan lonjakan investasi infrastruktur jaringan, sektor teknologi tetap menjadi penentu arah pasar.
Secara historis, bahkan kekecewaan kecil dalam panduan bisnis perusahaan yang terkait dengan industri chip mampu memicu koreksi besar di pasar. Dengan US500 berada di rekor tertinggi, ruang kesalahan bagi emiten yang melapor menjadi sangat terbatas.
Gold (GOLD)
Emas memasuki bulan baru dari posisi yang sedikit lebih lemah. Logam mulia ini telah mencatat tiga bulan berturut-turut dalam tren penurunan, meskipun berhasil memantul dari level terendah lebih dari dua bulan terakhir. Saat ini, emas kembali sangat sensitif terhadap ekspektasi suku bunga AS. Oleh karena itu, seperti dolar AS, pergerakannya akan sangat dipengaruhi oleh data aktivitas ekonomi dan pasar tenaga kerja.
Jika pertumbuhan lapangan kerja tetap kuat, pasar dapat menginterpretasikannya sebagai sinyal bahwa ekonomi AS masih cukup tangguh untuk menghadapi kenaikan suku bunga lebih lanjut. Sebaliknya, jika data tenaga kerja menunjukkan pelemahan, pasar dapat mulai mempertimbangkan peluang pelonggaran kebijakan moneter, terutama apabila ketegangan di Timur Tengah terus mereda. Namun ada faktor penting lain yang masih menjadi ketidakpastian, yaitu komunikasi dari Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, yang dijadwalkan menggelar konferensi pers pertamanya pada paruh kedua Juni.
Saat ini pasar memperkirakan probabilitas sekitar 60% untuk satu kali kenaikan suku bunga hingga akhir tahun ini, dan hampir satu kali kenaikan tambahan hingga pertengahan tahun depan. Jika tekanan inflasi terus mereda, prospek kenaikan suku bunga akan semakin berkurang dan hal tersebut berpotensi menjadi faktor pendukung bagi pasar logam mulia. Saat memasuki pekan ini, emas berada dalam kondisi yang sangat sensitif terhadap pergerakan suku bunga AS, yield Treasury, serta perkembangan sentimen geopolitik global.
SpaceX Pasca IPO: Reli, Akuisisi, Koreksi
Kalender Ekonomi: Dolar Menguat, Likuiditas Pasar Menipis
Saat Western Digital dan Seagate Menjadi Infrastruktur Penting AI
Market Wrap: Wall Street Terkoreksi Saat Optimisme Mereda
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.